Muslim Mindanao meminta dialog untuk akhiri pertempuran di Marawi

16/06/2017

Muslim Mindanao meminta dialog untuk akhiri pertempuran di Marawi thumbnail

Perempuan dari Marawi mendesak kepada pemerintah dan kelompok teroris bersenjata yang masih menduduki sebagaian dari kota Marawi untuk mendengarkan suara warga dan berdialog. Hal itu mereka sampaikan dalam pertemuan dengan media di Iligan City 15 Juni.

Pemimpin Muslim dan sipil di kota Marawi, Filipina selatan, mengajukan permintaan kepada pemerintah pada tanggal 15 Juni untuk menyelesaikan dengan “cara beradab” konflik yang telah melanda kota itu syang sudah berlangsung elama empat minggu.

Lebih dari 200.000 orang telah mengungsi dari kota tersebut sejak pertempuran antara pasukan keamanan dan orang-orang bersenjata yang mengklaim memiliki hubungan dengan kelompok  ISIS meletus pada 23 Mei.

“Kegiatan sosio-ekonomi dan keagamaan rakyat kita sangat terganggu,” kata Abdul Hamidullah Atar, sultan Marawi.

Dia mengatakan bahwa krisis tersebut dapat dicegah jika Presiden Rodrigo Duterte mendengarkan “pemimpin tradisional dan agama” sebelum mengumumkan perang melawan kelompok teroris tersebut.

“Kami bisa mempengaruhi orang-orang radikal ini, namun suara kami tidak pernah didengar oleh pemerintah,” kata Atar dalam sebuah surat tertanggal 15 Juni yang ditujukan kepada Duterte.

Dalam surat mereka kepada presiden, para pemimpin Muslim mengatakan “konflik” di antara suku di Mindanao dapat diselesaikan “dengan menggunakan negosiasi tradisional.”

Dalam surat tersebut, yang salinannya diperoleh ucanews.com, menunjukkan bahwa 18 pemimpin suku telah menandatangani kesepakatan dengan Atar.

Mengacu pada kelompok teroris lokal Maute, para pemimpin Muslim mengatakan, “orang-orang radikal dengan cara tertentu menghormati para tetua klan.”

“Kami ingin menyampaikan kepada Anda bahwa perang bukanlah pilihan,” kata isi surat mereka kepada presiden.

“Tuan Presiden, kita semua mengutuk tindakan terorisme dalam bentuk apapun tapi kami membutuhkan Anda juga untuk mendengarkan,” tambahnya.

Duterte telah mengumumkan darurat militer di wilayah Mindanao Filipina selatan setelah kelompok Maute menyerang dan menduduki sebagian besar Marawi pada tanggal 23 Mei.

Sementara itu pemimpin sipil Muslim Samira Gutoc-Tomawis, meminta pihak yang berperang untuk mengadakan gencatan senjata agar warga sipil yang terjebak dapat lolos dari zona perang.

“Tolong beri hidup kesempatan. Pertarungan untuk membebaskan Marawi dari ideologi radikal perjuangan jangka panjang, dan itu tidak boleh merugikan warga sipil,” kata Tomawis.

Gubernur Mujiv Hataman dari Daerah Otonom Muslim Mindanao mengatakan setidaknya 1.000 warga sipil tetap terjebak.

Lebih dari 200.000 orang dilaporkan mengungsi ke daerah yang lebih aman sejak permusuhan dimulai.

Sebanyak 132 sekolah negeri dan swasta, 22.000 siswa, dan 2.200 staf pengajar di Marawi terkena dampak pertempuran tersebut.

Baca juga: Muslims appeal for dialogue to end fighting in Marawi

One Comment on "Muslim Mindanao meminta dialog untuk akhiri pertempuran di Marawi"

  1. Matheus Krivo on Sat, 17th Jun 2017 7:15 am 

    Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi para teroris tidak bisa dengan negosiasi. Mereka bulan perwakilan sebuah oranganisasi atau negara. Di sana hanya orang perorangan yang secara bersamaan terbakar semangat untuk bertindak radikal. Hanya ada satu cara menghadapi teror adalah melakukan tindakan melumpuhkan. Tindakan melumpuhkan ini tentunya akan berdampak konflik terbuka. Namun diharapkan berlangsung tidak boleh lama dan sungguh melumpuhkan. Jika tidak maka korban di pihak tidak bersalah akan bergelimpangan




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Peresmian Pemerintah Baru Timor-Leste Tertunda
  2. Katolik dan Muslim di Purwokerto Bertekad Memerangi Hoax
  3. Prihatin dengan Kondisi Filipina, Kardinal Tagle Tawarkan Dialog Nasional
  4. Uskup Kirim Tim untuk Melindungi Warga dari Pembunuhan
  5. Pemerintah China Perintahkan Pemakaman Berbeda untuk Dua Uskup Ini
  6. Ketika Upaya Damai Dibayangi Ketakutan akan Perang Nuklir
  7. Uskup Militer Ajak Anggota TNI/POLRI Katolik Wujudkan Nilai-nilai Kristen
  8. Uskup: Rencana Keterlibatan Amerika Memperburuk Konflik Mindanao
  9. Uskup Korea Mendorong Pihak yang Bertikai Menahan Diri
  10. Renungan Hari Minggu XX Tahun A – 20 Agustus 2017
  1. Dengan hormat, Bisakah saya mendapatkan nomor telepon untuk menghubungi Ibu P...
    Said Djatu on 2017-08-21 15:55:06
  2. Lau kita selalu di teror sama roh jahat kita tidak perlu takut untuk melawan roh...
    Said Tuhan besertaku on 2017-08-19 22:15:11
  3. Di dalam alkitab tidak ada tertulis bahwa salib mempunyai kuasa..yang benar hany...
    Said Tuhan besertaku on 2017-08-19 22:00:45
  4. Saya ingin dapatkan versi Bahasa Indonesia buku panduan Legionis Maria( Legion o...
    Said Maria Ithaya Rasan on 2017-08-15 14:22:31
  5. Visitator Apostolik itu tugasnya adalah mengunjungi pihak-pihak yang dianggap me...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-14 11:40:48
  6. Ada asap PASTI karna ada api... Tontonlah film 'Spotlight' yg brdasarkn kisah n...
    Said RESI Kurniajaya on 2017-08-12 22:38:30
  7. Teman-teman saudara-saudariku yang ada di dan berasal dari Keuskupan Ruteng. Saa...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-12 15:12:04
  8. Berita menggembirakan, shg para imam tak memberi eks komunikasi bagi yang berce...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 20:10:43
  9. Permasalahan di Keuskupan Ruteng sampai mencuat seperti ini, tentu tidak main ma...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 16:19:26
  10. Keberadaan uskup bukan seperti presiden hingga kepala desa, yang dilakukan melal...
    Said aloysius on 2017-08-11 10:53:19
UCAN India Books Online