Pendidikan di Pakistan rusak parah akibat serangan Taliban

03/04/2017

Pendidikan di Pakistan rusak parah akibat serangan Taliban thumbnail

Dalam foto arsip ini para siswa dan aktivis Pakistan berkumpul dekat papan yang mencantumkan foto korban pembantaian di sekolah Peshawar 16 Des. 2014. (Arif Ali/AFP)

Laporan terbaru Human Rights Watch menyebutkan bahwa serangan yang dilakukan Taliban dan kelompok militan lainnya telah menyebabkan kerusakan parah pada sistem pendirikan di Pakistan.

Pakistan mengalami tantangan pendidikan yang serius, dengan perkiraan 25 juga anak putus sekolah. Laporan dengan tajuk Dreams Turned into Nightmares: Attacks on Students, Teachers and Schools in Pakistan, itu berisikian kesaksian bagaiman kekerasan kelompok militan mengacaukan pendidikan dari ratusan ribu anak-anak, terutama para gadis. Laporan itu juga mendokumentasi contoh-contoh penggunaan lembaga pendidikan oleh militan.

“Taliban dan militan lainnya telah berulangkali melakukan serangan yang mengerikan terhadap sekolah-sekolah Pakistan, menghancurkan kehidupan dan pendidikan para siswa,” kata Bede Sheppard, wakil direktur hak anak di HRW.

“Serangan sering terjadi karena terlalu sering pihak otoritas melindungi para militan atau gagal menghukum mereka.”

Pemerintah Pakistan seharusnya mengambil langkah darurat untuk membuat sekolah-sekolah lebih aman, dan menghukum secara adil mereka yang bertanggunjawab atas serangan-serangan terhadap sekolah, para siswa dan guru, kata laporan HRW.

Laporan setebal 71 halaman itu berisi tentang serangan-serangan yang dilakukan oleh militan dari Januari 2007 hingga Oktober 2016 yang merusakkan bangunan sekolah, menargetkan para guru dan siswa, serta meneror orangtua sehingga membuat anak-anak mereka takut ke sekolah. Serangan-serangan tersebut seringkali diarahkan kepada murid perempuan, guru-guru dan sekolah mereka, sehingga para gadis itu tidak bisa mengenyam pendidikan.

Menurut laporan Global Terrorism Database, terjadi 867 serangan terhadap lembaga pendidikan di Pakistan dalam kurun waktu antara 2007 hingga 2015, menyebabkan 392 kerusakan dan 724 orang terluka.

“Serangan terhadap pendidikan tidak hanya mencederai para siswa dan keluarga, tapi juga dampak negatif dalam jangka panjang terhadap masyarakat Pakistani,” kata Sheppard.

Baca juga: Pakistani education suffering badly from Taliban attacks




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Paham radikalisme sangat membahayakan bagi kaum minoritas dan tdk menutup kemung...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-30 01:41:03
  2. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  3. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  4. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  5. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  6. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  7. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  8. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  9. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  10. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
UCAN India Books Online