Didemo, peresmian Gereja Kristen di Solo dijaga ketat polisi

18/05/2017

Didemo, peresmian Gereja Kristen di Solo dijaga ketat polisi thumbnail

Anggota Polresta Solo mengadang puluhan anggota ormas yang berusaha masuk ke Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Kampung Busukan, Mojosongo, Jebres, Solo, yang akan diresmikan Kamis (18/5/2017). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos)

Puluhan anggota ormas menggelar aksi unjuk rasa menolak peresmian Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Kampung Busukan RT 002/RT 027, Mojosongo, Jebres, Solo, Kamis, 18 Mei 2017. Aksi itu mendapatkan pengawalan ketat anggota Polresta Solo.

Aksi tersebut dimulai pukul 08.30 WIB dengan menutup jalan kampung menuju ke gedung GKI. Massa aksi berusaha masuk ke gereja untuk menghentikan aktivitas jemaat di dalam gereja. Namun, upaya tersebut dihadang anggota Brimob dan Dalmas bersenjata lengkap dan temeng.

Salah seorang peserta aksi, Suparman, mengatakan pengurus gereja saat membangun gereja tanpa meminta persetujuan warga. Selain itu, kata dia, mereka juga memalsukan syarat administrasi pembangunan sehingga warga menggelar aksi.

“Kami meminta gereja ditutup karena terbukti menyalahi aturan. Warga sudah memperingatkan pada pengurus gereja tetapi hari ini [Kamis] justru diresmikan,” kata dia.

Pendeta GKI Busukan, Waski, mengatakan tidak ada yang salah dalam pembangunan GKI di Busukan. Pemkot Solo sudah menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan sekarang gereja akan diresmikan Kamis ini.

“Kami punya bukti lengkap soal  berkas syarat pembangunan gedung GKI. Warga yang menolak justru bukan warga asli Busukan,” kata dia.

Kapolresta Solo AKBP Ribut Hari Wibowo, mengatakan warga yang menolak diharapkan menempuh jalur hukum yang berlaku. Polresta Solo tidak mau ada orang yang bermain hakim sendiri dalam persoalan ini.

“Kami sudah menemukan kedua belah pihak agar menjaga diri jangan sampai ada gesekan,” kata dia.

Sumber: Ditolak Ormas, Peresmian Gereja di Mojosongo Solo Dijaga Ketat Polisi (Solo Pos)




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Paham radikalisme sangat membahayakan bagi kaum minoritas dan tdk menutup kemung...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-30 01:41:03
  2. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  3. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  4. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  5. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  6. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  7. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  8. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  9. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  10. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
UCAN India Books Online