Kardinal Sri Lanka kritik masalah sampah yang menewaskan 32 orang

21/04/2017

Kardinal Sri Lanka kritik masalah sampah yang menewaskan 32 orang thumbnail

Tim SAR melakukan pencarian setelah gunung sampah di Kolombo runtuh pada 14 April dan menewaskan 32 orang (P. Pathrana)

Kardinal Malcolm Ranjith dari Kolombo mengeritik masalah sampah di Sri Lanka seminggu setelah tempat pembuangan akhir runtuh dan menewaskan 32 orang.

“Saya meminta kepada pemerintah untuk mencarikan solusi atas masalah sampah yang ramah lingkungan dan tidak membahayakan bagi manusia dan lingkungan hidup,” kata Kardinal Malcolm.

“Sangat baik jika dibentuk kebijakan nasiional untuk mengatasi masalah sampah,” kata kardinal dalam pernyataan pada 20 April.

Pernyataan itu dikeluarkan setelah tempat pembuangan sampah Meethotamulla, Kolombo runtuh pada 14 April dan menewaskan 32 orang dan menghancurkan rumah-rumah. Delapan orang dinyatakan hilang dan tim penyelamat masih terus melakukan pencarian.

Kardinal Malcolm menyampaikan dukacita kepada keluarga dari mereka yang terkena dampak dari kehilangan nyawa dan kerusakan rumah dan barang milik mereka.

“Kejadian yang mengerikan ini dengan jelas menunjukkan kepada kita bahwa membuang sampah di tempat yang berbeda bukan merupakan solusi atas masalah sampah,” kata kardinal.

Ratusan orang melakukan protes di beberapa tempat menolak keputusan kontroversial untuk tetap menggunakan tempat pembuangan itu di Kolombo pada 18-20 April. Beberapa demonstran mengatakan bahwa negara itu tidak bisa mengelola sampah dan mendesak agar dibangun tempat daur ulang sampah.

Menanggapi krisi tersebut, Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena menginstruksikan pada 19 April agar memberikan tempat tinggal bagi 98 keluarga yang rumahnya rusak karena rerutuhan sampah.

 

Baca juga: Colombo cardinal speaks out after garbage dump collapse 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Dampak ‘Buruk’ Poligami Bagi Wanita Bangladesh
  2. Dua Kardinal Asia Protes atas Penahanan Politikus Muda Hong Kong
  3. OMK Harus Menumbuhkan Nilai-nilai Kemanusiaan
  4. Peresmian Pemerintah Baru Timor-Leste Tertunda
  5. Katolik dan Muslim di Purwokerto Bertekad Memerangi Hoax
  6. Prihatin dengan Kondisi Filipina, Kardinal Tagle Tawarkan Dialog Nasional
  7. Uskup Kirim Tim untuk Melindungi Warga dari Pembunuhan
  8. Pemerintah China Perintahkan Pemakaman Berbeda untuk Dua Uskup Ini
  9. Ketika Upaya Damai Dibayangi Ketakutan akan Perang Nuklir
  10. Uskup Militer Ajak Anggota TNI/POLRI Katolik Wujudkan Nilai-nilai Kristen
  1. Dengan hormat, Bisakah saya mendapatkan nomor telepon untuk menghubungi Ibu P...
    Said Djatu on 2017-08-21 15:55:06
  2. Lau kita selalu di teror sama roh jahat kita tidak perlu takut untuk melawan roh...
    Said Tuhan besertaku on 2017-08-19 22:15:11
  3. Di dalam alkitab tidak ada tertulis bahwa salib mempunyai kuasa..yang benar hany...
    Said Tuhan besertaku on 2017-08-19 22:00:45
  4. Saya ingin dapatkan versi Bahasa Indonesia buku panduan Legionis Maria( Legion o...
    Said Maria Ithaya Rasan on 2017-08-15 14:22:31
  5. Visitator Apostolik itu tugasnya adalah mengunjungi pihak-pihak yang dianggap me...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-14 11:40:48
  6. Ada asap PASTI karna ada api... Tontonlah film 'Spotlight' yg brdasarkn kisah n...
    Said RESI Kurniajaya on 2017-08-12 22:38:30
  7. Teman-teman saudara-saudariku yang ada di dan berasal dari Keuskupan Ruteng. Saa...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-12 15:12:04
  8. Berita menggembirakan, shg para imam tak memberi eks komunikasi bagi yang berce...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 20:10:43
  9. Permasalahan di Keuskupan Ruteng sampai mencuat seperti ini, tentu tidak main ma...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 16:19:26
  10. Keberadaan uskup bukan seperti presiden hingga kepala desa, yang dilakukan melal...
    Said aloysius on 2017-08-11 10:53:19
UCAN India Books Online