Pengamat: Agama digunakan karena kalah adu program

30/03/2017

Pengamat: Agama digunakan karena kalah adu program thumbnail

Kampanye dengan mengeksploitasi sentimen keagamaan oleh kelompok garis keras terus digulirkan untuk menggagalkan terpilihnya kembali Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, kata pengamat politik.

Menurut pengamat sentimen agama digunakan sebagai senjata pamungkas karena dari sisi program tidak bisa mengalahkan Ahok.

Jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan gubernur petahana ini berada di belakang lawannya Anies Baswedan menjelang pemilihan gubernur Jakarta putaran kedua 19 April mendatang.

Jajak pendapat Lingkaran Survei Indonesia menunjukkan yang memilih Ahok  40 persen, sementara saingannya Anies Rasyid Baswedan, yang juga didukung oleh kelompok garis keras, memimpin dengan 49 persen.

Sedangkan  Lembaga Survei Indonesia,  pemilih Ahok pada 39,7 persen, dan Anies pada 46,3 persen.

Bonar Tigor Naipospos, wakil direktur Setara Institute untuk Demokrasi dan Perdamaian mengatakan penurunan dukungan untuk Ahok terutama disebabkan politisasi agama yang telah mengambil  suara masyarakat akar rumput  sejak Ahok muncul sebagai pemenang pada pemilu 15 Februari lalu.

Menurut Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta Ahok memenangkan 42,9 persen suara, sementara Anies 39,9 persen.

“Pemanfaatan agama adalah satu-satunya cara menyaingi dan mengalahkan Ahok, karena kebijakan Gubernur selama masa jabatan pertamanya sangat populer dikalangan warga Jakarta,” katanya.

Menurut Tigor, ini sebuah anomali. Meskipun 65 persen publik yang puas dengan dia, mereka tidak ingin dia kembali memegang jabatan periode kedua hanya karena ia adalah seorang non-Muslim.

Usep Ahyar, seorang analis politik dari Populi Center mengatakan pengaruh yang kuat dari isu-isu agama tidak boleh dianggap remeh, karena menunjukkan nada intimidasi yang digunakan umat Islam untuk tidak memilih Ahok.

“Banyak orang yang kehilangan kebebasan mereka untuk membuat pilihan. Mereka diancam  oleh rasa takut untuk melawan taktik yang digunakan oleh para pemimpin agama dan kelompok-kelompok tertentu melawan Ahok,” katanya.

Agama dijual murah

Hal ini dapat kita lihat dukungan untuk Anies makin intensif dalam beberapa minggu terakhir. Taktik yang digunakan misalnya larangan untuk menyolatkan jenazah bagi Muslim yang terbukti memilih pemimpin kafir atau penghujat.

Pada tanggal 11 Maret, beberapa Muslim menghina Djarot Saiful Hidayat, menyebut dia seorang “kafir” dan melarangnya memasuki sebuah masjid di Jakarta Timur.

Sebuah kampanye online di internet juga telah menyebarkan pesan yang mengatakan bahwa mereka yang memilih gubernur Non-Muslim tidak akan masuk surga.

Serangan soal agama terhadap Ahok berlangsung sejak akhir tahun lalu ketika Ahok dituduh menghina agama Islam. Saat ini Ahok sedang diadili dan jika terbukti menista agama Islam ia bisa mendekam di penjara.

Pastor Yohanes Kristoforus Tara, seorang imam Fransiskan yang bekerja untuk komisi Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (JPIC OFM), menggambarkan pengggunaan agama untuk meraih kekuasaan sebagai bentuk paling vulgar dari politik sektarian.

Dia mengecam secara khusus larangan menyolatkan jenazah di masjid.

Ia meminta agar agama dikembalikan pada esensinya, dan membiarkan agama membawa pembebasan bagi pemeluknya, serta mengembalikan tempat ibadah untuk kesucian, dan membiarkan orang mati dengan bebas menghadap Tuhan.

Ahmad Syiafii Maarif, seorang muslim moderat yang terkenal, mengutuk taktik yang digunakan dalam pemilihan di Jakarta dan mengatakan agama telah dijual dengan harga murah.

“Sangat disayangkan bahwa orang semacam ini ada di negara kita,” katanya.

Taufik Basari, salah satu tim kampanye Ahok mengakui bahwa pemicu sentimen agama telah menempatkan mereka dalam situasi yang sulit.

“Tapi kami memastikan bahwa makin banyak orang yang sadar bahwa [ketegangan agama] memberikan dampak negatif pada negara kita,” katanya.

2 Comments on "Pengamat: Agama digunakan karena kalah adu program"

  1. Jenny Marisa on Thu, 30th Mar 2017 11:09 pm 

    “orang semacam ini” justru ada banyak… dan ingin menguasai segala peraturan… Memang mengkhawatirkan untuk masa depan.

  2. Matheus Krivo on Thu, 6th Apr 2017 3:08 pm 

    Sentimen keagamaan memang masih akan selalu hadir dalam ranah politik di era demokrasi. Kelebihan agama adalah memiliki pengikut yang besar dan berfanatis.Kasus DKI Jakarta adalah pengungkapan secara vulgar praktek sentimen itu yang selama ini terkesan laten. Momen Pilkada DKI 2017 adalah ruang membuka selebar-lebarnya borok kehidupan berbangsa dan bernegara yang selama ini ambivalen. Negara pisah dari urusan agama; namun riilnya urusan agama juga mengatur tentang keagamaan; kaum mayoritas. AHOK telah membuka tabir bangsa ini. EFATA! Putaran kedua Pilkada DKI; apakah pemimpin terpilih berpihak kepada yang baik atau yang buruk. Hati kecil saya mengatakan tidak. Paket yang terpilih adalah mereka yang baik dan mandapat restu dari yang Ilahi. Manusia akan diarahkan oleh yang Ilahi untuk memilih pemimpin yang baik




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Surat Dari Roma: Pemecatan prefek Kongregasi Ajaran Iman
  2. Aktivis kecam Jokowi terkait perintah menembak penyelundup norkoba
  3. PM Singapura ingatkan ancaman kelompok ekstrimis
  4. Warga Timor-Leste inginkan koalisi pemerintahan yang pro-rakyat
  5. Kardinal Zen kritik pengadilan yang mendiskualifikasi anggota parlemen
  6. Pendukung Mgr Hubertus Leteng meminta umat membela uskup
  7. Paus sumbang €25.000 untuk membantu warga di Afrika Timur
  8. Setelah kelompok teroris, ini target serangan Duterte berikutnya
  9. India memberikan pelatihan bagi jutaan PRT
  10. Pemimpin lintas agama mendoakan para pahlawan di rumah Aung San Suu Kyi
  1. Sebagai awam Katolik saya sangat prihati dengan kemelut yang tengah terjadi di ...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-07-26 07:00:27
  2. Syalom, semua saudara. Tolong baca baik-baik, Pal Alex Marwata tidak mengatakan ...
    Said Aurel on 2017-07-24 16:04:09
  3. KPK ingin audit Gereja ? Gak salah, ada udang dibalik batu, ada unsur politik bs...
    Said Bonbon on 2017-07-23 21:19:37
  4. KPK tentunya tak berwenang mengaudit keuangan lembaga agama seperti gereja karen...
    Said Willy Nggadas on 2017-07-23 16:22:59
  5. Apapun undang-undangnya, soal perbuatan baik dalam hal ini gereja bebas korupsi...
    Said Alexander on 2017-07-23 07:02:14
  6. Good morning...
    Said Bienvenhu on 2017-07-23 05:19:23
  7. Pandangan yg rasional bila keterbukaan itu di mulai dari Gereja Katolik seperti ...
    Said Matias on 2017-07-22 21:51:12
  8. Sudah saatnya gereja accountable. https://www.naulinovation.com:8443/onebody/...
    Said Leonard on 2017-07-22 17:15:48
  9. Segera laksanakan audit keuangan Gereja dan KUB....
    Said Rey on 2017-07-22 13:47:36
  10. Audit Keuangan Hirarki Gereja Katolik Perlu dan wajib. Syaratnya hanya perlu goo...
    Said AB Raturangga on 2017-07-22 11:07:47
UCAN India Books Online