Paus Fransiskus dipastikan tidak akan hadiri AYD di Yogyakarta

13/03/2017

Paus Fransiskus dipastikan tidak akan hadiri AYD di Yogyakarta thumbnail

Dari kiri: Romo Antonius Haryanto, sekretaris eksekutif Komisi Kepemudaan KWI, Mgr.Ignatius Suharyo Hardjoatmojo, ketua KWI, Mgr. Pius Riana Prapdi, ketua Komisi Kepemudaan KWI, dan Romo Heribertus Budi Purwantoro, koordinator panitia AYD (ucanews.com)

Konferensi Waligereja Indonesia telah mengonfirmasi bahwa Paus Fransiskus tidak akan menghadiri perhelatan Asian Youth Day ke-7 di Yogyakarta, Keuskupan Agung Semarang pada bulan Agustus mendatang. Tahun lalu paus sempat dikabarkan akan menghadiri kegiatan anak muda se-Asia itu.

Akan tetapi pada waktu itu Paus Fransiskus akan mengunjungi Bangladesh dan India, memumpuskan harapan orang Indonesia akan kehadiran paus.

Paus mengumumkan rencananya untuk mengunjungi Bangladesh dan India pada Oktober 2016 dalam sebuah konferensi pers yang diadakan selama penerbangan kembali ke Roma setelah mengunjungi Georgia dan  Azerbaijan.

“Perdana Menteri Vatikan Kardinal Pietro Parolin bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada bulang November 2015 dan mengundangnya untuk datang ke Vatikan. Presiden juga mengatakan bahwa akan lebih juga jika paus datang ke Indonesia,” kata Ketua KWI Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo pada konferensi pers pekan lalu.

“Akan tetapi paus tidak akan datang ke Indonesia tahun ini,” kata Suharyo.

Meskipun paus tidak hadir, AYD akan tetap berjalan sesuai rencana dan berlangsung dari tanggal 30 Juli sampai 6 Agustus.

Menurut Mgr Suharyo, AYD ketujuh ini akan fokus pada pengembangan diri anak-anak muda sehingga bisa lebih dekat pada Tuhan, sesama dan ciptaan.

“Orang-orang muda akan didorong untuk melihat dunia apa adanya. Mereka akan berkomitmen untuk mengembangkan talenta yang diberikan Tuhan untuk menciptakan perubahan kecil,” kata Uskup Agung Jakarta ini.

Tidak akan ada diskusi politik dan anak-anak muda hanya fokus pada sukacita Injil. “Kita diselamatkan, karena itu kita juga menyebarkan kabar sukacita dengan cara yang konkrit,” lanjutnya, bukan dengan menyebarkan ayat Kitab Suci melainkan bagaiman Kitab Suci memengaruhi kehidupan masing-masing dan bagaimana menciptakan perubahan.

Uskup Ketapang¬†Pius Riana Prapdi selaku Ketua Komisi Kepemudaan KWI, mengatakan ada peningkatan jumlah orang-orang muda di Indonesia. “Saya optimistik gereja di Indonesia akan bisa menghadapi tantangan global,” kata Mgr Pius.

Mengenai even AYD ia mengatakan bahwa kegiatan itu akan membawa orang-orang muda untuk menguatkan gereja. “Orang muda itu kreatif dan memiliki banyak talenta. Mereka bisa menjadi agen perubahan dalam masyarakat,” lanjutnya.

Sedikitnya 3000 orang muda dari 26 negara di Asia akan ikut ambil bagian dalam kegiatan yang akan diselenggarakan di Yogyakarta. Kegiatan itu diawali dengan live-in selama tiga hari di 11 keuskupan dan tiga hari untuk acara puncak serta satu hari untuk pertemuan para pembina orang muda.

3 Comments on "Paus Fransiskus dipastikan tidak akan hadiri AYD di Yogyakarta"

  1. leo Agung Christanto on Tue, 14th Mar 2017 9:20 am 

    tetap semangat !!!

  2. Victor WP on Wed, 15th Mar 2017 8:36 pm 

    Salam

  3. Noendi on Tue, 21st Mar 2017 3:06 pm 

    Agak kecewa sih sebenarnya, tapi ya sudahlah apa boleh buat.tetep semangat aja buat ikut AYD, mungkin lain waktu paus akan datang berkunjung ke indonesia




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Otoritas Cina menggerebek Misa komunitas bawah tanah
  2. Gereja Indonesia dan aktivis mencari cara melindungi anak dari pornografi
  3. Misionaris Filipina menjadi pemimpin Konferensi Yesuit Asia Pasifik
  4. Pemimpin Partai Kristen Pakistan tidak diijinkan berobat dalam tahanan
  5. Kardinal Bo minta tokoh agama Myanmar aktif berdialog
  6. Survei: Umat Katolik di Hong Kong tidak paham tugas diakon
  7. Kehadiran umat di gereja Filipina cendrung menurun
  8. Orang Kristen menjadi kelompok teraniaya paling banyak di dunia
  9. FPI: Penyampaian dakwah jelang Pilkada DKI Jakarta efektif
  10. Petani Asia menolak uji coba padi hasil rekayasa
  1. Riset Wahid Foundation dan Kemenag Mei 2016 dan riset terpisah oleh Forum Keruku...
    Said fred on 2017-04-27 09:10:22
  2. Setuju Grace. Patut disayangkan dana sebesar itu "hanya" untuk membangun sesuatu...
    Said fred on 2017-04-27 08:34:15
  3. Admin, nggak salah tu orang kristen paling teraniaya. orang islam kali yg paling...
    Said Yesi on 2017-04-27 08:15:21
  4. Secara pribadi....sebaiknya bagi calon pemimpin jangan didukung oleh ormas agama...
    Said Ansel on 2017-04-26 14:41:04
  5. Terlalu bombastis dananya, lebih baik untuk kesejahteraan rakyat. Bisa jadi mala...
    Said Setyo on 2017-04-26 11:54:30
  6. Menurut saya, idenya sih boleh boleh saja tapi agak berlebihan. Duit sebanyak i...
    Said Grace on 2017-04-25 15:08:34
  7. Wajar saja kalau timbul kekhawatiran di kalangan minoritas karena kelompok radik...
    Said Aan Monterado on 2017-04-21 12:14:35
  8. Salut tuk kerja keras tim, tapi kritik utk peran pastor/suster, tetep aja yg kat...
    Said andreas jacob on 2017-04-17 14:16:16
  9. Menurut saya jika kita melihat dengan kondisi bangsa saat ini lebih bagus waktu ...
    Said Nick on 2017-04-15 10:04:04
  10. Saya harap juga setiap gereja di Jakarta dipersiapkan keamanannya.....
    Said Jenny Marisa on 2017-04-12 13:14:03
UCAN India Books Online