UCAN Indonesia Catholic Church News

Mahasiswa Katolik mendesak agar Rizieq Syihab segera diadili

16/05/2017

Mahasiswa Katolik mendesak agar Rizieq Syihab segera diadili thumbnail

Muhammad Rizieq Syihab

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia telah meminta polisi untuk memproses laporan penistaan yang di lakukan oleh ulama Islam terkemuka Muhammad Rizieq Syihab setelah gubernur Kristen Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama dipenjara karena kejahatan yang sama.

Angelo Wake Kako, ketua PMKRI, mengatakan pemerintah harus memastikan bahwa undang-undang tersebut diimplementasikan secara adil.

“Ahok sudah dipenjara, Rizieq Syihab juga harus diproses,” kata Kako.

Pada bulan Desember 2016, mereka melaporkan Syihab, Pemimpin kelompok radikal, Front Pembela Islam, karena telah mengolok-olok agama Kristen. “Jika Tuhan melahirkan, siapakah yang akan menjadi bidan?” kata Ulama tersebut dalam sebuah khotbah untuk menghibur umat.

Kako mengatakan, kurangnya kemajuan dalam kasus ini karena diskriminasi terhadap orang-orang Kristen di negara berpenduduk mayoritas Muslim. “Hukum penistaan tidak bisa hanya diterapkan pada kelompok minoritas,” katanya.

Saor Siagian, seorang pengacara untuk para siswa, berkata, “Ahok disebut sebagai tersangka hanya tiga hari setelah diberitakan, namun sudah lima bulan sejak kasus Syihab didaftarkan dan tidak ada perkembangan.”

Argo Yuwono, juru bicara kepolisian Jakarta, mengatakan mereka masih menyelidiki kasus tersebut dan mereka akan menindaklanjuti semua laporan.

“Kasus Syihab masih dalam penyelidikan dan kami sudah menanyai beberapa orang,” kata Yuwono.

Dukungan untuk kasus ini

Theofilus Bella, mantan ketua Forum Komunikasi Kristiani Jakarta, mendukung para mahasiswa. “Syihab terkenal karena ucapan kebencian,” katanya.

“Upaya para mahasiswa Katolik untuk melaporkannya adalah langkah berani, saya pikir masih banyak kelompok lain yang ingin melakukan hal yang sama namun takut, pastinya saya berharap polisi akan mengambil langkah tegas,” katanya.

Sementara itu, Pastor Yohanes Kristoforus Tara, OFM, dari Komisi Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan Fransiskan mengatakan bahwa pengaduan terhadap Syihab bukanlah upaya untuk melakukan pembalasan setelah Ahok dipenjara.

“Ini tentang komitmen negara untuk memperlakukan semua orang secara setara di depan hukum,” katanya.

Muslim juga mendukung kasus ini. Dalam sebuah pernyataan bersama, Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia mengatakan bahwa mereka “sepenuhnya mendukung” para mahasiswa Katolik dan “mengutuk pernyataan Syihab.”

Syihab, terkenal karena berkomentar jelek terhadap kelompok minoritas, sering menyebut mereka orang kafir. Dia juga salah satu pemimpin kampanye anti-Ahok selama Pemilu DKI Jakarta. Pada tanggal 19 April, Ahok dikalahkan dalam pemilihan oleh Anies Rashid Baswedan.

Syihab juga terlibat dalam kasus penghinaan ideologi Pancasila. Dia diduga mengatakan, “pada [mantan presiden] Pancasila Sukarno, Tuhan ditempatkan di dalam pantat sedangkan, menurut Piagam Jakarta, Tuhan ada di kepala.”Piagam Jakarta adalah usulan pembukaan UUD 1945 yang mendukung hukum Syariah Islam.

Dia juga dituduh melanggar undang-undang anti pornografi saat dia menggunakan aplikasi chat, WhatsApp untuk mengirim pesan cabul kepada seorang wanita. Dia mengabaikan sebuah panggilan pengadilan minggu lalu karena dia berada di Arab Saudi.

3 Comments on "Mahasiswa Katolik mendesak agar Rizieq Syihab segera diadili"

  1. Jenny Marisa on Tue, 16th May 2017 9:06 pm 

    ya itu namanya minoritas..

  2. Matheus Krivo on Thu, 18th May 2017 9:38 am 

    Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah bol kuning

  3. Alfons Liwun on Wed, 24th May 2017 10:42 am 

    saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepolisian. Agar perkembangan penyelidikan kasus ini ada kemajuan. Prinsipnya ‘keadilan’ bagi siapapun di depann hukum di RI ini.




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pastor China Dipenjara Kasus Pencurian, Umat Mengatakan Dia Dijebak
  2. Diduga Karena Tekanan, Pemerintah Menutup Sebuah Misi Katolik di India
  3. Gempa Meksiko Menewaskan 11 Orang Saat Acara Pembaptisan
  4. Renungan Hari Minggu XXV Tahun A – 24 Sept 2017
  5. Partai Khunto Mundur, Timor-Leste Dipimpin Koalisi Minoritas
  6. Mgr Adrianus Sunarko Ditahbiskan Uskup Pangkalpinang Akhir Pekan Ini
  7. Paus Ingatkan Uskup Jepang agar Tidak Melupakan Martir
  8. Tidak Diperhatikan, Milisi Ancam Tutup Perbatasan RI-Timor Leste
  9. Uskup Hong Kong Beberkan Cara Menghadapi China
  10. Pastor Salesian Ini Mengisahkan Penangkapan dan Pembebasannya
  1. Terima kasih atas masukannya Romo. Salam hangat...
    Said cnindonewsletter on 2017-09-18 16:37:16
  2. Koreksi: Sejak Oktober 2016, Superior Generale CDD bukan lagi R.P. Jhon Cia, ...
    Said Yustinus CDD on 2017-09-18 11:19:22
  3. Suster, perkenalkan saya Dame. Saya berumur 25 tahun dan saya sudah baptis katol...
    Said Parningotanna Dameria Siahaan on 2017-09-15 14:17:52
  4. kalau ada pohon yang tumbang sebab angin kencang, maka jangan salahkan angin yan...
    Said mursyid hasan on 2017-09-13 00:02:54
  5. Salam Kenal Sahabat seiman, Nama sy Antonius, tinggal di Jakarta Indonesia. Sy...
    Said Antonius on 2017-09-10 21:25:14
  6. Selamat siang Romo Indra Sanjaya. Di Wahyu 13:1 kitab deuterokanonik ada salah t...
    Said agus eko on 2017-09-10 14:04:11
  7. Infonya sangat bermanfaat. Semoga umat Katolik makin mencintai kitab suci.......
    Said Deo Reiki on 2017-09-07 08:31:09
  8. Selamat siang, Jika boleh saya meminta nomer telp ibu Angelic Dolly Pudjowati...
    Said Cornellia on 2017-09-04 15:26:00
  9. sejarah masa lalu, yang masih belum jelas keputusan dari Pemerintah, dan belum j...
    Said ANTONIUS NAIBAHO on 2017-09-02 17:16:52
  10. religius sendiri sangat erat kaitannya kepada seluruh kegiatan umat termasuk lin...
    Said ANTONIUS NAIBAHO on 2017-09-02 17:04:35
UCAN India Books Online