Hati yang tertutup sulit menemukan arti kebangkitan

21/04/2017

Hati yang tertutup sulit menemukan arti kebangkitan thumbnail

Paus Fransiskus mengangkat Injil dalam sebuah Misa di pelataran Basilika St Petrus, Vatikan. (Tiziana Fabi/AFP

Iman Kristiani adalah rahmat dan hanya dapat dirasakan dalam hati oleh mereka yang ingin disentuh oleh kebangkitan, kata Paus Fransiskus.

“Hati yang tertutup, yang terlalu rasionalistik, tidak bisa memahami pesan Paskah yakni cinta Tuhan yang terwujud dalam kemenangan Kristus atas kematian,” kata Paus pada audiensi 19 April lalu.

“Betapa indahnya untuk mengetahui bahwa esensi dari iman Kristiani adalah bukan tentang kita mencari Tuhan tetapi Tuhan yang mencari kita,” kata paus.

Dalam renungannya tentang harapan, Paus mengambil Surat Paulus ke umat di Korintus di mana rasul menekankan kebangkitanan sebagai “inti dari dari iman Kristen.”

“Kristianitas lahir dari sini. Ini bukan sebuah sistem ideologi atau falsafah tapi jalan iman yang berawal dari sebuah kejadian yang disaksikan oleh para murid Yesus,” kata paus.

Santo Paulus yang mengisahkan tentang mereka yang menyaksikan kebangikan Kristus pada akhirnya menganggap dirinya sebagai orang yang tidak pantas mengingat bahwa dirinya pernah menjadi musuh bagi orang-orang Kristen awal.

St. Paulus bukan seorang anggota paduan suara. Dia seorang pembunuh pengikut Kristus yang bangga dengan keyakinannya. Tapi suatu hari sesuatu yang tidak pernah dibayangkan terjadi, yaitu pertemuan dengan Yesus yang bangkit dalam perjalanan ke Damaskus, kata paus.

Kejutan dari pertemuan dengan Yesus inilah yang semua orang Kristen harus alami, bahkan orang berdosa sekalipun, kata paus.

Seperti para murid yang melihat pintu makam Yesus terbuka, semua orang -pria dan wanita- bisa menemukan kebahagiaan, sukacita, dan kehidupan di mana sebelumnya mereka berpikir hanya ada kesedihan, kekalahan dan kegelapan, lanjut paus.

 

 

Baca juga: Closed hearts ‘unable to be surprised by the Resurrection’




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  2. Menciptakan peradaban cinta di Keuskupan Agung Semarang
  3. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  4. Umat ​​Katolik Laos siap mengikuti AYD di Yogyakarta
  5. Tidak ada perdamaian di Kashmir, bahkan selama Ramadan
  6. Kardinal Quevedo mengaitkan konflik dengan kemiskinan
  7. HRW tuduh polisi Filipina memalsukan data ‘pembunuhan perang narkoba’
  8. Gereja dan LSM di NTT membantu orang dengan HIV
  9. Uskup Macau bertemu dengan uskup China yang tidak diakui Vatikan
  10. Biarawati China mogok makan menuntut kompensasi setelah tarekat dibubarkan
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online