Pengadilan Filipina lamban memutuskan nasib Mary Jane

29/03/2017

Pengadilan Filipina lamban memutuskan nasib Mary Jane thumbnail

Orangtua Mary Jane Veloso, seorang perempuan Filipina yang divonis mati di Indonesia menyalakan lilin di luar gereja di Manila. (Angie de Silva)

Keputusan pengadilan Filipina menunda kesaksian Mary Jane Velosa yang dijatuhi hukuman mati di Indonesia, hanya menunda ketidakpastian nasibnya, kata seorang uskup di Manila.

“Keputusan itu hanya mengarah ke ketidakpastian seputar kasus dan penderitaan berkepanjangan untuk [Mary Jane Veloso],” kata Uskup Ruperto Santos dari Balanga, Kepala Komisi untuk Migran Konferensi Waligereja Filipina.

Pada tanggal 27 Maret, Pengadilan Banding Filipina mengeluarkan “perintah penahanan sementara” mencegah Veloso memberikan kesaksian tertulis dari dalam penjara Indonesia pada tanggal 27 April.

Pengadilan mengeluarkan keputusan setelah orang yang diduga merekrut Mary Jane mengklaim tidak adil bagi Veloso untuk mengeluarkan kesaksian tertulis dan bukan muncul di pengadilan.

Pemerintah Indonesia menunda eksekusi Mary Jane pada tahun 2015 untuk memungkinkan dia bertindak sebagai saksi selama persidangan para perekrutnya.

Sebuah pengadilan daerah di provinsi Nueva Ecija sebelumnya memutuskan bahwa Veloso bisa bersaksi melawan perekrut nya melalui kesaksian tertulis.

Pengadilan Banding mengatakan dibalik keputusan pengadilan yang lebih rendah, pengadilan daerah melakukan suatu “pelanggaran berat.”

Pengadilan mengatakan itu adalah pelanggaran terhadap hak-hak Mary Jane karena ia tidak dapat bersaksi berhadapan muka dengan para perekrutnya.

Pemerintah Indonesia memberikan Mary Jane penangguhan hukuman karena para perekrutnya telah menyerahkan diri kepada polisi.

Pemerintah Filipina meyakinkan pihak berwenang Indonesia bahwa kesaksian Mary Jane sangat berharga dalam penuntutan tersangka perekrutnya.

Indonesia, mengatakan bagaimanapun Mary Jane hanya bisa bersaksi dari penjara.

Uskup Santos mengatakan keputusan pengadilan Filipina pada 27 Maret untuk menunda kesaksian Mary Jane yang dijadwalkan oleh Indonesia “menyedihkan dan mengecewakan.”

Ini hanya memperpanjang penderitaan Jane, kata uskup.

Uskup Santos mengatakan apa yang dilakukan  Pengadilan Banding Filipina merugikan Jane dan menghalangi kebenaran dan keadilan.”

“Indonesia sedang menunggu keputusan pengadilan kami, dan pengadilan kita harus membuat keputusan. Tapi apa yang dilakukan [Pengadilan Banding] menunda keadilan,” katanya.

Uskup Santos terus menyuarakan agar Presiden Filipina Rodrigo Duterte membantu Jane dengan memerintahkan pengadilan Filipina untuk mempercepat sidang dugaan perekrut Jane.

“Mari kita ingat bahwa pemerintah Indonesia sedang menunggu kita,” katanya.

Persidangan dugaan perekrut Jane bisa membuktikan bahwa ia diperdagangkan untuk menjadi penyelundup narkoba.

“[Jane] adalah korban, bukan pengguna atau pengedar,” kata Uskup Santos.

Awal tahun ini, ketika Indonesia mengumumkan bahwa eksekusi ditunda, uskup meminta pemerintah Filipina untuk mengambil keuntungan dari penundaan itu dengan mempercepat proses sidang dugaan perekrut Jane.

Pengacara Veloso juga menyatakan kecewa dan frustrasi setelah mengetahui keputusan  Pengadilan Banding Filipina.

“Kami tidak akan berhenti melakukan segala cara hukum yang adil digabung dengan tindakan politik untuk memastikan bahwa dia diizinkan untuk berbicara tentang kebenaran, seluruh kebenaran dan hanya kebenaran,” kata Edre Olalia, presiden Persatuan  Pengacara Rakyat Nasional.

Baca juga: Court delays Mary Jane’s fate




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Dampak ‘Buruk’ Poligami Bagi Wanita Bangladesh
  2. Dua Kardinal Asia Protes atas Penahanan Politikus Muda Hong Kong
  3. OMK Harus Menumbuhkan Nilai-nilai Kemanusiaan
  4. Peresmian Pemerintah Baru Timor-Leste Tertunda
  5. Katolik dan Muslim di Purwokerto Bertekad Memerangi Hoax
  6. Prihatin dengan Kondisi Filipina, Kardinal Tagle Tawarkan Dialog Nasional
  7. Uskup Kirim Tim untuk Melindungi Warga dari Pembunuhan
  8. Pemerintah China Perintahkan Pemakaman Berbeda untuk Dua Uskup Ini
  9. Ketika Upaya Damai Dibayangi Ketakutan akan Perang Nuklir
  10. Uskup Militer Ajak Anggota TNI/POLRI Katolik Wujudkan Nilai-nilai Kristen
  1. Dengan hormat, Bisakah saya mendapatkan nomor telepon untuk menghubungi Ibu P...
    Said Djatu on 2017-08-21 15:55:06
  2. Lau kita selalu di teror sama roh jahat kita tidak perlu takut untuk melawan roh...
    Said Tuhan besertaku on 2017-08-19 22:15:11
  3. Di dalam alkitab tidak ada tertulis bahwa salib mempunyai kuasa..yang benar hany...
    Said Tuhan besertaku on 2017-08-19 22:00:45
  4. Saya ingin dapatkan versi Bahasa Indonesia buku panduan Legionis Maria( Legion o...
    Said Maria Ithaya Rasan on 2017-08-15 14:22:31
  5. Visitator Apostolik itu tugasnya adalah mengunjungi pihak-pihak yang dianggap me...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-14 11:40:48
  6. Ada asap PASTI karna ada api... Tontonlah film 'Spotlight' yg brdasarkn kisah n...
    Said RESI Kurniajaya on 2017-08-12 22:38:30
  7. Teman-teman saudara-saudariku yang ada di dan berasal dari Keuskupan Ruteng. Saa...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-12 15:12:04
  8. Berita menggembirakan, shg para imam tak memberi eks komunikasi bagi yang berce...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 20:10:43
  9. Permasalahan di Keuskupan Ruteng sampai mencuat seperti ini, tentu tidak main ma...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 16:19:26
  10. Keberadaan uskup bukan seperti presiden hingga kepala desa, yang dilakukan melal...
    Said aloysius on 2017-08-11 10:53:19
UCAN India Books Online