Mgr Suharyo tekankan kesejahteraan sosial dalam pesan Paskah

18/04/2017

Mgr Suharyo tekankan kesejahteraan sosial dalam pesan Paskah thumbnail

Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo (tengah), Vikjen KAJ Pastor Samuel Pangestu Pr (kiri) dan Pastor Albertus Hani Rudi Hartoko SJ dari Paroki Katedral St. Perawan Maria Diangkat ke Surga di Jakarta.

 

Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo menekankan kesejahteraan sosial bagi seluruh masyarakat dalam pesan Paskah yang disampaikan beberapa hari menjelang Pilkada DKI Jakarta putaran kedua.

Dalam pemilihan kepala daerah yang akan digelar 19 April tersebut, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan berhadapan dengan Anies Rasyid Baswedan, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan.

Sebagian besar survei yang dilakukan oleh sejumlah lembaga menunjukkan bahwa Anies dan pasangannya, Sandiaga Salahuddin Uno, memiliki elektabilitas lebih tinggi dibanding Ahok dan Djarot Saiful Hidayat.

Misalnya, hasil survei yang dirilis minggu lalu oleh Media Survei Nasional (Median) menunjukkan bahwa pasangan Anies-Sandiaga memperoleh 49,8 persen, sementara pasangan Ahok-Djarot mendapatkan 43,5 persen.

Namun, survei yang dilakukan oleh Charta Politika menunjukkan hasil yang berbeda. Menurut hasil survei ini, pasangan Ahok-Djarot memperoleh 47,3 persen, sementara pasangan Anies-Sandiaga mendapat 44,8 persen.

“Harapan Gereja Katolik pasti sama dengan harapan seluruh masyarakat. (Pemenang) mengusahakan kesejahteraan sosial bagi seluruh warga Jakarta ini. Itu saya kira cita-cita dari kita semua, khususnya yang terumus dalam sila kelima Pancasila,” kata Mgr Suharyo pada konferensi pers di Gedung Karya Pastoral Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Minggu (16/4).

Mgr Suharyo kemudian menyebut contoh kasus mega korupsi e-KTP.

“Pertanyaannya, untuk apa semua itu? Jawabannya moga-moga tidak salah, semuanya itu adalah demi kekuasaan termasuk dalam rangka Pilkada … ,” katanya.

“Padahal sebetulnya kekuasaan itu adalah demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Kalau kekuasaan yang diperebutkan sekarang ini, saya duga tidak dalam rangka kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia, tetapi kekuassan demi kekuasaan. Kalau seperti itu, jenis kemanusiaannya langsung bertentangan dengan sila kedua Pancasila: kemanusiaan yang adil dan beradab,” lanjutnya.

Menurut Mgr Suharyo, kesejahteraan sosial masih belum terwujud dengan baik.

“Saya sebagai umat Katolik, berilah hak-hak dasar umat beragama misalnya tempat ibadah. Karena bagi umat Kristiani, seringkali mendapat ijin (untuk membangun) tempat ibadah itu butuh waktu 10 tahun, 15 tahun, bahkan ada yang sepanjang 50 tahun juga susah. Karena apa? Karena pemerintah rupa-rupanya kurang berani memberikan hak warga negara,” kata Mgr Suharyo, juga ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Sementara itu, Pendeta Gomar Gultom, sekretaris umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), menghimbau umat Protestan di propinsi tersebut untuk menggunakan hak pilih mereka pada Pilkada putaran kedua nanti.

“Kami menghimbau Saudara untuk menggunakan hak pilih Saudara sebagai bentuk tanggung jawab iman percaya Saudara. Dengan memilih, Saudara bisa menentukan orang yang tepat untuk memimpin Jakarta untuk jangka waktu lima tahun ke depan,” katanya.

Ia juga mengingat umat Protestan agar tidak terjebak pada janji-janji manis yang belum teruji kebenarannya.

“Kami mengajak Saudara untuk sungguh-sungguh memilih di antara calon yang sudah teruji kecakapannya dalam mengabdikan diri kepada masyarakat. Perhatikan jejak para calon, apakah memang sudah memiliki rekam jejak yang berprestasi,” lanjutnya.

Pendeta Gultom juga menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Katharina R. Lestari, Jakarta

Sumber: ucanews.com

 

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Misionaris lansia di India terancam dideportasi
  2. Uskup Korea bandingkan janji kampanye presiden dengan ajaran Gereja
  3. Pendeta asal Taiwan ditangkap karena nyanyikan lagu kebaktian
  4. Renungan Minggu Paskah III, 30 April 2017
  5. Cina melarang bayi Muslim menggunakan nama-nama berikut
  6. Pemimpin Muslim berusaha agar pejuang Abu Sayyaf menyerahkan diri
  7. Salib di Kerala dihancurkan pemerintah Komunis
  8. Hati yang tertutup sulit menemukan arti kebangkitan
  9. Kelompok militan desak agar Asia Bibi segera digantung
  10. Pemerintah di Mindanao adopsi program rehabilitasi narkoba Gereja
  1. Wajar saja kalau timbul kekhawatiran di kalangan minoritas karena kelompok radik...
    Said Aan Monterado on 2017-04-21 12:14:35
  2. Salut tuk kerja keras tim, tapi kritik utk peran pastor/suster, tetep aja yg kat...
    Said andreas jacob on 2017-04-17 14:16:16
  3. Menurut saya jika kita melihat dengan kondisi bangsa saat ini lebih bagus waktu ...
    Said Nick on 2017-04-15 10:04:04
  4. Saya harap juga setiap gereja di Jakarta dipersiapkan keamanannya.....
    Said Jenny Marisa on 2017-04-12 13:14:03
  5. Artikel ini bisa membantu para mahasiswa/i yang sedang membuat tugas....
    Said Natalino de Araujo Salsinha on 2017-04-11 15:21:13
  6. Kami salut dengan prinsip gereja yang dipertahankan oleh para Uskup di Filipina,...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-04-10 16:48:31
  7. salam saja...
    Said njlajahweb on 2017-04-10 00:17:06
  8. Sangat membanggkan akhirnya ada pulah Perhatian Pemerintah yang sangat besar bag...
    Said Beby on 2017-04-08 20:13:11
  9. Luar biasa n profisiat Mgr. Agust Agus Pr. untuk keputusan ini. Terima kasih bua...
    Said Bius Galmin on 2017-04-07 19:22:15
  10. Puji dan sukur kepada Tuhan yang maha esa telah ada sekolah tinggi katolik nege...
    Said mbah kung on 2017-04-07 14:26:01
UCAN India Books Online