UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Paus minta agar dunia tidak menutup mata terhadap kelaparan

Juli 5, 2017

Paus minta agar dunia tidak menutup mata terhadap kelaparan

Paus Fransiskus memimpin Misa di Basilika St Petrus di Vatikan pada 29 Juni untuk merayakan pesta St Petrus dan Paulus, pelindung kota Roma dan Vatikan. (Alberto Pizzoli/AFP)

Masyarakat internasional tidak boleh tutup mata atau berdiam diri menghadapi penderitaan orang-orang yang mengalami kelaparan dan kekurangan gizi, yang seringkali disebabkan oleh ketidakpedulian dan keegoisan, kata Paus Fransiskus.

Dalam sebuah pesan untuk konferensi Organisasi Pangan dan Pertanian PBB pada 3 Juli, paus mengatakan bahwa perang, terorisme dan pemindahan paksa bukanlah “hal yang tak terelakkan melainkan konsekuensi dari keputusan konkret” yang menyebabkan kurangnya makanan dan nutrisi yang memadai bagi mereka yang tidak berdaya.

“Kita berhadapan dengan mekanisme yang kompleks yang membebani mereka yang paling rentan, yang tidak hanya dikucilkan dari proses produksi, tapi sering terpaksa meninggalkan tanah mereka untuk mencari perlindungan dan harapan,” kata paus dalam pesan yang dibacakan dalam konferensi oleh Kardinal Pietro Parolin, sekretaris Vatikan.

Dalam pesan itu, paus mengungkapkan keinginan Tahta Suci untuk membantu masyarakat internasional “mempromosikan tidak hanya kemajuan atau tujuan pembangunan secara teori, melainkan penghapusan kelaparan dan kekurangan gizi yang sesungguhnya.”

“Kita semua menyadari bahwa niat untuk menyediakan roti setiap hari bagi semua orang tidak cukup. Sebaliknya, ada kebutuhan untuk menyadari bahwa semua memiliki hak untuk itu dan karenanya mereka harus mendapatkan keuntungan darinya,” katanya.

Paus juga mengatakan bahwa permintaan yang tidak terpenuhi untuk memerangi kekurangan gizi “sangat bergantung pada kurangnya budaya solidaritas.”

Ia menambahkan bahwa tujuan pembangunan masyarakat internasional, harus mengakui “bahwa hak setiap orang untuk bebas dari kemiskinan dan kelaparan bergantung pada kewajiban seluruh keluarga manusia untuk memberikan bantuan praktis kepada mereka yang membutuhkan.”

“Karena apa saja yang Tuhan percayakan kepada kita dimaksudkan untuk semua orang. Ada kebutuhan mendesak akan solidaritas untuk menjadi kriteria yang mengilhami semua bentuk kerja sama dalam hubungan internasional,” katanya.

ucanews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi