UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Kemunafikan menghancurkan komunitas Kristen, kata Paus

Juni 8, 2017

Kemunafikan menghancurkan komunitas Kristen, kata Paus

Paus Fransiskus melakukan audiensi dengan para pelajar sekolah di Italia yang dikelola Cavalieri pada 2 Juni di Vatikan. (Andreas Solaro/AFP)

Bahasa kemunafikan, yang menjerat orang lain melalui pujian, memiliki kekuatan untuk menghancurkan komunitas-komunitas Kristen, kata Paus Fransiskus.

Seperti orang-orang Farisi yang berbicara kepada Yesus dengan kata-kata pujian yang menenangkan, demikian pula orang-orang Kristen yang terlibat dalam kemunafikan berbicara dengan lembut namun “secara brutal menghakimi seseorang,” kata paus dalam Misa pagi pada 6 Juni.

“Kemunafikan bukanlah bahasa Yesus. Kemunafikan bukanlah bahasa orang Kristen. Orang Kristen tidak bisa menjadi orang munafik dan orang munafik tidak bisa menjadi orang Kristen. Ini sangat jelas,” kata paus.

“Orang-orang munafik bisa membunuh sebuah komunitas,” kata Paus Fransiskus seperti dilaporkan Catholic News Service.

Orang munafik selalu mulai dengan adulasi atau pujian yang berlebihan, tidak mengatakan kebenaran, melebih-lebihkan, bahkan menumbuhkan kesia-siaan.

Paus Fransiskus bahkan menegaskan bahwa kemunafikan adalah cara iblis untuk berbicara dan iblislah yang menempatkan “lidah bercabang” ke dalam sebuah komunitas untuk menghancurkannya.

Karena itu Paus Fransiskus meminta orang-orang Kristen untuk berdoa agar mereka tidak jatuh ke dalam kemunafikan ini, memoles dengan pujian untuk menutupi niat buruk.

Orang Kristen harus berdoa begini: “Tuhan, semoga saya tidak pernah menjadi orang munafik. Mampukan saya agar mengatakan yang sebenarnya dan jika saya tidak dapat mengatakannya, agar berdiam diri. Tapi jangan pernah membiarkan saya menjadi seorang munafik.”

 

Baca selengkapnya di Pope Francis

One response to “Kemunafikan menghancurkan komunitas Kristen, kata Paus”

  1. Bernardus Wato Ole says:

    Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman Tuhan yang tertulis dalam Injil. Kiranya menjadi bahan refleksi bagi banyak orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi