UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Polusi ‘bunuh ratusan anak Indonesia’

Maret 11, 2017

Polusi ‘bunuh ratusan anak Indonesia’

 

Setiap tahun ratusan anak Indonesia berusia di bawah lima tahun meninggal karena efek dari polusi, kebanyakan yang disebabkan oleh kabut asap, menurut lapran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Lingkungan tidak sehat dan tercemar, yang mencakup air kotor dan polusi udara serta kurangnya kebersihan, dapat menyebabkan kasus yang fatal bagi diare, malaria dan radang paru-paru, dan membunuh 1,7 juta anak per tahun di seluruh dunia, demikian WHO.

“Lingkungan yang kotor mematikan – terutama anak-anak,” kata Direktur Jenderal WHO Margaret Chan dalam sebuah pernyataan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengatakan sekitar 800.000 anak di Indonesia dikena pneumonia tahun 2016, naik dari 554.000 tahun sebelumnya. Sekitar 23 anak meninggal setiap hari atau sekitar lebih dari 700 anak per tahun, kata kementerian itu.

Pastor Frans Sani Lake SVD, koordinator Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (JPIC) Kalimantan, mengatakan polusi udara dan air yang penyebab utama kematian anak di Indonesia dengan banyak polusi udara yang berasal dari asap yang disebabkan oleh pembakaran hutan.

Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, serta Jambi, Riau dan Sumatera Selatan adalah provinsi paling terpukul oleh polusi udara yang berasal dari kebakaran lahan gambut dan perkebunan, katanya.

Pastor Lake mengatakan organisasinya telah berkampanye menentang pembakaran hutan dan mempromosikan gaya hidup sehat bersama dengan Caritas, keuskupan-keuskupan, tarekat religius di Regio Kalimantan.

Dia mengatakan bahwa dia dan kelompoknya telah “mempromosikan ensiklik Paus Fransiskus Laudato Si’ di kalangan umat Katolik dari paroki hingga ke tingkat komunitas basis.”

Pastor Peter Aman OFM, ketua JPIC Ordo Fransiskan, mengatakan polusi di Indonesia adalah masalah yang besar. Terlepas dari kabut, polusi air dan tanah yang berasal dari pertambangan.

Anak-anak juga terkena bahan kimia berbahaya melalui makanan, air, udara dan produk di sekitar mereka, kata Pastor Aman.

“Gereja Katolik di Indonesia,” katanya, “sangat prihatin tentang masalah ini, tetapi upaya untuk mengatasi itu sangat sporadis, tidak bekerja sama-sama.”

Pastor Aman mengatakan bahwa “pemerintah harus menegakkan hukum dan bertindak tegas terhadap perusahaan yang mencemari lingkungan.”

Zenzi Suhadi dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengatakan sekitar 40 juta orang Indonesia terpapar dengan polusiĀ  sekitar 500.000, termasuk anak-anak, yang menderita infeksi saluran pernapasan (ISPA).

“Selama ini kami telah berjuang untuk mendorong pemerintah untuk mencabut izin perusahaan yang merusak lingkungan dan berdampak terhadap kehidupan masyarakat,” katanya.

Sumber: Pollution kills hundreds

 

One response to “Polusi ‘bunuh ratusan anak Indonesia’”

  1. anterajaya says:

    kondisi Pulau Jawa, menurut Deputy Menteri Lingkungan Hidup dalam pertenuan Nasional Walhi di Balik Papan April 2012, bahwa dampak pemulikan pulau jawa diperlukan biaya Rp 150 triliun, tapi kemampuan Pemerintah hanya 1,5 % mengakibatkan solah pembiaran, sehingga hingga 2017 kita mnyadari kondisi kesehatan lebih emrgency, prlu krjasama yang komprehensip antae departemen yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi