Gereja Indonesia hadapi dilema untuk membantu pekerja anak

16/03/2017

Gereja Indonesia hadapi dilema untuk membantu pekerja anak thumbnail

Seorang gadis mendorong gerobak saat sedang bekerja di salah satu perusahaan sawit di Pelalawan, Riau pada 16 Sept, 2015.. (Foto : Adek Berry/AFP)

Gereja Indonesia menghadapi kendala untuk membantu para pekerja anak yang terpaksa bekerja pada beberapa perusahaan kelapa sawit karena khawatir mereka dan keluarga mereka akan diusir dari perusahaan tempat mereka bekerja dan akhirnya mereka kehilangan mata pencaharian, kata seorang imam.

Berdasarkan wawancara dengan lebih dari seratus orang pekerja, Amnesty International melaporkan bahwa banyak dari para pekerja bekerja lembur tapi dibayar rendah, serta tidak menggunakan perlengkapan keselamatan yang memadai.

Menurut investigasi yang dilakukan pada bulan November tahun lalu, Amnesty mengatakan bahwa anak-anak yang masih berusia delapan tahun juga bekerja dalam kondisi yang ‘berbahaya’ di perusahaan kelapa sawit milik Wilmar International, perusahaan pembuat minyak sawit terbesar di dunia.

Pastor Frans Sani Lake, SVD, mengatakan perusahaan  berbasis di Singapura itu dan yang lainnya di Indonesia sangat sensitif dengan kritik, terutama jika itu berkaitan dengan kondisi para pekerja.

“Kami mengalami kesulitan untuk mengadvokasi para pekerja anak dan keluarga mereka,” kata direktur Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (JPIC) regio Kalimantan itu.

Pastor Lake mengatakan bahwa jika organisasi yang ia pimpin melakukan advokasi bagi mereka, anak-anak dan orangtua mereka dikhawatirkan akan diusir dari perusahaan dan gereja akan dilarang untuk memberikan pelayanan pastoral kepada mereka.

Yang bisa dilakukan adalah memberikan pelayanan sakramental dan kotbah pun harus berhati-hati, katanya.

Ia juga mengatakan bahwa perusahaan kelapa sawit di Kalimantan memanfaatkan pekerja anak, termasuk Wilmar Internasional, PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Group, dan PT Nabatindo Karya Utama.

Pastor itu menambahkan bahwa anak-anak dipaksa untuk bekerja dengan upah rendah karena orangtua mereka ingin agar target yang dibebankan kepada mereka oleh perusahaan bisa tercapai.

Arist Merdeka Sirait, mantan direktur Komisi Perlindungan Anak, mengatakan bahwa banyak pekerja anak di perusahaan perkebunan dan hak mereka untuk mendapatkan pendidikan seringkali diabaikan karena kebanyakan dari mereka tidak sekolah.

Ia mengatakan bahwa jumlah pekerja anak di Indonesia meningkat setiap tahun dan mereka terpaksa menghadapi kondisi yang membahayakan.

Menurut Sirait, lebih dari 10.000 anak bekerja di perusahaan sawit di seluruh Indonesia.

Mereka dan keluarga mereka hidup dalam ketakutan akan dapat perlakuan tidak baik jika mereka berbicara tentang kondisi yang tidak baik, katanya.

Dalam pernyataan Amnesty International mengatakan bahwa Wilmar International memaksa para pekerjanya untuk menandatangani dokumen yang menyatakan bahwa temuan organisasi kemanusiaan itu tidak benar dalam sebuah pertemuan dengan perwakilan serikat pekerja.

Namun Wilmar International telah mengklarifikasi bahwa tuduhan Amnesty International itu tidak benar.

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi sedang berupaya untuk menurunkan pekerja anak dan berjanji akan terus memperbaiki perlindungan bagi tenaga kerja di perusahaan sawit.

Link: Indonesian Church struggles

One Comment on "Gereja Indonesia hadapi dilema untuk membantu pekerja anak"

  1. anterajaya on Fri, 17th Mar 2017 8:49 am 

    KHususnya pekerja di Indonesia, bahwa Perusahaan adalah segalanya, pemerintah pun takut kepada petinggi peusahaan, jika para independen datang pasti terusik mereka, sehingga lsm independnt sangat memiliki kendala untuk orang tidak beruntung.




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Otoritas Cina menggerebek Misa komunitas bawah tanah
  2. Gereja Indonesia dan aktivis mencari cara melindungi anak dari pornografi
  3. Misionaris Filipina menjadi pemimpin Konferensi Yesuit Asia Pasifik
  4. Pemimpin Partai Kristen Pakistan tidak diijinkan berobat dalam tahanan
  5. Kardinal Bo minta tokoh agama Myanmar aktif berdialog
  6. Survei: Umat Katolik di Hong Kong tidak paham tugas diakon
  7. Kehadiran umat di gereja Filipina cendrung menurun
  8. Orang Kristen menjadi kelompok teraniaya paling banyak di dunia
  9. FPI: Penyampaian dakwah jelang Pilkada DKI Jakarta efektif
  10. Petani Asia menolak uji coba padi hasil rekayasa
  1. Riset Wahid Foundation dan Kemenag Mei 2016 dan riset terpisah oleh Forum Keruku...
    Said fred on 2017-04-27 09:10:22
  2. Setuju Grace. Patut disayangkan dana sebesar itu "hanya" untuk membangun sesuatu...
    Said fred on 2017-04-27 08:34:15
  3. Admin, nggak salah tu orang kristen paling teraniaya. orang islam kali yg paling...
    Said Yesi on 2017-04-27 08:15:21
  4. Secara pribadi....sebaiknya bagi calon pemimpin jangan didukung oleh ormas agama...
    Said Ansel on 2017-04-26 14:41:04
  5. Terlalu bombastis dananya, lebih baik untuk kesejahteraan rakyat. Bisa jadi mala...
    Said Setyo on 2017-04-26 11:54:30
  6. Menurut saya, idenya sih boleh boleh saja tapi agak berlebihan. Duit sebanyak i...
    Said Grace on 2017-04-25 15:08:34
  7. Wajar saja kalau timbul kekhawatiran di kalangan minoritas karena kelompok radik...
    Said Aan Monterado on 2017-04-21 12:14:35
  8. Salut tuk kerja keras tim, tapi kritik utk peran pastor/suster, tetep aja yg kat...
    Said andreas jacob on 2017-04-17 14:16:16
  9. Menurut saya jika kita melihat dengan kondisi bangsa saat ini lebih bagus waktu ...
    Said Nick on 2017-04-15 10:04:04
  10. Saya harap juga setiap gereja di Jakarta dipersiapkan keamanannya.....
    Said Jenny Marisa on 2017-04-12 13:14:03
UCAN India Books Online