Militan “penggal’ sandera asal Jerman di Filipina selatan

28/02/2017

Militan “penggal’ sandera asal Jerman di Filipina selatan thumbnail

 

Militan Islam di Filipina bagian selatan dilaporkan telah memenggal seorang warga Jerman pada 26 Februari setelah keluarganya gagal membayar tebusan sebesar 30 juta peso (sekitar 597.000 dollar AS).

Pihak berwenang sedang berusaha memverifikasi laporan tersebut.

“Meskipun upaya yang dilakukan oleh sejumlah kelompok dan pasukan keamanan, saya telah menerima laporan tentang dugaan pemenggalan seorang korban penculikan asal Jerman di Sulu, Minggu sore,” kata Jesus Dureza, penasehat perdamaian Presiden Rodrigo Duterte dan ketua negosiator sandera.

Kolonel Edgard Arevalo, kepala Kantor Humas militer, mengatakan mereka menerima laporan bahwa militan Abu Sayyaf memenggal Juergen Gustav Kantner, 70, setelah negosiasi pembebasannya gagal.

“Kami sedang memverifikasi kebenarannya,” kata pejabat militer itu.

“Bukti-bukti yang kami peroleh … asumsi kami bahwa korban penculikan itu masih hidup dan sehat,” kata Brigjen Restituto Padilla, juru bicara militer.

Kantner, hobi berlayar, diculik saat dia dan istrinya, Sabine Merz, sedang berlayar di perairan Filipina pada November 2016. Merz tewas ketika ia berupaya melawan dengan senapan.

Uskup di wilayah Mindanao mengecam pemenggalan yang dilaporkan tersebut.

Mgr Marbel Dinualdo Gutierrez, Uskup Marbel menyatakan kejadian tersebut adalah “tidak manusiawi.”

Mgr Martin Jumoad, Uskup Agung Ozamis, mengatakan insiden itu sangat “menyedihkan” bagi orang-orang di Mindanao. “Kami berdoa untuk jiwa korban pemenggalan,” kata Uskup Agung Jumoad.

Abu Sayyaf dikenal melakukan berbagai kekejaman di wilayah tersebut, termasuk pemboman, penculikan, dan pemenggalan sandera.

Warga negara Kanada John Ridstel dan Robert Hall, yang disandera tahun 2015, kepala mereka dipenggal tahun lalu dan ditemukan di kota Jolo, ibukota Provinsi Sulu.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Dampak ‘Buruk’ Poligami Bagi Wanita Bangladesh
  2. Dua Kardinal Asia Protes atas Penahanan Politikus Muda Hong Kong
  3. OMK Harus Menumbuhkan Nilai-nilai Kemanusiaan
  4. Peresmian Pemerintah Baru Timor-Leste Tertunda
  5. Katolik dan Muslim di Purwokerto Bertekad Memerangi Hoax
  6. Prihatin dengan Kondisi Filipina, Kardinal Tagle Tawarkan Dialog Nasional
  7. Uskup Kirim Tim untuk Melindungi Warga dari Pembunuhan
  8. Pemerintah China Perintahkan Pemakaman Berbeda untuk Dua Uskup Ini
  9. Ketika Upaya Damai Dibayangi Ketakutan akan Perang Nuklir
  10. Uskup Militer Ajak Anggota TNI/POLRI Katolik Wujudkan Nilai-nilai Kristen
  1. Dengan hormat, Bisakah saya mendapatkan nomor telepon untuk menghubungi Ibu P...
    Said Djatu on 2017-08-21 15:55:06
  2. Lau kita selalu di teror sama roh jahat kita tidak perlu takut untuk melawan roh...
    Said Tuhan besertaku on 2017-08-19 22:15:11
  3. Di dalam alkitab tidak ada tertulis bahwa salib mempunyai kuasa..yang benar hany...
    Said Tuhan besertaku on 2017-08-19 22:00:45
  4. Saya ingin dapatkan versi Bahasa Indonesia buku panduan Legionis Maria( Legion o...
    Said Maria Ithaya Rasan on 2017-08-15 14:22:31
  5. Visitator Apostolik itu tugasnya adalah mengunjungi pihak-pihak yang dianggap me...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-14 11:40:48
  6. Ada asap PASTI karna ada api... Tontonlah film 'Spotlight' yg brdasarkn kisah n...
    Said RESI Kurniajaya on 2017-08-12 22:38:30
  7. Teman-teman saudara-saudariku yang ada di dan berasal dari Keuskupan Ruteng. Saa...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-12 15:12:04
  8. Berita menggembirakan, shg para imam tak memberi eks komunikasi bagi yang berce...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 20:10:43
  9. Permasalahan di Keuskupan Ruteng sampai mencuat seperti ini, tentu tidak main ma...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 16:19:26
  10. Keberadaan uskup bukan seperti presiden hingga kepala desa, yang dilakukan melal...
    Said aloysius on 2017-08-11 10:53:19
UCAN India Books Online