KWI sesalkan penolakan untuk menghapus hukuman mati

11/05/2017

KWI sesalkan penolakan untuk menghapus hukuman mati thumbnail

Keluarga mendesak agar Mary Jane Veloso dibebaskan. Veloso masih dalam daftar terpidana mati di Indonesia

Keputusan pemerintah untuk menolak rekomendasi dari negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menghabus hukuman mati mendapat kecaman dari Gereja Katolik Indonesia.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, yang memimpin delegasi Indonesia dalam sesi ke 27 Universal Periodic Review yang diadakan PBB di Genewa, Swis 1-12 Mei mengatakan penolakan atas rekomendasi itu disebabkan karena hukuman mati masih menjadi bagian dari hukum positif di Indonesia.

Romo Paulus Siswantoko, Sekretaris Executive Komisi Keadilan, Perdamaian KWI mengatakan pemerintah tetap mempertahankan hukuman mati mendandakan kegagalan untuk menangani kejahatan narkotika.

Pemerintah seringkali beranggapan bahwa hukuman mati akan memberikan efek jera bagi pelaku. Namun hal itu tidak terjadi, dan justru sebaliknya.

“Sampai saat ini kejahatan narkotika dan kejahatan serius lainnya terus terjadi, bahkan meningkat,” kata Romo Siswantoko.

Menurut Laoly, penolakan rekomendasi untuk menghapus hukuman mati sesuai dengan administrai Presiden Joko Widodo yang terus memerangi narkoba yang merupakan salah satu dari tiga penyebab utama kematian anak-anak muda di Indonesia.

Teguh Budiono dari Komunitas Sant’Egidio mengatakan mempertahankan hukuman mati akan melanggengkan budaya kekerasan dalam masyarakat.

“Bukannya memberikan efek jera, praktek hukuman mati hanya akan membenarkan rasa balas dendam,” kata Teguh.

One Comment on "KWI sesalkan penolakan untuk menghapus hukuman mati"

  1. Jenny Marisa on Tue, 16th May 2017 9:08 pm 

    mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan…




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Surat Dari Roma: Pemecatan prefek Kongregasi Ajaran Iman
  2. Aktivis kecam Jokowi terkait perintah menembak penyelundup norkoba
  3. PM Singapura ingatkan ancaman kelompok ekstrimis
  4. Warga Timor-Leste inginkan koalisi pemerintahan yang pro-rakyat
  5. Kardinal Zen kritik pengadilan yang mendiskualifikasi anggota parlemen
  6. Pendukung Mgr Hubertus Leteng meminta umat membela uskup
  7. Paus sumbang €25.000 untuk membantu warga di Afrika Timur
  8. Setelah kelompok teroris, ini target serangan Duterte berikutnya
  9. India memberikan pelatihan bagi jutaan PRT
  10. Pemimpin lintas agama mendoakan para pahlawan di rumah Aung San Suu Kyi
  1. Sebagai awam Katolik saya sangat prihati dengan kemelut yang tengah terjadi di ...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-07-26 07:00:27
  2. Syalom, semua saudara. Tolong baca baik-baik, Pal Alex Marwata tidak mengatakan ...
    Said Aurel on 2017-07-24 16:04:09
  3. KPK ingin audit Gereja ? Gak salah, ada udang dibalik batu, ada unsur politik bs...
    Said Bonbon on 2017-07-23 21:19:37
  4. KPK tentunya tak berwenang mengaudit keuangan lembaga agama seperti gereja karen...
    Said Willy Nggadas on 2017-07-23 16:22:59
  5. Apapun undang-undangnya, soal perbuatan baik dalam hal ini gereja bebas korupsi...
    Said Alexander on 2017-07-23 07:02:14
  6. Good morning...
    Said Bienvenhu on 2017-07-23 05:19:23
  7. Pandangan yg rasional bila keterbukaan itu di mulai dari Gereja Katolik seperti ...
    Said Matias on 2017-07-22 21:51:12
  8. Sudah saatnya gereja accountable. https://www.naulinovation.com:8443/onebody/...
    Said Leonard on 2017-07-22 17:15:48
  9. Segera laksanakan audit keuangan Gereja dan KUB....
    Said Rey on 2017-07-22 13:47:36
  10. Audit Keuangan Hirarki Gereja Katolik Perlu dan wajib. Syaratnya hanya perlu goo...
    Said AB Raturangga on 2017-07-22 11:07:47
UCAN India Books Online