UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Pidato pria ini membuat perempuan Hongkong marah

Maret 17, 2017

Pidato pria ini membuat perempuan Hongkong marah

Perempuan Hongkong menyalakan lilin saat peringatan Hari Perempuan Dunia tanggal 8 Maret, 2017. (Foto: Anthony Wallace/AFP)

Kelompok hak asasi perempuan menuntut pengunduran diri ketua Komisi untuk Kesetaraan Hongkong menyusul pidatonya  yang  memberi stereotip pada peran perempuan.

Peran yang dimainkan oleh perempuan dalam keluarga, melakukan tugas rumah tangga, misalnya, tidak digantikan oleh laki-laki, kata Alfred Chan Cheung-ming ketika pidato pada hari Perempuan Internasional  di Yayasan Perempuan pada 8 Maret lalu.

Chan juga mengatakan anak perempuan lebih perhatian dan lebih baik dalam merawat  orang tua. Dia mengambil dirinya sebagai contoh dan mengatakan istrinya mengurus orangtuanya dan dia akan meminta putrinya untuk merawatnya ketika ia tua daripada meminta anak laki-lakinya karena ia harus bekerja.

Delapan kelompok hak-hak perempuan melancarkan protes dengan  kampanye tanda tangan.

“Ketidakpekaannya untuk isu-isu gender menunjukkan ia tidak kompeten untuk berada di pos ini,” kata mereka.

“Makna Hari Perempuan Internasional bukanlah hari untuk memberikan wanita hak istimewa tambahan dan pujian untuk pengorbanan mereka tetapi untuk meminta perhatian publik tentang ketimpangan gender dan menentang segala macam diskriminasi gender,” kata peserta kampanye.

Sekitar 600 kelompok dan individu menandatangani pernyataan pada tanggal 15 Maret juga mengatakan bahwa “pekerjaan rumah tangga harus dibagi oleh semua anggota keluarga, bukan hanya wanita.”

Itu “tidak pantas” untuk Chan berbicara “hal-hal seperti” sebagai kepala komisi yang karyanya seharusnya mempromosikan kesetaraan, kata Jackie Hung dari Komisi Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Hong Kong, dalam  penandatanganan kampanye.

“Pidatonya diperkuat ketimpangan,” katanya, menambahkan bahwa ia berharap ia akan dicopot dari jabatannya.

Para pengunjuk rasa juga mengatakan kelompok hak-hak perempuan telah berjuang untuk mendapatkan upah yang sama bagi perempuan di tempat kerja, tetapi komisi belum mendukung usaha mereka.

Pada Maret 2016 Chan juga meyulut kemarahan karena menggunakan istilah sehari-hari lo tung (pecandu narkoba)  untuk meyebut orang-orang LGBT dan  dukungannya untuk kamp pengungsi  di Hong Kong sangat terbatas.

Menanggapi kritik kepadanya, Chan mengatakan ia selalu hormat kepada perempuan. Pidatonya dimaksudkan untuk memuji perempuan atas kontribusi mereka dan tidak  bermaksud memperkuat stereotip gender.

Link: Equal opportunity

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi