Bekas kediaman imam Fransiskan dijadikan tempat ziarah

19/05/2017

Bekas kediaman imam Fransiskan dijadikan tempat ziarah thumbnail

Anggota Fra Le Genti mengadakan Misa syukur pada15 Mei di bekas tempat kediaman Beato Gabriele Allegra

Bekas kediaman Beato Gabriele Allegra (1907-1976), imam dan pakar Kitab Suci asal Italia yang pertama kali menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa China, akan diubah menjadi situs ziarah berkat dukungan umat Katolik China.

Gabriel Fra Le Genti, sebuah asosiasi untuk menghormati Pastor Allegra, mengumumkan bahwa bekas kediaman imam itu di Sisilia telah dialihkan kepada mereka pada tanggal 10 Mei.

Asosiasi yang didirikan pada tahun 2015 oleh Rosairo Allegra, sepupu Pastor Allegra, berencana mengubah situs tersebut menjadi tempat retret dan spiritualitas.

Misa syukur diadakan di depan rumah pada tanggal 15 Mei untuk menandai dimulainya proyek renovasi yang diperkirakan akan selesai pada tahun 2018.

“Kapel dengan makam Pastor Allegra di Sisilia sangat kecil. Pusat zziarah akan menyediakan tempat terpadu untuk orang-orang untuk mengenang dia, terutama orang Katolik dari China dan Hong Kong,” kata Bruder Fransiskan William Ng di Hong Kong kepada ucanews.com.

Ordo Fransiskan di Hong Kong dan umat Katolik China termasuk pendukung proyek itu. Mereka berharap pusat ziarah tersebut akan menginspirasi lebih banyak pengunjung untuk memikirkan misionaris di China, kata Bruder Ng.

Suster Lucy Chung, biarawati Fransiskan, pendukung aktif proyek tersebut, mengatakan peninggalan Pastor Allegra tersebar di sekitar Sisilia sehingga keponakannya memutuskan untuk mengumpulkan dan memajangnya di satu pusat ziarah.

“Mengubah tempat tinggal menjadi pusat ziarah akan membuat lebih banyak orang tahu tentang semangat misi Pastor Allegra di China dan pengabdiannya pada firman Tuhan,” kata Suster Chung kepada ucanews.com.

“Keponakannya datang ke Hong Kong untuk merayakan seratus tahun kelahiran Pastor Allegra di tahun 2007. Dia mengemukakan gagasannya dan mengundang orang-orang yang mengenal pastor Allegra untuk terlibat. Kami melakukan ini untuk menunjukkan rasa terima kasih kami kepada Pastor Allegra karena telah membawa kami ke dalam Alkitab China,” kata suster yang pernah bertemu pastor itu.

Pastor Allegra lahir pada tahun 1907 dan terkenal karena menerjemahkan Alkitab pertama dalam bahasa China yang membuatnya dikenal sebagai “St. Hironimus dari China.” Terinspirasi oleh Giovanni da Montecorvino, misionaris Fransiskan pertama yang ke China pada abad ke-13, Pastor Allegra berangkat untuk menyebarkan Injil di provinsi Hunan tengah pada tahun 1931.

Pastor Allegra mendirikan Studium Biblicum Franciscanum di Beijing pada tahun 1945 untuk mengejar misi terjemahannya. Kemudian dipindahkan ke Hong Kong tiga tahun kemudian karena gejolak politik di China daratan. Alkitab Cina pertama dan satu-satunya yang resmi yang diterjemahkan dari bahasa Ibrani, bahasa Aram dan bahasa Yunani diterbitkan pada tahun 1968.

Pastor Allegra meninggal pada 26 Januari 1976 dan dia dibeatifikasi pada tahun 2012 dan menjadikannya sebagai  beato pertama Keuskupan Hong Kong dan provinsi Fransiskan Taiwan-Hong Kong.

Beatifikasi menyusul pengakuan St. Paus Yohanes Paulus II bahwa sebuah keajaiban telah terjadi melalui doa kepada Pastor Allegra pada tahun 2002. Vatikan menunda beatifikasinya karena Beijing masih marah dengan tulisan anti-komunis Pastor Allegra.

Imam tersebut menghabiskan tiga tahun di Singapura antara tahun 1961 dan 1963 sebagai kepala sebuah institut sosial yang didirikan oleh Vatikan untuk memproduksi dan menyebarkan literatur anti-komunis di seluruh Asia.

Link: Pilgrimage site devoted to China-loving Italian missionary




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Paham radikalisme sangat membahayakan bagi kaum minoritas dan tdk menutup kemung...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-30 01:41:03
  2. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  3. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  4. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  5. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  6. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  7. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  8. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  9. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  10. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
UCAN India Books Online