Imam ini minta maaf atas nama Jepang terkait ‘wanita penghibur’

14/03/2017

Imam ini minta maaf atas nama Jepang terkait ‘wanita penghibur’ thumbnail

Pastor Jun Nakai, SJ dari Jepang meminta maaf atas kesalahan negaranya di Korea selama Perang Dunia II di luar kedutaan Jepang di Seoul pada 1 Maret. (Foto: The Catholic Times of Korea)

Seorang imam Yesuit menyampaikan permohonan maaf atas nama negara Jepang karena menyimpan budak seks atau dikenal dengan “wanita penghibur” selama Perang Dunia II dan jaman penjajahan.

Pastor ┬áJun Nakai,SJ dari Simonoseki membuat permohonaan maaf itu dalam Misa Mingguan untuk mencari “keadilan bagi wanita penghibur” di luar kedutaan Jepang di Seoul, pada Hari Rabu Abu lalu. “Setelah saya mengetahui semua tindakan salah tersebut hati saya rasa sakit,” kata Pastor Nakai.

“Ketika saya kembali ke Jepan, saya akan mencoba membuat Jepang ingat sejarah yang kejam dan membangun masa depan dengan mendirikan patung-patung di dalam hati setiap orang Jepang,” kata imam itu, mengacu kepada patung-patung wanita penghibu yang berdiri tegak di luar kedutaan Jepang di Seoul, Korea Selatan.

Pastor Charles Ho Myeong-hwan, OFM, ketua Konferensi Tarekat Religius Pria Korea, mengatakan dalam kotbahnya, “Saya berdoa agar kebenaran terungkap terkait dengan wanita penghibur dan permintaan maaf dari pemerintah Jepang.”

Bulan Desember 2015, menteri luar negeri dari kedua negara itu sepakat bahwa Jepang akan membayar sebuah yayasan untuk mengurus korban budak seks yang masih hidup. Kesepakatan itu juga menyatakan bahwa pemerintahan kedua negara menganggap kasus itu terselesaikan.

ucanews.com

 

One Comment on "Imam ini minta maaf atas nama Jepang terkait ‘wanita penghibur’"

  1. Jenny Marisa on Tue, 14th Mar 2017 11:12 am 

    Permohonan maaf secara terbuka kiranya dapat menggantikan rasa luka hati sekaligus menyelesaikan celaan kepada Jepang secara terhormat.. pengorbanan untuk mengawali masa pertobatan. Berita yang menyentuh hati..




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Otoritas Cina menggerebek Misa komunitas bawah tanah
  2. Gereja Indonesia dan aktivis mencari cara melindungi anak dari pornografi
  3. Misionaris Filipina menjadi pemimpin Konferensi Yesuit Asia Pasifik
  4. Pemimpin Partai Kristen Pakistan tidak diijinkan berobat dalam tahanan
  5. Kardinal Bo minta tokoh agama Myanmar aktif berdialog
  6. Survei: Umat Katolik di Hong Kong tidak paham tugas diakon
  7. Kehadiran umat di gereja Filipina cendrung menurun
  8. Orang Kristen menjadi kelompok teraniaya paling banyak di dunia
  9. FPI: Penyampaian dakwah jelang Pilkada DKI Jakarta efektif
  10. Petani Asia menolak uji coba padi hasil rekayasa
  1. Riset Wahid Foundation dan Kemenag Mei 2016 dan riset terpisah oleh Forum Keruku...
    Said fred on 2017-04-27 09:10:22
  2. Setuju Grace. Patut disayangkan dana sebesar itu "hanya" untuk membangun sesuatu...
    Said fred on 2017-04-27 08:34:15
  3. Admin, nggak salah tu orang kristen paling teraniaya. orang islam kali yg paling...
    Said Yesi on 2017-04-27 08:15:21
  4. Secara pribadi....sebaiknya bagi calon pemimpin jangan didukung oleh ormas agama...
    Said Ansel on 2017-04-26 14:41:04
  5. Terlalu bombastis dananya, lebih baik untuk kesejahteraan rakyat. Bisa jadi mala...
    Said Setyo on 2017-04-26 11:54:30
  6. Menurut saya, idenya sih boleh boleh saja tapi agak berlebihan. Duit sebanyak i...
    Said Grace on 2017-04-25 15:08:34
  7. Wajar saja kalau timbul kekhawatiran di kalangan minoritas karena kelompok radik...
    Said Aan Monterado on 2017-04-21 12:14:35
  8. Salut tuk kerja keras tim, tapi kritik utk peran pastor/suster, tetep aja yg kat...
    Said andreas jacob on 2017-04-17 14:16:16
  9. Menurut saya jika kita melihat dengan kondisi bangsa saat ini lebih bagus waktu ...
    Said Nick on 2017-04-15 10:04:04
  10. Saya harap juga setiap gereja di Jakarta dipersiapkan keamanannya.....
    Said Jenny Marisa on 2017-04-12 13:14:03
UCAN India Books Online