Kardinal Kolombo kritik film tentang imam Anglikan jadi pembunuh

18/04/2017

Kardinal Kolombo kritik film tentang imam Anglikan jadi pembunuh thumbnail

Alston Koch berperan sebagai Pendeta Mathew Peiris dalam film According to Mathew.

 

Kardinal Malcolm Ranjith, Uskup Agung Kolombo, Sri Lanka, telah mengingatkan demi mengantisipasi film According to Matthew yang menggambarkan kisah nyata seorang imam Anglikan yang membunuh dua orang.

Disutradarai oleh pembuat film veteran Chandran Rutnam, film ini dijadwalkan akan rilis pada April dalam bahasa Inggris, bahasa Sinhala dan bahasa Tamil.

Film ini tentang seorang Pastor Anglikan Mathew Peiris yang berselingkuh dengan sekretarisnya, membunuh Russel Ingram tahun 1978 dan istrinya Eunica tahun 1979 dengan membuat keduanya overdosis dengan obat anti-diabetes.

Imam dan kekasihnya diputuskan bersalah atas pembunuhan ganda dan dihukum mati tahun 1984. Namun, tahun 1997 Peiris mendapat amnesti umum.

“Di negara di mana mayoritas Buddha, film ini mungkin memberikan kesan yang salah tentang umat Katolik,” kata Kardinal Malcolm Ranjith.

“Dalam film ini, imam Anglikan berpakaian seperti imam lain dan ini mungkin memberikan pesan yang salah jadi kami harus mengeluarkan pernyataan kepada media menyatakan bahwa imam Katolik tidak menikah dan film ini tidak berhubungan dengan orang Katolik atau Gereja Katolik,” kata kardinal.

Dia juga prihatin tentang judulnya, According to Matthew, meskipun nama penulis Injil dieja dengan dua “t.” Ini adalah ungkapan terkenal yang digunakan dalam liturgi dan kami memiliki masalah dalam hal itu juga, kata Kardinal Ranjith.

Namun, semua ini adalah promosi yang bagus untuk pembuat film Rutnam. “Ini juga merupakan publisitas yang baik untuk film ini,” kata Rutnam, seraya menambahkan bahwa ini adalah pertama kalinya sebuah film akan dirilis dalam bahasa Inggris dan bahasa Sinhala di Sri Lanka.

“Ini bukan film tentang Katolik atau Gereja Anglikan. Ini adalah film tentang seorang individu. Saya sendiri seorang Kristen yang takut akan Allah dan saya tidak akan menghina Gereja atau Kristiani,” kata Rutnam.

Penyanyi Alston Koch, seorang Kristen Sri Lanka, tinggal di Austrlia, yang berperan sebagai Pastor Mathew mengatakan apa yang digambarkan dalam film ini adalah fakta sejarah dan tidak ada alasan untuk khawatir.

“Saya percaya kita tidak harus menyembunyikan hal-hal di bawah karpet. Umat Kristiani tidak perlu khawatir karena ini kisah seorang pria yang ‘keliru’ dan dihukum oleh tiga hakim Mahkamah Agung,” kata Koch.

Sumber: ucanews.com

 

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  2. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  3. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  4. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  5. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  6. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  7. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  8. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  9. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  10. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
UCAN India Books Online