Pemerintah di Mindanao adopsi program rehabilitasi narkoba Gereja

21/04/2017

Pemerintah di Mindanao adopsi program rehabilitasi narkoba Gereja thumbnail

Para mantan pengguna narkoba menerima sertifikat pada 19 April setelah mengikuti program rehabilitasi tiga bulan di Quezon City, Filipina.

 

Provinsi-provinsi di Mindanao, Filipina bagian selatan, telah mengadopsi program rehabilitasi narkoba yang dikelola Gereja sebagai bagian dari perang melawan narkotika.

Program yang bertajuk “Pendampingan Pastoral Pengguna dan Pengedar Narkoba” (PAID-UP) telah diprakarsai oleh Keuskupan Marbel di Provinsi Cotabato Selatan.

Uskup Marbel Mgr Dinualdo Gutierrez mengatakan bahwa program ini dirancang untuk “memulihkan” para pengguna narkoba dan pecandu guna menjadikan mereka sebagai “orang yang kredibel, responsif, dan disiplin.”

Gubernur Cotabato Selatan Daisy Avance-Fuentes menandatangani kesepakatan dengan keuskupan itu untuk program “Surfacing Personalities Involved on Drugs”.

Sebanyak 8.363 pengguna dan pengedar narkoba telah menyerahkan diri kepada pihak berwenang di Provinsi Cotabato Selatan sejak Presiden Filipina Rodrigo Duterte meluncurkan kampanye anti-narkoba tahun lalu.

Uskup Gutierrez mengatakan bahwa program Gereja tersebut menggunakan strategi “belajar, berdoa, bertindak” dan mengajarkan tentang katekismus Gereja Katolik dan bercerita tentang kisah dalam Kitab Suci.

“Kami senang bahwa Gereja ada di sini untuk membantu kami,” kata Gubernur Fuentes.

“Kami harus mengakui bahwa kami tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan masalah besar yang dihadapi kami,” tambahnya.

Program ini terdiri dari doa harian, kegiatan mingguan, pertemuan bulanan, konseling keluarga, dan “pertemuan memperkaya” keluarga.

Uskup Gutierrez mengatakan bahwa program ini bertujuan membuat para pecandu narkoba pada tujuan hidup dan “menemukan kebahagiaan di dalam Tuhan.”

Program Gereja juga telah diadopsi di provinsi-provinsi terdekat – Sarangani, Sultan Kudarat, dan di Kota Koronadal dan Kota General Santos.

Keuskupan Marbel, Mindanao bagian tengah, yang memiliki yurisdiksi atas Provinsi Cotabato Selatan dan provinsi Sarangani, dan bagian-bagian dari Provinsi Sultan Kudarat, merupakan rumah bagi hampir 1,9 juta orang, 75 persen di antaranya adalah umat Katolik.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  2. Menciptakan peradaban cinta di Keuskupan Agung Semarang
  3. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  4. Umat ​​Katolik Laos siap mengikuti AYD di Yogyakarta
  5. Tidak ada perdamaian di Kashmir, bahkan selama Ramadan
  6. Kardinal Quevedo mengaitkan konflik dengan kemiskinan
  7. HRW tuduh polisi Filipina memalsukan data ‘pembunuhan perang narkoba’
  8. Gereja dan LSM di NTT membantu orang dengan HIV
  9. Uskup Macau bertemu dengan uskup China yang tidak diakui Vatikan
  10. Biarawati China mogok makan menuntut kompensasi setelah tarekat dibubarkan
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online