Umat Katolik Kashmir berdoa untuk orang Kristen yang teraniaya

16/03/2017

Umat Katolik Kashmir berdoa untuk orang Kristen yang teraniaya thumbnail

Umat berdoa di Gereja Keluarga Kudus di Srinagar pada 12 Maret setelah Paus Fransiskus menyerukan agar umat berdoa bagi orang yang menjadi korban karena mempertahankan iman mereka (Foto Umar Shah)

Umat Katolik  di Jammu dan Kashmir negara bagian yang dilanda konflik di India berdoa bagi orang Kristen  yang dianiaya karena iman mereka dan demi berakhirnya kekerasan di seluruh dunia atas ajakan dari Paus Fransiskus.

Sekitar 300 umat Katolik dari Gereja Keluarga Kudus -yang sudah berdiri 129 tahun lalu- di ibukota negara bagian Srinagar 12 maret lalu berdoa untuk perdamaian. Paroki  ini merupakan  yang terbesar dan paling menonjol di negara ini dimana umat Katolik hanya minoritas kecil  di negara bagian berpenduduk mayoritas Muslim di India

Mereka menanggapi ajakan Paus Fransiskus  untuk secara khusus di bulan Maret berdoa bagi orang Kristen yang dianiaya.

“Mereka dianiaya dan dibunuh karena mereka orang-orang Kristen…. Bersama saya, kita  mendukung mereka dengan doa dan bantuan materi bersama seluruh gereja dan masyarakat,” kata Paus.

Prem Kumar, seorang Katolik mengatakan ia terinspirasi oleh Bapa Suci. “Kami membaca tentang bagaimana orang Kristen dianiaya di Somalia, Afghanistan dan Korea Utara. Kita telah melihat bagaimana beberapa orang dipenggal dan rumah mereka yang hancur. Ekstrimisme apapun berbahaya,” katanya.

Menurut laporan terbaru yang diterbitkan oleh lembaga non-profit Open Doors, sekitar 90.000 orang Kristen dibunuh karena iman mereka di seluruh dunia pada tahun 2016. Lebih dari 200.000 mengalami kekerasan atau penganiayaan bermotif agama.

Laporan sebelumnya oleh Center for Studies on New Religions juga diperkirakan 90.000 orang Kristen dibunuh karena iman. Peneliti  Massimo Introvigne menyebutkan Kristiani “kelompok agama yang paling teraniaya di dunia.”

Lila Richards, yang mengambil bagian dalam pelayanan rohani, mengatakan orang-orang Kristen di Kashmir selalu khawatir tentang munculnya intoleransi. “Kami telah melihat baik Muslim dan Kristen tertindas karena iman mereka. Kami berdoa untuk berakhirnya kekacauan ini,” katanya.

Pastor Roy Mathew, pastor paroki Gereja Katolik Keluarga Kudus mengatakan kepada ucanews.com mereka berdoa “tidak hanya untuk orang Kristen tetapi untuk orang dari semua agama yang menjadi target karena iman mereka.”

“Hal ini tidak bisa diperbaiki untuk menyaksikan orang tak berdosa yang dibantai, disiksa dan diperkosa karena agama mereka. Kemanusiaan harus didahulukan,” kata imam itu.

Jammu dan Kashmir negara telah menyaksikan banyak kekerasan dalam 30 tahun terakhir, yang diperkirakan 100.000 orang tewas, termasuk warga sipil, militan dan personil militer, setelah kelompok perjuangan mulai bersenjata untuk merdeka dari kekuasaan India.

Setidaknya 90 warga sipil tewas dan lebih dari 15.000 terluka selama pemberontakan lima bulan yang dimulai 8 Juli 2016. Lebih dari 12.000 ditangkap dan ditahan sebagai pasukan India memberontak.

Rahul De Souza, seorang jemaat dan mahasiswa mengatakan agama salah diartikan untuk keuntungan politik yang menghasilkan kekerasan. Tidak ada agama mengajarkan kekerasan tetapi “itu menyakitkan untuk melihat organisasi teror seperti yang disebut Negara Islam (ISIS) yang mempublikasikan nama-nama gereja di internet dan menyerukan pengikutnya untuk menyerang,” kata De Souza.

Sekitar 60 persen dari 12,5 juta penduduk negara bagian itu adalah Muslim dan Hindu sekitar 30 persen,  Negara bagian berpenduduk mayoritas Muslim India. Kristen kira-kira 35.000 orang, setengah dari mereka diperkirakan Katolik.

Link: Kashmir Catholics




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Otoritas Cina menggerebek Misa komunitas bawah tanah
  2. Gereja Indonesia dan aktivis mencari cara melindungi anak dari pornografi
  3. Misionaris Filipina menjadi pemimpin Konferensi Yesuit Asia Pasifik
  4. Pemimpin Partai Kristen Pakistan tidak diijinkan berobat dalam tahanan
  5. Kardinal Bo minta tokoh agama Myanmar aktif berdialog
  6. Survei: Umat Katolik di Hong Kong tidak paham tugas diakon
  7. Kehadiran umat di gereja Filipina cendrung menurun
  8. Orang Kristen menjadi kelompok teraniaya paling banyak di dunia
  9. FPI: Penyampaian dakwah jelang Pilkada DKI Jakarta efektif
  10. Petani Asia menolak uji coba padi hasil rekayasa
  1. Riset Wahid Foundation dan Kemenag Mei 2016 dan riset terpisah oleh Forum Keruku...
    Said fred on 2017-04-27 09:10:22
  2. Setuju Grace. Patut disayangkan dana sebesar itu "hanya" untuk membangun sesuatu...
    Said fred on 2017-04-27 08:34:15
  3. Admin, nggak salah tu orang kristen paling teraniaya. orang islam kali yg paling...
    Said Yesi on 2017-04-27 08:15:21
  4. Secara pribadi....sebaiknya bagi calon pemimpin jangan didukung oleh ormas agama...
    Said Ansel on 2017-04-26 14:41:04
  5. Terlalu bombastis dananya, lebih baik untuk kesejahteraan rakyat. Bisa jadi mala...
    Said Setyo on 2017-04-26 11:54:30
  6. Menurut saya, idenya sih boleh boleh saja tapi agak berlebihan. Duit sebanyak i...
    Said Grace on 2017-04-25 15:08:34
  7. Wajar saja kalau timbul kekhawatiran di kalangan minoritas karena kelompok radik...
    Said Aan Monterado on 2017-04-21 12:14:35
  8. Salut tuk kerja keras tim, tapi kritik utk peran pastor/suster, tetep aja yg kat...
    Said andreas jacob on 2017-04-17 14:16:16
  9. Menurut saya jika kita melihat dengan kondisi bangsa saat ini lebih bagus waktu ...
    Said Nick on 2017-04-15 10:04:04
  10. Saya harap juga setiap gereja di Jakarta dipersiapkan keamanannya.....
    Said Jenny Marisa on 2017-04-12 13:14:03
UCAN India Books Online