UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Keuskupan Dili ingatkan partai politik agar mengutamakan kesejahteraan rakyat

Juni 29, 2017

Keuskupan Dili ingatkan partai politik agar mengutamakan kesejahteraan rakyat

Mengenakan pakaian adat Timor-Leste, Xanana Gusmao dari Partai CNRT memimpin kampanye di distrik Covalima. (Thomas Ora)

Gereja Katolik di Timor-Leste mendesak partai politik agar tidak hanya bersaing untuk kursi parlemen, tetapi juga untuk meningkatkan upaya mereka untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup rakyat.

Saat ini warga Timor-Leste mempersiapkan diri untuk pemilihan parlemen bulan depan.

Dua puluh satu partai politik akan bersaing untuk memperebutkan 65 kursi parlemen dalam pemilu yang dijadwalkan 22 Juli.

Komisi Pemilihan Umum memulai jadwal kampanye pemilu pada 20 Juni dan akan berakhir 19 Juli.

“Yang paling penting adalah bahwa partai-partai politik untuk mengambil tindakan konkret untuk meningkatkan kehidupan warga yang miskin,” kata Pastor Herminio Goncalves, ketua Komisi Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Dili.

Lebih dari 80 persen warga Timor-Leste bergantung pada pertanian, namun belum ada terobosan di sektor pertanian. Sawah telah kering karena irigasi yang buruk merupakan kasus penting.

Menurut pemerintah, kemiskinan di Timor-Leste sudah menurun dengan tingkat kemiskinan nasional turun dari 50,4 persen pada 2007 menjadi 41,8 persen pada tahun 2014.

PDB per kapita juga meningkat dari US $ 762,17 pada tahun 1999 menjadi US $ 983,50 pada tahun 2015, terakhir kali tercatat.

Namun, tingkat kemiskinan masih tinggi di negara ini. Banyak orang hidup tanpa listrik atau sanitasi dan gizi buruk, pengangguran dan pendidikan yang buruk, demikian kata pengamat dan pemimpin gereja.

“Ini adalah masalah serius yang membutuhkan perhatian segera dari semua partai politik,” kata Pastor Goncalves.

Imam itu juga mengatakan gereja akan terus menyuarakan keprihatinan ini selama kampanye.

Menurut International Republican Institute, sebuah organisasi nirlaba dan nonpartisan yang berbasis di AS yang berkomitmen untuk memajukan kebebasan dan demokrasi di seluruh dunia, partai Fretilin dan CNRT yang didirikan oleh Xanana Gusmao pada tahun 2007 tampak akan menguasai parlemen, diikuti oleh Partai Demokrat dan Partai Pembebasan Rakyat yang baru dibentuk oleh mantan presiden Taur Matan Ruak.

Justino Sapalo Ximenes, dekan fakultas hukum di Universitas Dili, mengatakan Fretilin dan CNRT kemungkinan akan mendominasi parlemen, sementara Partai Demokrat dan Pembebasan Rakyat akan berjuang keras, sementara partai kecil lainnya mungkin akan gulung tikar.

Sekarang ini parlemen Timor-Leste terdiri dari Fretilin dengan 25 kursi, CNRT dengan 30 kursi, Partai Demokrat dengan delapan, sedangkan Frenti Mudanca memiliki dua kursi.

“Sangat penting bagi partai politik untuk fokus pada kesejahteraan rakyat, bukan pada bagaimana untuk mendapatkan kekuasaan. Jika tidak, mereka akan gulung tikar,” kata Ximenes.

Mantan presiden dan pemimpin CNRT, Kay Rala Xanana Gusmao, mengatakan kepada ribuan pendukung pekan lalu bahwa di bawah kepemimpinannya ada banyak program mendukung masyarakat kecil dan miskin.

Gusmao mengatakan partainya telah memainkan peran penting dalam melestarikan perdamaian, persatuan dan stabilitas, yang merupakan landasan penting untuk memastikan keberhasilan pembangunan.

“Selama lima tahun ke depan, CNRT akan lebih fokus pada peningkatan kehidupan rakyat kecil, khususnya di daerah pedesaan, menciptakan lapangan kerja lebih banyak,” katanya.

Baca juga: Dili Diocese tells political parties to put people first

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi