Gereja-Gereja Papua bersatu melawan radikalisme

18/05/2017

Gereja-Gereja Papua bersatu melawan radikalisme thumbnail

Uskup Jayapura Mgr Leo Laba Ladjar OFM ketika memimpin anggota PGGP dan sekitar seribu massa mendatangi parlemen dan pemerintah Papua pada 15 Mei

Para pemimpin Kristiani dari Persekutuan Gereja-Gereja di Papua (PGGP) telah bangkit melawan peningkatan radikalisme di Indonesia yang mereka klaim telah merasuki wilayah mayoritas Kristen.

Uskup Fransiskan Leo Laba Ladjar memimpin para pemimpin gereja dan lebih dari 1.000 orang Kristen dalam sebuah demonstrasi damai di Jayapura pada tanggal 15 Mei.

Harus ada upaya terpadu untuk membebaskan Papua dari kelompok radikal, katanya.

“Kehadiran kelompok radikal [di provinsi ini] berpotensi menimbulkan konflik,” kata uskup tersebut, ia mendesak pemerintah untuk membubarkan kelompok seperti Front Pembela Islam dan Hizbut Tahrir Indonesia.

Papua tidak memiliki catatan kekerasan sektarian namun kehadiran Hizbut Tahrir di provinsi tersebut telah menimbulkan ketakutan akan konflik antara Muslim, Kristen dan kelompok agama lainnya. Pemerintah pusat sedang memproses pembubarkan Hizbut Tahrir karena bertujuan untuk membentuk sebuah khilafah Islam yang bertentangan dengan ideologi sekuler Indonesia.

Uskup Laba Ladjar -selaku ketua PGGP, mengatakan kepada ucanews.com bahwa para pemimpin Kristen juga khawatir dengan Ja’far Umar Thalib, pendiri dan mantan pemimpin Laskar Jihad – kelompok radikal lainnya. Thalib terlibat dalam konflik sektarian di Ambon pada tahun 1999-2002 di mana ribuan orang terbunuh dan, pada tahun 2016, pengikutnya hampir bentrok dengan orang Kristen di distrik Muara Tami, Papua.

“Kami ingin masyarakat sadar akan kehadiran kelompok-kelompok ini di Papua sebelum terlambat,” kata Uskup Ladjar.

John Baransano dari Gereja Injili Reformed Papua, setuju. Dia mengatakan orang Papua harus menyadari apa yang sedang terjadi di Jakarta dan bagian-bagian lain di Indonesia, terutama pemenjaraan politisi Kristen Basuki Tjahaja Purnama yang juga dikenal sebagai “Ahok”.

“Ahok adalah korban ketegangan sektarian yang diatur oleh kelompok radikal,” katanya. Mantan gubernur Jakarta dijatuhi hukuman dua tahun penjara karena penistaan pada 9 Mei. Beberapa orang mengatakan bahwa hukuman tersebut dijatuhkan karena tekanan dari kelompok radikal.

Mendapat kritikan

Beberapa aktivis hak asasi manusia, mengeritik pemimpin Kristen karena hanya khawatir tentang radikalisme dan mengabaikan orang-orang biasa di Papua yang hak-haknya dilanggar dalam perjuangan mereka untuk kemerdekaan.

Pastor John Djonga, yang memperjuangkan hak-hak orang Papua, mengatakan bahwa pemimpin Kristen seharusnya lebih memperhatikan situasi hak asasi manusia di Papua.

Frederika Korain, seorang aktivis wanita, berkata, “Mengapa gereja dan uskup tidak melakukan demonstrasi saat orang-orang Papua ditembak atau dibunuh?”

Uskup Ladjar mengklaim bahwa kritik tersebut tidak berdasar, “karena gereja tersebut tidak pernah terdiam dalam masalah semacam itu … Kami hanya tidak protes di jalanan”

Frist Ramdey, kepala komisi hak asasi manusia di Papua, membela Uskup Ladjar dan demonstrasi tersebut.

“Gereja telah bekerja keras. Pelanggaran hak asasi manusia di Papua terungkap karena upaya Keuskupan Jayapura pada 1990-an,” kata Ramdey.

Sekitar 65 persen dari 3,2 juta penduduk Papua beragama Protestan, 18 persen beragama Katolik, 15 persen Muslim dan sisanya adalah umat Hindu dan Budha.

Baca juga: Papuan churches unite against radicalism




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Surat Dari Roma: Pemecatan prefek Kongregasi Ajaran Iman
  2. Aktivis kecam Jokowi terkait perintah menembak penyelundup norkoba
  3. PM Singapura ingatkan ancaman kelompok ekstrimis
  4. Warga Timor-Leste inginkan koalisi pemerintahan yang pro-rakyat
  5. Kardinal Zen kritik pengadilan yang mendiskualifikasi anggota parlemen
  6. Pendukung Mgr Hubertus Leteng meminta umat membela uskup
  7. Paus sumbang €25.000 untuk membantu warga di Afrika Timur
  8. Setelah kelompok teroris, ini target serangan Duterte berikutnya
  9. India memberikan pelatihan bagi jutaan PRT
  10. Pemimpin lintas agama mendoakan para pahlawan di rumah Aung San Suu Kyi
  1. Sebagai awam Katolik saya sangat prihati dengan kemelut yang tengah terjadi di ...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-07-26 07:00:27
  2. Syalom, semua saudara. Tolong baca baik-baik, Pal Alex Marwata tidak mengatakan ...
    Said Aurel on 2017-07-24 16:04:09
  3. KPK ingin audit Gereja ? Gak salah, ada udang dibalik batu, ada unsur politik bs...
    Said Bonbon on 2017-07-23 21:19:37
  4. KPK tentunya tak berwenang mengaudit keuangan lembaga agama seperti gereja karen...
    Said Willy Nggadas on 2017-07-23 16:22:59
  5. Apapun undang-undangnya, soal perbuatan baik dalam hal ini gereja bebas korupsi...
    Said Alexander on 2017-07-23 07:02:14
  6. Good morning...
    Said Bienvenhu on 2017-07-23 05:19:23
  7. Pandangan yg rasional bila keterbukaan itu di mulai dari Gereja Katolik seperti ...
    Said Matias on 2017-07-22 21:51:12
  8. Sudah saatnya gereja accountable. https://www.naulinovation.com:8443/onebody/...
    Said Leonard on 2017-07-22 17:15:48
  9. Segera laksanakan audit keuangan Gereja dan KUB....
    Said Rey on 2017-07-22 13:47:36
  10. Audit Keuangan Hirarki Gereja Katolik Perlu dan wajib. Syaratnya hanya perlu goo...
    Said AB Raturangga on 2017-07-22 11:07:47
UCAN India Books Online