UCAN Indonesia Catholic Church News
LA CIVILTÀ CATTOLICA

Petani Nusa Tenggara Timur tolak pupuk kimia

17/03/2017

Petani Nusa Tenggara Timur tolak pupuk kimia thumbnail

Pastor Andreas Wilibrodus Bisa, OFM, (kiri), direktur eco-pastoral Fransiskan, memandu warga desa Timbang, Kab. Manggarai, dalam upaya melindungi mata air

 

Para petani di Provinsi Nusa Tenggara Timur mendeklarasikan penolakan terhadap penggunaan pupuk kimia untuk mendukung pola pertanian organik yang disponsori gereja.

Deklarasi itu disampaikan oleh 30 organisasi pemberdayaan petani usai menggelar rapat bersama di Maumere, Kabupaten Sikka pada 3-9 Maret.

Organisasi-organisasi itu merupakan mitra kerja sama dari Misereor – lembaga donor Konferensi Para Uskup di Jerman serta Massipag, lembaga riset pertanian yang berbasis di Filipina.

Sekitar 70 persen dari lima juta penduduk Nusa Tenggara Timur adalah petani.

Herry Naif, manager program Wahana Tani Mandiri (WTM), organisasi yang memfasilitasi pertemuan itu menyatakan, para petani berkomitmen mengembangkan pertanian berkelanjutan dan mendukung upaya konservasi sumber daya alam.

“Yang akan dilakukan adalah memanfaatkan pupuk organik dan meninggalkan pupuk kimia. Para petani juga berkomitmen menolak bantuan pemerintah berbahan kimia,” katanya, Rabu, 15 Maret.

Untuk mendukung, hal itu, jelasnya, sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik, akan terus digalakkan, “yang memanfaatkan daun-daunan, kotoran hewan, jerami dan jenis sampah yang mudah lapuk.”

Selain itu, jelas Naif, mereka juga berkomitmen mengembangan pangan lokal, yang selama ini terpinggirkan, akibat ketergantungan pada tanaman pangan padi.

“Ada beragam jenis pangan yang ada di sini yang diwariskan dari nenek moyang. Namun, sudah sekian lama ditinggalkan,” katanya.

Naif menjelaskan, organisasi-organisasi pemberdayaan petani menyadari bahwa pupuk kimia memiliki dampak negatif, terutama terhadap kondisi tanah.

“Para petani mengeluh soal tanah yang kesuburannya menurun, hasil pertanian mereka juga kian menurun. Kami meyakini, pertanian organik bisa menjadi solusi,” jelasnya.

Pastor Wilibrodus Andreas Bisa OFM, direktur ekopastoral Fransiskan yang berbasis di Flores barat menyebut komitmen para petani itu sebagai bentuk peningkatan kesadaran akan bahaya kerusakan lingkungan.

“Itu tentu berdasarkan pengalaman konkret mereka,” katanya.

Ekopastoran sudah mulai melakukan kampanye pertanian organik sejak tahun 2000-an dan mampu mengatasi persoalan para petani yang mengalami penurunan produktivitas.

Pastor Andre menjelaskan, program itu sudah mendapat respon dari pemerintah.

“Di kabupaten Manggarai, dinas pendidikan telah mewajibkan semua sekolah mengajarkan mata pelajaran pertanian organik di sekolah,” katanya.

Selain pengembangan pertanian organik, jelasnya, program mereka juga terarah pada upaya konservasi hutan dan mata air.

“Upaya penghijauan kini sudah makin gencar. Kami mengajak para petani untuk mewariskan kepada anak cucu mata air, bukan air mata,” katanya.

Sementara itu, Kris Bheda Somperpes dari Sunspirit for Justice and Peace, LSM yang berbasis di Labuan Bajo, Manggarai Barat menyatakan, ketergantungan para petani terhadap bahan-bahan kimia sudah sangat tinggi.

Di Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, kata dia, di mana terdapat 7.000 hektar lahan sawa yang awalnya dikenal sebagai lumbung padi, kini mengalami masalah serius.

“Petani percaya bahwa mereka harus menggunakan setidaknya lima jenis bahan kimia setiap kali musim tanam,” katanya. “Mereka berpikir jika tidak menggunakan itu, maka mereka tidak akan mendapatkan hasil.”

Link: Indonesian farmers reject chemical fertilizer




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Suster yang dibunuh di India ini akan segera dibeatifikasi
  2. Paus minta calon penerima Krisma agar tidak lakukan ‘bully’
  3. Militer Myanmar hadang bantuan untuk pengungsi
  4. Gereja di NTT dapat nilai merah untuk keterlibatan sosial
  5. Etnis Rakhine tolak status kewarganegaraan Rohingya
  6. Calon terkuat pemimpin Hong Kong ini bicara soal iman Katolik
  7. Vietnam tangkap dua blogger karena melawan pemerintah
  8. Hati yang beku akan membuatmu berpaling dari Tuhan
  9. Pelaku pedofilia berkeliaran di Indonesia, keluarga Katolik cemas
  10. Tokoh Katolik ini calon presiden terkuat Korea Selatan
  1. kesejahteraan fisik, material, harus diperhatikan oleh permerintah. Upaya gereja...
    Said Jenny Marisa on 2017-03-27 10:50:35
  2. Retreat is really helpful and crucial since by having special chance in silence ...
    Said Alot Andreas on 2017-03-26 15:18:10
  3. industri malah sering bikin susah.. di Indonesia saat ini petani menolak dibangu...
    Said Jenny Marisa on 2017-03-23 11:34:22
  4. alam yang subur, tanah pertanian, perkebunan sayang kalau digunakan untuk indust...
    Said Jenny Marisa on 2017-03-23 08:57:04
  5. Tetap maju terus perjuangan hidup di planet ini penjara besar sudah terlepas mak...
    Said NIKODEMUS KOWIP on 2017-03-21 15:38:37
  6. Agak kecewa sih sebenarnya, tapi ya sudahlah apa boleh buat.tetep semangat aja b...
    Said Noendi on 2017-03-21 15:06:40
  7. memang dilema misa perkawinan dengan lagu2 berirama pop. di madah bakti dan puji...
    Said billy suandito on 2017-03-21 11:27:37
  8. profisiat untuk keuskupan agung semarang, yang telah mendapat Uskup Baru....
    Said rony on 2017-03-21 09:49:12
  9. KHususnya pekerja di Indonesia, bahwa Perusahaan adalah segalanya, pemerintah pu...
    Said anterajaya on 2017-03-17 08:49:31
  10. Salam...
    Said Victor WP on 2017-03-15 20:36:20
UCAN India Books Online