UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Ancaman teror tidak melemahkan roh Pekan Suci di Indonesia

April 12, 2017

Ancaman teror tidak melemahkan roh Pekan Suci di Indonesia

Seorang polisi memerika sebuah gereja di Malang, Jawa Timur. Pengamanan gereja ditingkatkan selama Pekan Suci. (Aman Rochman/AFP)

Pembunuhan enam tersangka teroris menjelang Minggu Palma di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, telah memicu kekhawatiran keamanan di beberapa gereja yang sedang mempersiapkan  acara Pekan Suci. Tetapi hal ini tidak akan menghalangi umat Kristiani untuk merayakan Paskah.

Polisi menembak mati enam tersangka teroris di sebuah perkebunan padi pada 8 April setelah sebelumnya terjadi  baku tembak. Densus 88 kemudian menangkap tiga tersangka lainnya di Lamongan, Jawa Timur.

Semua dicurigai sebagai anggota Jemaah Anshorut Daulah, sebuah organisasi yang memayungi ekstrimis Indonesia yang telah berjanji untuk mendukung ISIS.

Yohanes Kanto, seorang staf di Keuskupan Surabaya, Jawa Timur, mengatakan insiden itu mengganggu tapi tidak akan menghalangi umat Katolik menghadiri Misa selama Pekan Suci.

“Mereka tidak takut dan banyak umat menghadiri misa Minggu Palma  sehari setelah insiden itu,” katanya kepada ucanews.com.

Keamanan telah ditingkatkan seperti biasanya saat ini dengan polisi terus memantau semua orang datang ke gereja, katanya.

Juru bicara Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Pendeta Jerry Sumampouw mengatakan orang Kristen diminta untuk ekstra waspada selama Pekan Suci.

“Kita tidak boleh takut dan siap menjaga keamanan,” katanya.

Orang Kristen diberitahu untuk tidak membawa tas ke gereja dan bekerja sama dengan polisi.

Maria Wijaya, 53, seorang umat Paroki Santa Perawan Maria di Angkat ke Surga Katedral Jakarta, berjanji untuk tetap menghadiri Misa-misa selama Pekan Suci.

“Saya percaya bahwa Yesus Kristus akan melindungi kita,” katanya.

Indonesia, negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, sedang  mewaspadai potensi ancaman teror menyusul lonjakan ekstremisme yang terinspirasi oleh munculnya ISIS di Timur Tengah.

Sidney Jones,  Direktur Institut Analisis Kebijakan Konflik, mengatakan ada korelasi antara perkembangan di Suriah dan Irak dan aktivitas di Indonesia. ISIS telah mendesak para pendukungnya yang tidak dapat pergi Suriah untuk berperang di negara mereka masing-masing.

Menurut  Pusat Studi Terorisme dan Konflik Sosial Universitas Indonesia  ada lebih dari 260 insiden terorisme di Indonesia dan lebih dari 1.000 teroris telah ditangkap antara tahun 2000 dan 2015.

Baca juga: Indonesian Christians on alert after terrorist deaths

One response to “Ancaman teror tidak melemahkan roh Pekan Suci di Indonesia”

  1. Jenny Marisa says:

    Saya harap juga setiap gereja di Jakarta dipersiapkan keamanannya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi