Umat ​​Katolik bertekad membangun kembali Myanmar

15/06/2017

Umat ​​Katolik bertekad membangun kembali Myanmar thumbnail

Para uskup, pastor, biarawati, dan awam Katolik menghadiri workshop rencana misi pembangunan nasional Yangon.

Umat ​​Katolik di Myanmar berjanji untuk memainkan peran positif dalam membangun kembali negara mereka  yang tidak diurus  dengan benar selama hampir 50 tahun militer berkuasa.

Tujuh puluh dua umat Katolik – uskup, imam, biarawati dan orang awam – menghadiri lokakarya “Perencanaan Misi untuk Pembangunan Bangsa” yang diadakan di Konferensi Waligereja Myanmar di Yangon pada 8-10 Juni.

“Kami datang bersama dalam satu pikiran, satu hati untuk menemukan platform bersama sehingga dapat berkontribusi secara efektif terhadap pembangunan bangsa,” kata Uskup Raymond Sumlut Gam dari Banmaw yang berbasis di Negara Kachin yang dilanda konflik.

Uskup Gam, yang juga ketua Karitas Myanmar, mengatakan bahwa Gereja Katolik harus memainkan peran lebih besar dalam pembangunan bangsa terutama melalui pendidikan dan perawatan kesehatan.

Lokakarya tiga hari berfokus pada penyelesaian visi, misi dan tujuan gereja untuk rencana lima tahun, 2018-2022.

Dalam lokakarya tersebut, para peserta mendiskusikan dan merumuskan strategi sosial pastoral yang memprioritaskan lima sektor: pendidikan, pembangunan manusia integral, dialog antaragama, pemberdayaan perempuan dan keadilan lingkungan.

Pastor Maurice Nyunt Wai, sekretaris eksekutif konferensi waligereja, mengatakan bahwa ini adalah sinergi dari semua keuskupan Myanmar yang akan berkontribusi pada peran gereja untuk pembangun bangsa.

“Sebagai bagian dari Myanmar, Gereja Katolik siap untuk berperan dalam pembangunan bangsa,” kata Pastor Nyunt Wai yang juga anggota komite pengarah penyusunan rencana lima tahun tersebut.

Dia mengatakan kepada ucanews.com bahwa para pemimpin Katolik telah menyiapkan peta pembangunan sejak dua tahun terakhir. Mereka telah melakukan rapat konsultasi dan lokakarya lainnya, katanya.

Janji dari gereja tersebut muncul  pada saat, ketika Myanmar yang dikuasa pemerintahan militer selama beberapa dekade dikalahkan oleh  partai Liga Nasional untuk Demokrasi  yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi pada pemilihan 2015 dan mulai menjabat pada bulan April tahun lalu.

Sebelumnya, Kardinal Charles Bo dari Yangon menyerukan pengembalian sekolah-sekolah yang dinasionalisasi ke Gereja Katolik untuk membantu merevitalisasi sistem pendidikan negara yang terabaikan. Para kritikus telah lama menyalahkan kediktatoran mantan militer karena mengabaikan sistem sekolah Myanmar selama beberapa dekade.

Myanmar dianggap sebagai negara berpendidikan terbaik di Asia Tenggara pada tahun 1950an berkat pendidikan berkualitas yang diberikan oleh sekolah Kristen. Sebagian besar sekolah ini dinasionalisasi pada tahun 1965 setelah Jenderal Ne Win merebut kekuasaan.

Baca juga: Catholics plan to help rebuild Myanmar




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Peresmian Pemerintah Baru Timor-Leste Tertunda
  2. Katolik dan Muslim di Purwokerto Bertekad Memerangi Hoax
  3. Prihatin dengan Kondisi Filipina, Kardinal Tagle Tawarkan Dialog Nasional
  4. Uskup Kirim Tim untuk Melindungi Warga dari Pembunuhan
  5. Pemerintah China Perintahkan Pemakaman Berbeda untuk Dua Uskup Ini
  6. Ketika Upaya Damai Dibayangi Ketakutan akan Perang Nuklir
  7. Uskup Militer Ajak Anggota TNI/POLRI Katolik Wujudkan Nilai-nilai Kristen
  8. Uskup: Rencana Keterlibatan Amerika Memperburuk Konflik Mindanao
  9. Uskup Korea Mendorong Pihak yang Bertikai Menahan Diri
  10. Renungan Hari Minggu XX Tahun A – 20 Agustus 2017
  1. Dengan hormat, Bisakah saya mendapatkan nomor telepon untuk menghubungi Ibu P...
    Said Djatu on 2017-08-21 15:55:06
  2. Lau kita selalu di teror sama roh jahat kita tidak perlu takut untuk melawan roh...
    Said Tuhan besertaku on 2017-08-19 22:15:11
  3. Di dalam alkitab tidak ada tertulis bahwa salib mempunyai kuasa..yang benar hany...
    Said Tuhan besertaku on 2017-08-19 22:00:45
  4. Saya ingin dapatkan versi Bahasa Indonesia buku panduan Legionis Maria( Legion o...
    Said Maria Ithaya Rasan on 2017-08-15 14:22:31
  5. Visitator Apostolik itu tugasnya adalah mengunjungi pihak-pihak yang dianggap me...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-14 11:40:48
  6. Ada asap PASTI karna ada api... Tontonlah film 'Spotlight' yg brdasarkn kisah n...
    Said RESI Kurniajaya on 2017-08-12 22:38:30
  7. Teman-teman saudara-saudariku yang ada di dan berasal dari Keuskupan Ruteng. Saa...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-12 15:12:04
  8. Berita menggembirakan, shg para imam tak memberi eks komunikasi bagi yang berce...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 20:10:43
  9. Permasalahan di Keuskupan Ruteng sampai mencuat seperti ini, tentu tidak main ma...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 16:19:26
  10. Keberadaan uskup bukan seperti presiden hingga kepala desa, yang dilakukan melal...
    Said aloysius on 2017-08-11 10:53:19
UCAN India Books Online