UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Umat manusia harus bersatu melawan korupsi, kata Paus

Juni 19, 2017

Umat manusia harus bersatu melawan korupsi, kata Paus

Paus Fransiskus merayakan Corpus Domini setelah prosesi dari Basilica Agung St. John Lateran ke Basilika St. Mary Major untuk menandai hari raya Tubuh dan Darah Kristus, pada tanggal 18 Juni di Roma. (Vincenzo Pinto / AFP

Orang-orang Kristen dan non-Kristen harus bergabung dalam perang melawan korupsi, yang mengoyak ikatan yang mempersatukan umat manusia, kata Paus Fransiskus.

Korupsi mengungkapkan perilaku anti-sosial yang begitu kuat sehingga melemahkan pilar-pilar terbentuknya masyarakat seperti koeksistensi (kehidupan bersama) di antara warga dan panggilan untuk mengembangkannya, tulis paus dalam kata pengantar sebuah buku baru.

“Korupsi melanggar semua ini dengan mengganti kepentingan bersama dengan kepentingan tertentu yang mencemari setiap pandangan umum,” tulisnya.

“Terlahir dari hati yang korup dan merupakan wabah sosial terburuk karena menimbulkan masalah dan kejahatan serius yang melibatkan semua orang.”

Buku baru, Corrosion, ditulis oleh Kardinal Peter Turkson, prefek Vatikan untuk promosi pembangunan manusia seutuhnya dan Vittorio V. Alberti, seorang filsuf Italia.

Rilis buku ini bertepatan dengan “Pertemuan Internasional tentang Korupsi” yang pertama di Vatikan, demikian laporan Catholic News Service.

Pertemuan tersebut memandang korupsi sebagai masalah global dan hubungannya dengan kejahatan terorganisir.

Menulis kata pengantar buku, Paus Fransiskus mengatakan bahwa asal usul kata “korupsi” menampilkan gambaran hati yang rusak dan hancur “seperti tubuh yang secara alami memasuki proses pembusukan dan menimbulkan bau busuk.”

Korupsi berada di balik eksploitasi orang dan lingkungan, perdagangan manusia, senjata dan narkoba, serta pelanggaran hak asasi manusia.

Bahkan gereja tidak kebal terhadap bahaya korupsi, yang memanifestasikan dirinya dengan cara yang lebih berbahaya daripada penyakit kusta.

“Korupsi kita adalah mengidolakan keduniawian, pura-pura, kemunafikan, mengidolakan kemenangan, membuat semangat duniawi dominan dalam kehidupan kita, perasaan tidak peduli,” kata paus.

Untuk melawan ini, Paus Fransiskus mengatakan bahwa gereja harus mendengarkan dan menghibur orang-orang yang menderita dan harus melakukannya dengan tekun dalam mencari jalan untuk memperbaiki diri.

Baca juga: Pope Francis versus corruption

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi