UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

ISKA soroti ancaman disintegrasi bangsa

Mei 30, 2017

ISKA soroti ancaman disintegrasi bangsa

Ketua KWI Mgr Ignatius Suharyo memimpin Ekaristi dalam rangka pengukuhan presidium ISKA 2017-2021 di KWI (Mirifica.net/John Laba Wujon)

Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Indonesia menyoroti beragam ancaman disintegrasi hidup berbangsa. Radikalisme dan meningkatnya kasus intoleransi disebut-sebut sebagai sebab utamanya.

“Keutuhan hidup berbangsa benar-benar sedang terancam,” kata Hargo Mandirohardjo, Ketua Presidium ISKA Periode 2017- 2021, pada acara Dies Natalis ISKA ke-59 dan Pengukuhan Presidium Pusat ISKA 2017-2021, Senin (29/5) di Jakarta.

Menurut Hargo, menguatnya radikalisme dan beragam kasus intoleransi di Indonesia itu disebabkan oleh pudarnya komitmen kebangsaan Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan NKRI sebagai wadah pemersatu bangsa tidak lagi diakui.

Terhadap berbagai ancaman disintegrasi bangsa itu, Hargo mengharapkan agar seluruh elemen pemuda harus terlibat aktif untuk menjaga dan merawat keutuhan bangsa.

“Para Sarjana Katolik Indonesia tentu saja diminta untuk ikut merawat komitmen kebangsaan, mengabdi untuk bangsaa dan gereja,” kata Hargo.

Ia menegaskan kesadaran akan patrotisme hendaknya terus dipupuk. Semangat rela berkorban harus terus ditanamkan untuk merawat komitmen kebangsaan. “Mission ISKA  lahir dari semangat keberagaman, itu sudah sangat jelas.”

Pengukuhan Presidium ISKA Periode 2017-2021 dilaksanakan pada perayaan Ekaristi bersama yang dipersembahkan oleh Ketua Konferensi Waligereja Indonesia Mgr. Ignatius Suharyo, didampingi Ketua Komisi Kerasulan Awam KWI, Mgr. Vincentius Sensi Potokota dan Sekretaris Komisi Kerasulan Awam, Romo Guido Suprapto.

Prosesi pengukuhan presidium ISKa melalui ekaristi dan dihadiri pula ratusan anggota ISKA  menandakan ISKA bukanlah sebuah organisasi independen semata-mata.

“Dalam keyakinan iman Katolik, kehadiran ISKA adalah berkat karya Allah,” ujar Uskup Suharyo.

Selain itu, seremoni legitimasi formal Presidium ISKA melalui sebuah perayaan ekaristi juga menandakan inisiatif gerakan-gerakan awam yang melahirkan organisasi Katolik merupakan anak kandung dari Gereja.

Karena itu, menurut Ketua Komisi Kerawam KWI, Mgr. Vincentius, sudah tidak relevan lagi jika orang masih bertanya di mana bentuk dukungan Gereja terhadap organisasi Katolik semacam ISKA.

“Gereja sudah pasti hadir sebagai pengusung dan pendukung utamanya,” tandas Mgr. Vincentius.

 

Selengkapnya: ISKA Soroti Ancaman Disintegrasi Bangsa (Mirifica)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi