UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Orang Kristen cemas setelah partai pro-Hindu semakin kuat

Maret 15, 2017

Orang Kristen cemas setelah partai pro-Hindu semakin kuat

Perdana Menteri Narendra Modi menyapa pendukung di kantor BJP di New Delhi pada 12 Maret. (Foto: IANS)

Partai Nasionalis Hindu, Bharatiya Janata Party India (BJP) semakin kuat setelah partai itu memenangkan beberapa pemilu negara bagian.

Kemenangan di empat dari lima negara bagian yang mengikuti pemilihan legislatif baru-baru ini akan membantu BJP mengkonsolidasikan posisi politiknya di India dan mendorong penuh semangat untuk mempromosikan hegemoni Hindu, meskipun konstitusi India yang memungkinkan semua warga negara untuk bebas memeluk dan menyebarkan agama apapun.

Salah satu negara tempat BJP memenangkan pemilihan adalah Uttar Pradesh, negara bagian yang paling padat penduduknya di India. Mereka memenangkan 324 dari 403 kursi, ketika hasilnya diumumkan pada 13 Maret. Sekitar 80 persen dari Uttar Pradesh 200 juta orang beragama Hindu.

BJP sudah memiliki mayoritas di majelis rendah parlemen dan sejak 2014 partai telah menjalankan pemerintah federal. Namun, ia tidak mayoritas di majelis tinggi tapi kemenangan pemilu baru-baru ini akan membantu semakin mendekati mayoritas, penting bagi daya tawar di parlemen. Mereka itu terpilih untuk legislatif negara bagian yang mengirim anggotanya ke majelis tinggi sebanyak 250 kursi.

“Ini akan membantu ke arah penyelesaian agenda Hindu dan pola pikir tertentu di negara yang percaya bahwa masyarakat minoritas tidak baik untuk negara,” kata AC Michael, seorang tokoh awam Katolik di Keuskupan Agung Delhi kepada ucanews.com.

Minoritas agama harus lebih berhati-hati karena kemenangan baru-baru ini telah menjadi tanda untuk pemilihan umum 2019, ungkap Michael.

BJP dan kelompok pro-Hindu sering melekat tuduhan berlaku diskriminasi dan kekerasan terhadap kelompok agama minoritas seperti Kristen dan Muslim.

Kekhawatiran orang Kristen

“Hasil pemilu telah memperburuk situasi” orang Kristen di negara itu, menurut Joseph Dias, pendiri Forum Katolik Sekuler, sebuah kelompok hak asasi Kristen di Mumbai, pusat perekonomian India dan tempat Keuskupan Agung Bombay, keuskupan yang paling padat penduduknya di negara itu.

Banyak lembaga-lembaga Kristen yang sudah diserang pemerintah dengan menghentikan pendanaan asing bagi mereka, kata Dias kepada ucanews.com.

Menurut laporan yang dirilis oleh kelompok Dais ‘pada bulan Februari, 10 orang Kristen tewas karena penganiayaan dan lebih dari 500 klerus dan tokoh masyarakat yang ditargetkan di seluruh negeri pada 2016 karena iman mereka atau dugaan kristenisasi. Sekitar 12.000 orang mengalami penganiayaan pada tahun yang sama, katanya.

Dalam pidato kemenangannya, Perdana Menteri India Narendra Modi pada 12 Maret mengatakan Bharatiya Janata Party akan mengajak semua orang  “dalam pemerintahan demokrasi yang terbentuk dengan mayoritas tetapi dijalankan dengan konsensus.”

Vijayesh Lal, sekretaris jenderal Persekutuan Injili India, mengatakan kepada ucanews.com bahwa pesan perdana menteri terus menjaga “harapan hidup kami.”

Selain Uttar Pradesh, pemilu juga diadakan di negara yang banyak orang Kristen, negara bagian Goa, dan di negara bagian Manipur, Uttrakhand dan Punjab.

Di Goa dan Manipur saingan Partai Kongres sekuler muncul sebagai partai terbesar tunggal tetapi BJP telah mempertaruhkan klaimnya untuk membentuk pemerintah di kedua negara bagian ini dengan bantuan pihak regional. Satu-satunya tempat BJP hilang berada di Punjab di mana mereka hanya bisa memenangkan 3 kursi  dari 117 kursi, dengan Partai Kongres yang memenangkan sebagian besar kursi.

Link: Pro Hindu party

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi