Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri pertama di Indonesia diresmikan

07/04/2017

Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri pertama di Indonesia diresmikan thumbnail

Menag Lukman Hakim Saifuddin bersama Gubernur Kalbar Cornelis dan Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus menarik tirai menandai peresmin Sekolah Tinggi Agama Katolik (STAKat) Negeri Pontianak

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan Sekolah Tinggi Agama Katolik (STKat) Negeri Pontianak. Perguruan Tinggi ini merupakan STKat Negeri pertama di Indonesia.

Peresmian ditandai pembukaan tirai dan penandatanganan prasasti STAKat yang dilakukan oleh Menag, Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, dan Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus. Ikut hadir dalam peresmian ini, Dirjen Bimas Katolik Eusabius Binsasi, Kepala Kanwil Kemenag Kalbar Syahrul Yadi, serta civitas akademika STAKat dan ratusan masyaratkat Pontianak.

Menag Lukman mengapresiasi kehadiran STKat Pontianak selaku Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri pertama di Kalimantan Barat, bahkan Indonesia. Menurutnya, pendidikan keagamaan memiliki posisi strategis dalam ikut menjaga kualitas kerukunan hidup umat beragama di Indonesia.

Menag juga mengapresiasi kiprah dan peran para pemuka agama di Kalimantan Barat, utamanya Katolik, bersama Pemerintah Daerah dalam menjaga kerukunan hidup antar umat beragama.

“Saya hadir di sini untuk menyampaikan apresiasi. Pemerintah Pusat merasa amat terbantu oleh umat beragama, khususnya umat Katolik, dan semua pihak yang secara langsung atau tidak langsung ikut membantu menjalankan misi Kementerian Agama, meningkatkan kualitas kerukunan,” kata Menag di Pontianak, Kamis (06/04).

Menag juga menekankan bahwa kemajemukan bangsa adalah modal besar menjaga eksistensi kehidupan keagamaan sesuai cita-cita pendiri bangsa. Senada dengan Menag, Gubernur Cornelius dalam sambutannya mengajak umat beragama di Kalimantan Barat untuk selalu menjaga situasi agar selalu kondusif.

STAKat Pontianak sebelumnya adalah Sekolah Tinggi Pastoral St. Agustinus Pontianak yang berada di bawah naungan Yayasan Widya Pratama Keuskupan Agung Pontianak. Untuk itu, alih status negeri ini juga diikuti dengan pengalihan kekayaan, hak, dan kewajiban sekolah tinggi kepada STAKaT Pontianak. Semua mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral St. Agustinus Pontianak juga dialihkan menjadi mahasiswa STAKat Pontianak.

Sumber: www.kemenag.go.id

4 Comments on "Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri pertama di Indonesia diresmikan"

  1. Bernardus Wato Ole on Fri, 7th Apr 2017 9:10 am 

    Saya mengapresiasi lahirnya Sekolah Tinggi Katolik Negeri. Semoa kerja sama yang baik antara perintah dan gereja Katolik semakin akur demi terwujudnya cita-cita bangsa: Mencerdaskan Kehiduapan Bangsa”.

  2. mbah kung on Fri, 7th Apr 2017 2:26 pm 

    Puji dan sukur kepada Tuhan yang maha esa telah ada sekolah tinggi katolik negeri, mudah2an makin bertambah lagi sekolah sekolah katolik atau sekolah kristen negeri yang lain agar umat kristen atau katolik bisa dengan mudah untuk memperoleh pendidikan putra putrinya di sekolah yang sesuai dengan agamanya terutaman bagi umat katolik / kristen dari keluarga tidak mampu yang pada umimnya sekolah kristen/katolik selain sedikit jumlahnya juga biayanya cukup mahal sehingga mau tidak mau harus masuk ke sekolah umum bahkan tidak sedikit umat kristen/katolik yang sekolah dengan pendidikan agama non kristen untuk biaya yg lebih terjangkau. Maka dari itu mudah2an pemerintah bisa bermurah hati dengan memperbanyak sekolah kristen baik tingkat SD, SMP dan SMA …., terima kasih

  3. Bius Galmin on Fri, 7th Apr 2017 7:22 pm 

    Luar biasa n profisiat Mgr. Agust Agus Pr. untuk keputusan ini. Terima kasih buat Menteri Agama yg telah meresmikan Stipas St. Agustinus menjadi Negeri…ini sebuah langkah berani dan lngkah.. sukses..!!!!

  4. Beby on Sat, 8th Apr 2017 8:13 pm 

    Sangat membanggkan akhirnya ada pulah Perhatian Pemerintah yang sangat besar bagi Gereja Katolik




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup Kirim Tim untuk Melindungi Warga dari Pembunuhan
  2. Pemerintah China Perintahkan Pemakaman Berbeda untuk Dua Uskup Ini
  3. Ketika Upaya Damai Dibayangi Ketakutan akan Perang Nuklir
  4. Uskup Militer Ajak Anggota TNI/POLRI Katolik Wujudkan Nilai-nilai Kristen
  5. Uskup: Rencana Keterlibatan Amerika Memperburuk Konflik Mindanao
  6. Uskup Korea Mendorong Pihak yang Bertikai Menahan Diri
  7. Renungan Hari Minggu XX Tahun A – 20 Agustus 2017
  8. Caritas Memberi Bantuan kepada Korban Banjir
  9. Timor-Leste Berjuang Membentuk Pemerintahan Baru
  10. Demo Menuntut Keadilan bagi Papua Berujung Penangkapan
  1. Dengan hormat, Bisakah saya mendapatkan nomor telepon untuk menghubungi Ibu P...
    Said Djatu on 2017-08-21 15:55:06
  2. Lau kita selalu di teror sama roh jahat kita tidak perlu takut untuk melawan roh...
    Said Tuhan besertaku on 2017-08-19 22:15:11
  3. Di dalam alkitab tidak ada tertulis bahwa salib mempunyai kuasa..yang benar hany...
    Said Tuhan besertaku on 2017-08-19 22:00:45
  4. Saya ingin dapatkan versi Bahasa Indonesia buku panduan Legionis Maria( Legion o...
    Said Maria Ithaya Rasan on 2017-08-15 14:22:31
  5. Visitator Apostolik itu tugasnya adalah mengunjungi pihak-pihak yang dianggap me...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-14 11:40:48
  6. Ada asap PASTI karna ada api... Tontonlah film 'Spotlight' yg brdasarkn kisah n...
    Said RESI Kurniajaya on 2017-08-12 22:38:30
  7. Teman-teman saudara-saudariku yang ada di dan berasal dari Keuskupan Ruteng. Saa...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-12 15:12:04
  8. Berita menggembirakan, shg para imam tak memberi eks komunikasi bagi yang berce...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 20:10:43
  9. Permasalahan di Keuskupan Ruteng sampai mencuat seperti ini, tentu tidak main ma...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 16:19:26
  10. Keberadaan uskup bukan seperti presiden hingga kepala desa, yang dilakukan melal...
    Said aloysius on 2017-08-11 10:53:19
UCAN India Books Online