UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

‘Hidup dari Pengharapan’ menyongsong 500 tahun Reformasi

Mei 22, 2017

‘Hidup dari Pengharapan’ menyongsong 500 tahun Reformasi

Hidup dari Pengharapan adalah soal mempertanggungjawabkan iman Kristen, demikian diungkapkan Pdt. A. Yewangoe, salah satu pembicara dalam diskusi yang diadakan di Jakarta dalam rangka menyongsong perayaan 500 tahun reformasi (1517-2017).

Kegiatan yang diadakan pada tanggal 16 Mei 2017 di gedung BPK Gunung Mulia, Jakarta itu diselenggarakan oleh BPK GM, bekerjasama dengan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) dan Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI).

Selain Yewangoe, pembicara lain yang hadir adalah Rm. Benny Susetyo dan Fajar R. Ul Haq.

Dalam diskusi ini, pergulatan reformasi hendak dibaca dengan bertolak dari pergumulan masa kini, sebagaimana diungkap dalam buku Hidup dari Pengharapan karya Pdt. Yewangoe. Buku ini memuat sejumlah catatan reflektif mengenai gerakan oikoumene, masalah kepemimpinan, persoalan tanah, gereja dan politik, kebudayaan, sampai masalah penderitaan.

Menurut Romo Benny Susetyo buku ini dibaca sebagai upaya berteologi dalam konteks Indonesia, di mana pengharapan bergerak di dalam pergulatan. Di sini penulis hendak menarik agama agar bergerak ke arah pembebasan, dengan demikian tidak terperangkap dalam bahasa formalistik.

Sedangkan menurut Fajar, di tengah globalisasi yang membawa benturan antarkelompok, semangat reformasi justru mengambil posisi untuk berpijak pada harkat martabat manusia, seperti tergambar dalam sejumlah catatan Yewangoe di buku Hidup dari Pengharapan.

“Reformasi sebagai sesuatu yang dinamis, ada proses pembaruan terus-menerus (ecclesia reformata, semper reformanda). Dan akhir-akhir ini, hal yang dinamis tersebut seperti lenyap dalam kehidupan agama,” kata Yewangoe dalam presentasinya.

Ia menyoroti imperialisme bahasa di mana bahasa agama digunakan secara paksa di luar dunianya. Ini tampak pada gejala mengafirkan orang lain yang belakangan berlangsung di tengah masyarakat.

Yewangoe kemudian menggariskan pentingnya agama-agama di Indonesia menemukan tujuan bersama mereka. Dan dalam keyakinannya, hal tersebut (tujuan bersama) ada di dalam Pancasila.

 

Selengkapnya: Hidup dari Pengharapan – Seri Diskusi dalam Rangka 500 Tahun Reformasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi