500 tahun Reformasi, Korea mendorong gerakan ekumenis

19/05/2017

500 tahun Reformasi, Korea mendorong gerakan ekumenis thumbnail

Teolog Kristen mengadakan forum untuk memperingati 500 tahun Reformasi pada 11 Mei di Gereja Katedral Anglikan, Soul.

Ahli teologi Katolik dan Protestan di Korea mendorong gerakan ekumenis untuk bekerja sama demi kebaikan bersama pada peringatan 500 Reformasi.

Gereja-Gereja Korea menyelenggarakan Forum Persatuan Umat Kristiani Korea untuk memperingati 500 tahun sejarah Reformasi di mana Protestan memisahkan diri dari Gereja Katolik, yang diadakan di Gereja Katedral Anglikan di Soul, pada 11 Mei lalu.

Dengan mengusung tema “Buah-buah Dialog Berkesinambungan” forum tersebut berdiskusi tentang nilai, arti, dan isi dari dokumen “Dari Konflik Menuju Persatuan”, yang dikeluarkan untuk Peringatan Reformasi Katolik-Lutheran tahun ini.

Dokumen yang dipublikasi Vatikan dan Federasi Lutherean tahun 2013 berisikan hal-hal yang terjadi pada abad ke-16, hal-hal kontroversial yang muncul dan penafsiran ekumenis. Dokumen itu berisi detail tentang ekumenisme modern, pola pikirnya, bahasa, dan agenda. Para pemikir Katolik dan Protestan di Korea bersama-sama menerjemahkan dan mempublikasi dokumen tersebut dalam bahasa Korea pada 11 Mei.

Dalam presentasinya, Pendeta Ahn Kyo-seong, profesor di ¬†Presbyterian University and Theological Seminary, mengatakan dokumen tersebut didasarkan bukan pada ketidakcocokan, melainkan perbedaan dan koeksistensi. “Dokumen itu menekankan harapan akan kebaikan bersama melalui dialog ekumenis,” katanya.

Setelah presentasi tersebut, Pastor John Song Yong-min, wakil sekretaris Konferensi Waligereja Korea dan dosen di Incheon Catholic University dan pakar lainnya mengadakan diskusi.

“Hal paling penting bagi gerakan persatuan umat kristiani adalah upaya-upaya kita untuk menciptakan kebaikan bersama melampaui refleksi teoligis,” kata Pastor Song.

“Ketika kita orang Kristen menyatu dengan rasa sakit masyarakat kita dan menghibur luka kita bersama, kita bisa mengatasi tembok yang memisahkan kita dan menciptakan batu loncatan untuk kerja sama lebih lanjut, “katanya.

Link: Reformation anniversary is a call for ecumenicism in Korea




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Paham radikalisme sangat membahayakan bagi kaum minoritas dan tdk menutup kemung...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-30 01:41:03
  2. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  3. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  4. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  5. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  6. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  7. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  8. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  9. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  10. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
UCAN India Books Online