Biarawati lansia di India melamar untuk mendapat dana pensiun negara

18/04/2017

Biarawati lansia di India melamar untuk mendapat dana pensiun negara thumbnail

Para biarawati Katolik berpartisipasi dalam sebuah prosesi Paskah di India.

 

Sepuluh biarawati Katolik lansia yang melamar untuk mendapat dana pensiun dari pemerintah di Negara Bagian Kerala, India, menuduh bahwa Gereja tidak mendukung mereka secara memadai.

Para biarawati itu melamar guna mendapat dana pensiun bulanan sebesar 1.100 rupee (16 dolar AS) yang tersedia bagi perempuan lansia yang belum menikah di Negara Bagian Kerala. Mereka adalah milik Kongregasi Suster-suster St Anne dari Tiruchirapalli yang berbasis di Trivandrum, ritus Latin, keuskupan agung itu. Para biarawati itu berusia di atas 60 tahun, demikian superior kongregasi itu yang tidak mau menyebutkan namanya.

Media lokal melaporkan bahwa aplikasi para biarawati itu diabaikan.

Sebuah laporan di Times of India mengutip Suster Agnes, 63, salah satu pelamar, mengatakan bahwa mereka tidak memiliki uang, bahkan untuk membeli obat. Namun, kepala biara mereka mengatakan kepada ucanews.com bahwa media salah melaporkan.

“Mereka mengajukan dana pensiun karena mereka merasa memiliki hak karena mereka belum menikah. Mereka mendekati pemerintah untuk meminta hak mereka sebagai warga negara dan bukan karena mereka memiliki masalah keuangan,” kata superior.

Ketua Komite Kesejahteraan Perusahaan Thiruvananthapuram, Geetha Gopal mengatakan aplikasi pensiun di kementerian keuangan bagi “pensiunan normal” tidak tersedia untuk para religius.

Pastor Eugene Pereira, vikjen Keuskupan Agung Trivandrum, mengatakan para biarawati itu salah memahami. Pensiun itu ditujukan kepada wanita lansia tanpa sistem pendukung atau tidak menikah karena kemiskinan keuangan.

“Biarawati tidak dapat dimasukkan ke dalam kategori tersebut karena mereka telah memilih hidup selibat berdasarkan kehidupan religius. Mereka telah membuat pilihan mereka sesuai dengan komitmen mereka dan mereka tidak bisa sekarang mencari keuntungan disisihkan karena wanita rentan,” katanya.

Imam itu mengatakan para biarawati tidak menghadapi kesulitan keuangan. “Jika mereka mendekati keuskupan sebelum mendekati pemerintah negara kami bisa membimbing mereka dengan baik,” katanya.

Kongregasi Suster-suster St Anne dari Tiruchirapalli didirikan tahun 1880 di India untuk bekerja di antara orang miskin, lemah, terpinggirkan dan perempuan muda yang melarat, khususnya para janda, dalam sistem sosial yang mengabaikan dan menindas para janda dan perempuan miskin. Sekarang ordo itu telah menjadi kongregasi internasional dengan lebih dari 1.000 biarawati.

Sementara itu, sebuah forum mantan pastor dan suster mengatakan perawatan yang diberikan kepada biarawati lansia itu, pada kenyataannya, tidak memadai. “Biara menggunakan biarawati selama mereka sehat dan kemudian mereka dibuang setelah mereka menjadi tua dan kehilangan kesehatan mereka,” kata Reji Njallani, ketua forum itu kepada ucanews.com.

“(Forum kami) siap membantu mereka jika Gereja mengakui ketidakmampuan mereka untuk mengurus biarawati lansia dan imam,” katanya.

Skema kesejahteraan negara bagian itu, diperkenalkan tahun 2004, saat ini disediakan untuk sekitar 71.500 perempuan di Kerala.

Sumber: ucanews.com

 

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Misionaris lansia di India terancam dideportasi
  2. Uskup Korea bandingkan janji kampanye presiden dengan ajaran Gereja
  3. Pendeta asal Taiwan ditangkap karena nyanyikan lagu kebaktian
  4. Renungan Minggu Paskah III, 30 April 2017
  5. Cina melarang bayi Muslim menggunakan nama-nama berikut
  6. Pemimpin Muslim berusaha agar pejuang Abu Sayyaf menyerahkan diri
  7. Salib di Kerala dihancurkan pemerintah Komunis
  8. Hati yang tertutup sulit menemukan arti kebangkitan
  9. Kelompok militan desak agar Asia Bibi segera digantung
  10. Pemerintah di Mindanao adopsi program rehabilitasi narkoba Gereja
  1. Wajar saja kalau timbul kekhawatiran di kalangan minoritas karena kelompok radik...
    Said Aan Monterado on 2017-04-21 12:14:35
  2. Salut tuk kerja keras tim, tapi kritik utk peran pastor/suster, tetep aja yg kat...
    Said andreas jacob on 2017-04-17 14:16:16
  3. Menurut saya jika kita melihat dengan kondisi bangsa saat ini lebih bagus waktu ...
    Said Nick on 2017-04-15 10:04:04
  4. Saya harap juga setiap gereja di Jakarta dipersiapkan keamanannya.....
    Said Jenny Marisa on 2017-04-12 13:14:03
  5. Artikel ini bisa membantu para mahasiswa/i yang sedang membuat tugas....
    Said Natalino de Araujo Salsinha on 2017-04-11 15:21:13
  6. Kami salut dengan prinsip gereja yang dipertahankan oleh para Uskup di Filipina,...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-04-10 16:48:31
  7. salam saja...
    Said njlajahweb on 2017-04-10 00:17:06
  8. Sangat membanggkan akhirnya ada pulah Perhatian Pemerintah yang sangat besar bag...
    Said Beby on 2017-04-08 20:13:11
  9. Luar biasa n profisiat Mgr. Agust Agus Pr. untuk keputusan ini. Terima kasih bua...
    Said Bius Galmin on 2017-04-07 19:22:15
  10. Puji dan sukur kepada Tuhan yang maha esa telah ada sekolah tinggi katolik nege...
    Said mbah kung on 2017-04-07 14:26:01
UCAN India Books Online