Romo Budi Purnomo terima Penghargaan Jurnalisme Damai

18/05/2017

Romo Budi Purnomo terima Penghargaan Jurnalisme Damai thumbnail

Romo Aloys Budi Purnomo Pr Mendapat Piagam Penghargaan Jurnalisme Damai untuk Jawa Tengah (BeritaSatu.com)

Lantaran sering menggerakkan berbagai kegiatan seni budaya lintas agama demi kerukunan dan persaudaraan sejati, Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang Romo Aloys Budi Purnomo Pr menerima penghargaan Jurnalisme Damai untuk Jawa Tengah.

Penghargaan itu diberikan oleh Forum Wartawan Pemprov-DPRD Jawa Tengah (FWPJT) bertepatan dengan HUT forum tersebut pada 17 Mei di Lobi Kantor Gubernur Jateng.

Acara yang dihadiri Sekda Provinsi, Ketua DPRD Jateng, Wali Kota Semarang, Bupati Kudus dan sejumlah wartawan dan budayawan itu berlangsung semarak dalam kesederhanaan yang penuh makna keberagaman dan persaudaraan.

Acara dikemas serius tapi santai secara lesehan duduk sama rendah berdiri sama tinggi dengan hidangan organik kacang tanah, pisang dan klethikan.

Ketua FWPJT, Damar Sinuk yang merupakan jurnalis CNN Indonesia, mengatakan Romo Budi pantas menerima Piagam Penghargaan dalam rangka Jurnalisme Damai untuk Jawa Tengah pada khususnya dan untuk Indonesia pada umumnya itu.

Damar mengatakan penghargaan itu diberikan karena Romo Budi -yang juga gemar bermain saksofon- terlibat aktif dalam upaya-upaya membangun dan mewujudkan jurnalisme damai bersama para insan pers. Romo Budi tak hanya aktif menulis terkait tema kebangsaan, kemanusiaan dan kerukunan, tapi juga kerap menjadi subjek berita dan narasumber dalam rangka jurnalisme damai.

Romo Aloys Budi Purnomo Pr sendiri, dalam perjuangan membangun persaudaraan sejati selalu mengedepankan sikap, “Apabila segala sesuatu tergantung dari padamu, hendaklah kamu menjadi pembawa damai!”

Itulah yang secara konkret dihayatinya ketika berhadapan dengan kelompok yang berbeda dengan kehendak baik untuk merajut kerukunan, seperti pernah dialami tahun lalu saat Romo Budi ditunjuk menjadi penyelenggara dan tuan rumah Program Sahur dan Buka Keliling Ibu Hj. Siti Nuriyah Andurrahman Wahid.

Selengkapnya: Romo Budi Terima Penghargaan Jurnalisme Damai (Berita Satu)




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Paham radikalisme sangat membahayakan bagi kaum minoritas dan tdk menutup kemung...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-30 01:41:03
  2. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  3. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  4. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  5. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  6. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  7. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  8. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  9. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  10. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
UCAN India Books Online