Imam asal Prancis bantu pengungsi Kristen asal Korea Utara

05/04/2017

Imam asal Prancis bantu pengungsi Kristen asal Korea Utara thumbnail

Aktivis HAM Korea Selatan melakukan protes di luar kedutaan Cina di Soul mendesak Beijing untuk membatalkan rencama memulangkan pengungsi asal Korea Utara (Jung Yeon-je/AFP)

Seorang imam asal Prancis yang bekerja untuk para pengungsi Korea Utara di Cina mengatakan bahwa kondisi para pengungsi sangat memprihatinkan untuk bisa bertahan hidup di bawah kekuasaan diktator Kim Jong-un dan mendesak pemerintah Cina untuk memberikan perlindungan kepada mereka yang melarikan diri dari negara yang dikuasai komunis itu.

Pastor Philippe Blot, yang bekerja dengan Paris Foreign Mission Society, menggambarkan situasi yang dialami pengungsi Korea Utara sangat dramatis karena mereka melarikan diri ke Cina untuk menghindari kelaparan, demikian laporan National Catholic Reporter.

“Ada 200.000 warga Korea Utara sekarang di Cina yang terpaksa direpatriasi,” kata Pastor Blot dalam wawancara dengan harian Prancis Le Monde akhir pekan lalu. “Mereka semua tahu mereka akan disiksa, dikirim ke kamp-kamp dan mungkin saja akan dibunuh,” katanya.

Imam itu mengatakan dia sudah dimintai bantuan oleh para pengungsi ketika dirinya bertugas di Keuskupan Andong dan Suwon, Korea Selatan, dan sudah pergi ke Cina tahun 2010 untuk membantu membangun jaringan penerimaan.

“Ketika seorang warga Korea Utara melarikan diri, keluarganya dianggap pengkianat dan dikirim ke kamp tahanan. Jadi pertama-tama kami harus memverifikasi apakah mereka sudah ditahan sebelum membantu melalui kontak kami orang-orang Korea Utara,” kata Blot.

“Tapi mereka yang berada di Cina masih dalam situasi ilegal dan berbahaya,” kata imam itu.

Pelayanan diijinkan pada satu gereja Katolik di Pyongyang, juga dua gereja Protestan dan satu gereja Ortodox.

Negara itu memiliki 100.000 Katolik dan sekitar 200.000 Protestant sebelum dikuasai komunis. Kelompok hak asasi manusia memperkirakan sekurangnya  30.000 orang Kristen ditahan di penjara dan kamp pekerja.

Baca juga: Priest issues plea for North Korean refugees




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  2. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  3. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  4. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  5. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  6. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  7. Gereja dibakar, darurat militer diumumkan di Mindanao
  8. Calon imam SVD mengajar di Pondok Pesantren
  9. Uskup Filipina menyamar jadi petani untuk melihat kegiatan paroki
  10. Umat Katolik Pakistan marah atas pembatasan media sosial
  1. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  2. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  3. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  4. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  5. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  6. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  7. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  8. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
  9. Ingat kita di Indonesia. Semua mayoritas dan minoritas. Ketika ada pihak mengkla...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:43:38
  10. Pro Ecclecia et patria! Demi bangsa kita juga harus tegas menghadapi kekuatan ra...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:35:34
UCAN India Books Online