UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Gereja dan aktivis prihatin atas rencana pengolahan limbah di Indonesia

Juni 16, 2017

Gereja dan aktivis prihatin atas rencana pengolahan limbah di Indonesia

Seorang pemulung di Jakarta mengumpulkan sampah yang bisa dijual dan didaur ulang

Komitmen pemerintah Indonesia untuk mengurangi sampah plastik yang mencemari laut dan merugikan persediaan ikan kemungkinan akan dirusak oleh kurangnya kehendak untuk mengubah sikap dari masyarakat dewasa ini, demikian disampaikan gereja dan aktivis.

Mereka menekan lagi keraguan atas kampanye pemerintah yang ambisius yang diluncurkan pada bulan Februari untuk menghapus 70 persen sisa-sisa sampah plastik di lautan masing -masing negara pada akhir tahun 2025.

Pesimisme mereka tetap ada meski Indonesia mengkampanyekan hal tersebut pada Konferensi Kelautan PBB yang pertama di New York dari 5-9 Juni, di mana semua negara yang hadir mengetuai secara bersama.

Saat menjelaskan kampanyenya, delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Kelautan Luhut Panjaitan mengatakan pada konferensi tersebut bahwa Indonesia bermaksud untuk menangani sampah laut dengan mengurangi sampah plastik dengan meningkatkan kesadaran dan menerapkan strategi pengurangan, penggunaan kembali dan daur ulang.

Komitmen pemerintah baik, namun masyarakat perlu diyakinkan, kata para pemerhati lingkungan.

Mengurangi sisa-sisa sampah plastik sebesar 70 persen dalam kerangka waktu yang diberikan sepertinya terlalu cepat mengingat sikap masyarakat terhadap pengelolaan limbah, kata Pastor Peter C. Aman, direktur Komisi Keadilan Perdamaian dan  Keutuhan Ciptaan.

“Kesadaran lingkungan bukan bagian dari jiwa Indonesia, terutama yang berkaitan dengan sampah plastik. Di Jakarta 80 persen sampahnya plastik,” katanya kepada ucanews.com.

“Konsumerisme sangat kuat di masyarakat kita, orang-orang pergi ke mall dan pulang ke rumah dengan membawa kantong plastik. Pemerintah harus menekan perusahaan untuk menghasilkan alternatif lain selain  plastik.”

Namun, dia meminta dukungan Gereja Katolik untuk kampanye tersebut.

“Gereja Katolik sudah berkampanye sekian lama tentang bagaimana cara mengelola sampah ini,” katanya.

Hanie Ismail, ketua kelompok Komunitas Nol Limbah di Surabaya, Jawa Timur, mengatakan bahwa pemerintah harus mengubah gaya hidup semua elemen masyarakat.

Lautan sampah plastik masih menjadi masalah utama di Surabaya walaupun kelompoknya dan yang lainnya menganjurkan pentingnya untuk membuang sampah secara benar  selama bertahun-tahun.

 “Ini tugas yang sangat besar,” katanya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi