UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual

Mei 29, 2017

Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual

Para remaja mengambil bagian dalam kegiatan Peace Bike Rally untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap pelecehan terhadap anak-anak dan perempuan di Banglore, India. (IANS)

 

Sebuah studi baru-baru ini mengungkapkan bahwa satu dari dua anak dilecehkan secara seksual di India. Para pemimpin gereja dan aktivis menggambarkan kondisi ini sangat mengkhawatirkan.

Survey itu dilakukan organisasi bantuan kemanusiaan Kristen World Vision yang meliputi 26 dari 29 negara bagian di India dan mencakup lebih dari 45.000 anak-anak berusia 12-18 tahun. Dirilis minggu lalu, laporan tersebut juga mengatakan satu dari empat keluarga tidak melaporkan penganiayaan anak.

“Ini adalah masalah yang memprihatinkan bahwa hampir setiap kasus pelecehan seksual anak dilaporkan dalam berita,” kata Cherian Thomas, Direktur World Vision India kepada ucanews.com.

Dia mengatakan sebagian besar pelecehan dilakukan oleh orang-orang yang dikenal anak-anak.

Suster Lucy Kurien, yang bekerja untuk perlindungan dan rehabilitasi anak-anak yang dilecehkan secara seksual, mengatakan kepada ucanews.com bahwa masalah tersebut tidak dianggap serius karena tidak ada mekanisme yang tepat untuk memberantas kejahatan tersebut.

Biarawati yang merupakan anggota Kongregasi Suster Salib Suci dari Chavanod juga mengatakan “kurangnya cinta dan perhatian orang tua telah menyebabkan kenaikan kasus pelecehan yang mengkhawatirkan ini.”

Suster Kurien, yang mengelola Maher (Rumah ibu), mengatakan bahwa trennya lebih buruk di daerah perkotaan karena orang tua sibuk berusaha menghasilkan uang sehingga mereka tidak punya waktu untuk anak-anak mereka. “Aborsi janin dan rasio jenis kelamin yang tidak seimbang di negara ini merupakan alasan utama pelecehan seksual di antara anak-anak,” kata suster tersebut.

Menurut sensus 2011, India memiliki 940 perempuan untuk setiap 1.000 laki-laki. Di banyak negara bagian, rasionya bahkan lebih rendah lagi. Di negara bagian Haryana, India utara, jumlahnya adalah 861 perempuan berbanding 1.000 laki-laki, sementara ibu kota memiliki 868 anak perempuan per 1.000 anak laki-laki. Negara Punjab  895 anak perempuan berbanding 1.000 anak laki-laki.

T.K. Oommen, seorang sosiolog, mengatakan salah satu alasan meningkatnya pelecehan seksual terhadap anak-anak adalah bahwa orang tua tidak mengungkapkan masalah tersebut.

“Ini adalah masalah reputasi dan status. Ada juga ketakutan bahwa begitu orang mengetahui kejadian tersebut, akan sulit untuk menemukan calon pengantin pria untuk para gadis,” katanya.

Lisa Joseph, petugas hak-hak anak dan perdagangan manusia untuk Caritas India, mengatakan bahwa anak-anak diajarkan tentang “buruk” dan “baik” di kebanyakan sekolah swasta dan sekolah pemerintah tetapi tidak memadai.

“Kita harus menciptakan suasana di keluarga dan lingkungan dimana anak merasa bebas, percaya diri dan percaya bahwa mereka dapat dengan mudah mendekati kita,” katanya.

Tej Kumar Thapa, manajer proyek untuk anak-anak dari Pelayanan Sosial Keuskupan Darjeeling, mengatakan “kita harus mengajak orang tua bahwa mereka harus meluangkan waktu dari jadwal sibuk mereka untuk mendengarkan dan berbicara dengan anak-anak mereka dan percaya apa yang mereka katakan.”

“Ada banyak kasus di mana anak tersebut ingin mengatakan sesuatu tapi orang tua telah gagal untuk mengenalinya. Saat kita berbicara tentang pendidikan dan kesehatan mereka, kita juga harus mengawasi kehidupan mereka sehari-hari,” katanya.

Menurut data dari Biro Catatan Kejahatan Nasional, terdapat hampir 58.224 kasus penganiayaan anak pada tahun 2013 dibandingkan dengan 38.172 pada tahun 2012 dan 33.052 pada tahun 2011. Hampir 7.000 kasus  setelah Undang-Undang Perlindungan  Anak terhadap Pelanggaran Seksual mulai November 2012 sampai Maret 2015.

Tindakan tersebut, yang mulai berlaku pada tahun 2012, bertujuan untuk melindungi anak-anak dari serangan seksual, pelecehan seksual dan pornografi dan memberikan pengadilan khusus untuk yang melakukan pelanggaran tersebut.

 

Baca juga: One in two Indian children sexually abused, says study

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi