Orang berdosa lebih membutuhkan perhatian daripada orang saleh

10/03/2017

Orang berdosa lebih membutuhkan perhatian daripada orang saleh thumbnail

Mantan pemimpin eksekutif Hong Kong Donald Tsang berjalan menuju mobilnya dari Pengadilan Tinggi setelah hakim menyatakan dirinya bersalah dalam kasus korupsi (Foto: Anthony Wallace/AFP)

Sebelum Donald Tsang Yam-kuen, bekas pemimpin eksekutif Hong Kong, dinyatakan bersalah karena perbuatan melanggar hukum dan dihukum penjara 20 bulan, ia menulis sebuah artikel refleksi tentang kesususahan yang dialaminya selama lima tahun menjalani investigasi dan persidangan.

Dalam masa sulit, orang Katolik memohon berkat dari Tuhan, mencari kehendakNya atau mengucap syukur atas penyertaanNya. Saya kira Tsang, yang hampir setiap hari mengikuti Misa, akan melakukan hal yang sama.

Dalam artikel yang ia tulis untuk AM730, sebuah tabloid gratis di Hong Kong, Tsang mengutip karya Reinhold Niebuhr ‘Serenity Prayer’ -doa yang tulus- Itu menunjukkan ada refleksi dan doa yang dilakukan dari jiwa yang tulus.

Lima tahun lalu, saya menulis sebuah artikel keluhan tentang Tsang ketika tuduhan korupsi semakin terang benderang. Saya marah atas perbuatan Tsang yang memperkaya diri, sebuah pengkhianatan atas kepercayaan warga Hong Kong.

Namun keteguhan iman Tsang dan penyerahan semua pengalamannya selama lima tahun kepada Tuhan mengubah pandangan saya. Saya percaya dia sudah sadar.

Tapi sekarang di media sosial, saya melihat orang lain dan orang Katolik berpikiran tidak sama. Ketika mereka tahu bahwa Kardinal Joseph Zen Ze-kiun, uskup emeritus Hong Kong, berencana mengadakan Misa untuk Tsang ketika ia berkunjung ke rumah sakit, orang-orang ini bertanya “mengapa mengadakan Misa untuk orang yang tidak menyesal atas apa yang ia lakukan?”

Komentar semacam itu membuat saya berpikir. Berapakah jumlah orang yang benar-benar bertobat dalam sebuah Misa biasa? Jika tidak ada yang bertobat, apakah itu artinya pastor tidak perlu mengadakan bisa untuk umatnya?

Dan bagaimana kita tahu apakah Tsang tidak bertobat sama sekali?

Beberapa media melaporkan bahwa Tsang menangis keras di depan kardinal. Meskipun saya tidak tahu persis alasannya menangis, namun itu mengingatkan saya tentang perumpaan anak yang hilang.

Anak yang hilang menyesalkan apa yang telah ia lakukan. Ketika pulang ke rumah ayahnya, ia berkata “Bapa, saya telah berdosa terhadap surga dan terhadap bapa.”

Itu juga mengingatkan saya akan ayat lain dalam Injil: Yesus mendengar orang Farisi bertanya kepada murid-murid-Nya, “Mengapa gurumu makan bersama pemungut bea cukai dan orang-orang berdosa?” Yesus menjawab, “Bukan orang sehat yang membutuhkan dokter, tapi orang sakit…Karena saya datang bukan untuk memanggil orang saleh tetapi orang berdosa.”

Benar, kita membutuhkan gembala untuk berjalan bersama kita orang-orang berdosa dan mereka yang lemah secara spiritual. Orang-orang suci barangkali tidak membutuhkan tuntunan seperti itu.

Kardinal, yang sering mengunjungi orang di penjara, tidak mengunjungi Tsang karena posisinya sebagai mantan pejabat negara dan juga tidak untuk mengatakan bahwa ia menjadi orang yang terkutuk. Dulu Kardinal Zen sering mengeritik Tsang ketika ia menjabat. Misalnya tahun 2005 ketika Kardinal Zen menjabat sebagai uskup Hong Kong, ia dengan tegas mengeritik reformasi politik yang dibuat Tsang yang tidak punya arah dan jangka waktu, dan karena itu tidak pantas untuk didukung. Kardinal bahkan meminta umat Katolik untuk ikut demonstrasi menentang reformasi politik.

Tapi ketika Tsang disidangkan, cardinal menulis sepucuk surat mohon keringanan, berharap para hakim menangani kasus ini dengan lunak dan tidak mencampakkan pria 72 tahun itu ke dalam penjara.

Setelah Tsang dinyatakan bersalah, cardinal yang kala itu baru kembali dari perjalanan ke luar negeri, meskipun lelah tetap mengunjungi Tsang di rumah sakit di mana ia dirawat karena mengalami masalah kesulitan bernafas apda malam ketika ia didakwa bersalah.

Tampak foto kardinal yang kecapaian sedang duduk di kursi menunggu giliran untuk bertemu Tsang. Ia tidak meninggalkan umatnya ketika mereka dalam kesulitan meskipun pernah berseberangan dalam pandangan politik.

Benarlah apa yang dikatakan pribahasa Tiongkok: “Lebih mudah menaruh es pada kue, tapi sulit untuk mengirim arang ketika cuaca salju.”

Saya kira episode kunjungan rumah sakit menjadi manifestasi sempurna dari apa yang disebut dengan pengampunan.

Sin Tsz adalah nama samaran seorang pekerja Gereja Katolik di Hong Kong.

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Dampak ‘Buruk’ Poligami Bagi Wanita Bangladesh
  2. Dua Kardinal Asia Protes atas Penahanan Politikus Muda Hong Kong
  3. OMK Harus Menumbuhkan Nilai-nilai Kemanusiaan
  4. Peresmian Pemerintah Baru Timor-Leste Tertunda
  5. Katolik dan Muslim di Purwokerto Bertekad Memerangi Hoax
  6. Prihatin dengan Kondisi Filipina, Kardinal Tagle Tawarkan Dialog Nasional
  7. Uskup Kirim Tim untuk Melindungi Warga dari Pembunuhan
  8. Pemerintah China Perintahkan Pemakaman Berbeda untuk Dua Uskup Ini
  9. Ketika Upaya Damai Dibayangi Ketakutan akan Perang Nuklir
  10. Uskup Militer Ajak Anggota TNI/POLRI Katolik Wujudkan Nilai-nilai Kristen
  1. Dengan hormat, Bisakah saya mendapatkan nomor telepon untuk menghubungi Ibu P...
    Said Djatu on 2017-08-21 15:55:06
  2. Lau kita selalu di teror sama roh jahat kita tidak perlu takut untuk melawan roh...
    Said Tuhan besertaku on 2017-08-19 22:15:11
  3. Di dalam alkitab tidak ada tertulis bahwa salib mempunyai kuasa..yang benar hany...
    Said Tuhan besertaku on 2017-08-19 22:00:45
  4. Saya ingin dapatkan versi Bahasa Indonesia buku panduan Legionis Maria( Legion o...
    Said Maria Ithaya Rasan on 2017-08-15 14:22:31
  5. Visitator Apostolik itu tugasnya adalah mengunjungi pihak-pihak yang dianggap me...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-14 11:40:48
  6. Ada asap PASTI karna ada api... Tontonlah film 'Spotlight' yg brdasarkn kisah n...
    Said RESI Kurniajaya on 2017-08-12 22:38:30
  7. Teman-teman saudara-saudariku yang ada di dan berasal dari Keuskupan Ruteng. Saa...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-12 15:12:04
  8. Berita menggembirakan, shg para imam tak memberi eks komunikasi bagi yang berce...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 20:10:43
  9. Permasalahan di Keuskupan Ruteng sampai mencuat seperti ini, tentu tidak main ma...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 16:19:26
  10. Keberadaan uskup bukan seperti presiden hingga kepala desa, yang dilakukan melal...
    Said aloysius on 2017-08-11 10:53:19
UCAN India Books Online