China menghukum Muslim Uyghur karena puasa selama Ramadan

19/06/2017

China menghukum Muslim Uyghur karena puasa selama Ramadan thumbnail

Pria Uyghur berjalan menuju masjid untuk sholat di Kashgar, wilayah Xinjiang. (Greg Baker/AFP)

Setelah beberapa minggu menjalani puasa selama bulan Ramadan, pihak berwenang di wilayah barat laut Xinjiang telah menjatuhkan hukuman kepada setidaknya 100 orang Muslim dari etnis minoritas karena melanggar peraturan Partai Komunis China untuk tidak mengikuti puasa.

Sejak Muslim di China mulai menjalani puasa dan larangan lainnya pada tanggal 27 Mei, pemerintah telah memberlakukan denda dan sanksi lainnya terhadap pegawai negeri yang menolak makan siang, demikian laporan Kongres Uighur Dunia, yang mewakili sebagian besar kelompok etnis Muslim Uyghur di pengasingan.

“Sejak awal Ramadan, setidaknya 100 orang telah dihukum karena melanggar kebijakan pemerintah China mengenai Ramadan di Kashgar dan Hotan [atau Hetian],” kata juru bicara kelompok tersebut Dilxat Raxit kepada Radio Free Asia.

“Beberapa di antara mereka didenda, sementara yang lainnya dikirim ke kelas pendidikan wajib yang ditujukan untuk menentang ekstremisme agama,” katanya. “Mereka sekarang dicuci otak secara paksa, sementara yang lain didenda 500 yuan [US $ 73].”

Dia mengatakan bahwa denda sebesar itu tidak tidak dapat diterima dan sangat membebankan bagi keluarga pedesaan yang miskin.

Raxit mengatakan beberapa dari mereka yang dihukum adalah petani, sementara yang lainnya adalah pegawai negeri atau pejabat pemerintah, yang semuanya dilarang berpuasa atau melakukan kegiatan keagamaan lainnya di bawah Partai Komunis yang atheis.

Siapa pun yang berada di tempat kerja resmi mendapat tekanan kuat untuk membatalkan puasa, untuk menunjukkan kesetiaan kepada pemerintah, katanya.

“Pihak berwenang akan mengirim orang untuk mengajak [Muslim Uyghur ] keluar makan siang, misalnya,” kata Raxit.

“Di pedesaan, para pejabat pergi ke ladang dan makan dan bekerja di samping orang-orang di sana … ini pada dasarnya adalah sebuah kampanye politik [melawan praktik keagamaan].”

Pelarangan serupa diberlakukan di Urumqi, demikian menurut Jiao, seorang penduduk setempat.

UCAN




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Umat Kristen mengutuk serangan teror saat Idul Fitri di Sumatra Utara
  2. Vietnam mengusir seorang aktivis Katolik ke Prancis
  3. Akhiri mogok makan biarawati China tetap menuntut kompensasi
  4. Imam Filipina yang ditawan teroris terlihat masih hidup
  5. Paus ingatkan orang Kristen agar tidak bergantung pada ramalan
  6. Uskup Filipina meminta para imam agar lebih bijak
  7. Kontroversi atas nominasi calon presiden India dari kelompok garis keras
  8. Upaya menghijaukan wilayah tandus Myanmar
  9. Tuhan mengasihi dan memilih orang yang rendah hati, kata Paus
  10. Komunitas awam Katolik Indonesia bantu warga Muslim merayakan Idul Fitri
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online