Minggu Palma inkulturatif di Toraja

10/04/2017

Minggu Palma inkulturatif di Toraja thumbnail

Patung Yesus yang mengenakan “pasapu Toraya” digotong beberapa pemuda melintas di area pertokoan lama kota Rantepao. (KarebaToraja.com)

Diiringi lagu berjudul “Yerusalem, Lihatlah Rajamu” ribuan umat Katolik Paroki Santa Theresia Rantepao, Toraja Utara melakukan pawai yang dimulai dari Lapangan Bakti Rantepao, melewati jalan Ahmad Yani, Jalan Mappanyuki, Masjid Raya, dan berakhir di Gereja Katolik Santa Theresia.

Ribuan umat ini membawa daun palma dan beberapa jenis dedaunan lainnya. Selama perjalanan, mereka menyanyikan lagu-lagu rohani sambil melambaikan daun palma yang dipegangnya.

Pawai yang ditutup dengan misa kudus ini merupakan perayaan Hari Minggu Palma, untuk mengingat peristiwa Yesus memasuki kota Yerusalem, sepekan sebelum Dia wafat di kayu salib untuk menebus dosa manusia.

Perayaan Minggu Palma ini dilaksanakan secara inkulturatif dengan budaya serta adat istiadat Toraja. Para pastor yang memimpin ibadah mengenakan ornamen khas Toraja dibalut dengah jubah resminya.

Demikian pula umat, ada yang mengenakan sarong (sejenis penutup kepala yang diayam dari bambu), lengkap dengan baka (sejenis keranjang) yang direngnge’ (dibawa dengan menggantung di kepala). Di dalam baka diisi dengan berbagai jenis benda, ada padi, umbi-umbian, jagung rebus, pisang rebus, dan lain sebagainya.

Sedangkan para pria membawa bambu berisi tuak, ada juga yang membawa padi yang masih diikat dengan tangkainya, juga beberapa hasil bumi lainnya. Seekor kerbau jantan dan gong besar yang dibawa beberapa pemuda, berjalan di deretan terdepan. Patung Yesus yang mengenakan pasapu (tutup kepala khas Toraja), digotong beberapa orang sambil bernyanyi gembira sepanjang jalan.

“Perayaan Minggu Palma dengan cara inkulturasi seperti ini bukan baru pertama kali dilaksanakan umat Paroki Rantepao, sudah beberapa kali, tapi tahun ini yang paling ramai, karena semua umat dari 50 Stasi dan delapan rukun, berkumpul semua di Rantepao,” ungkap Agustinus, salah satu panitia Paskah Paroki Rantepao.

Minggu Palma atau peristiwa Yesus memasuki kota Yerusalem, merupakan rangkaian Pekan Suci yang biasanya dirayakan oleh umat Katolik menyongsong Hari Raya Paskah. Tahun ini, umat Katolik Rantepao mengajak seluruh umat manusia untuk saling menghormati dan menghargai. Karena kita semua (Tallu Lolona; sebuah filosofi hidup masyarakat Toraja) adalah bersaudara; satu pencipta dan satu penebus.

Sumber: Minggu Palma inkulturatif di Toraja, Toraja Utara




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  2. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  3. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  4. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  5. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  6. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  7. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  8. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  9. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  10. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
UCAN India Books Online