UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Fransiskan beri pelatihan untuk pemuda penjaga kampung

Juli 6, 2017

Fransiskan beri pelatihan untuk pemuda penjaga kampung

Para pemuda peserta pelatihan yang diadakan para Fransiskan di Pagal, Manggarai-Flores

Para Fransiskan di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) memberi pelatihan kepada kaum muda dari kampung-kampung terkait masalah-masalah sosial dan bagaimana menjadi pelopor untuk pemberdayaan masyarakat.

Pelatihan ini yang digelar pada 26 Juni hingga 5 Juli diberikan  oleh staf pada komisi Justice, Peace and Integrity of Creation (JPIC) OFM, dengan tema terkait lingkungan hidup, human trafficking dan resolusi konflik.

Pastor Peter C Aman, direktur JPIC-OFM Indonesia mengatakan, 12 yang merupakan wakil dari beberapa paroki di Keuskupan Ruteng dilatih untuk mengenali masalah-masalah di lingkungan mereka, mengumpul dan menganalisis data serta bagaimana membuat laporan.

Ia menjelaskan, kampung sebagai basis kekuatan masyarakat sekarang ini terancam secara serius, terutama karena banyaknya pengaruh dari luar, sementara mereka tidak disiapkan untuk menyikapinya secara kritisi.

“Untuk mengatasi hal ini, kami menilai orang muda yang harus diperkuat dan dianimasi, kereka mereka ada pemilik masa depan kampung,” katanya.

Ia menyatakan, program itu merupakan bagian pokok dari misi gereja untuk kaum muda, terkait tanggung jawab nyata mereka terhadap masyarakat dan masa depan gereja.

Valens Dulmin, sekertaris eksekutif JPIC-OFM mengatakan, pelatihan itu digelar rutin sejak empat tahun lalu.

“Awalnya saat itu merespon kehadiran perusahan tambang. Kami kemudian melakukan pendampingan kepada kaum muda untuk ikut  bergerak menolak tambang karena merusak lingkungan mereka,” katanya.

Karolina Kurnia Wati (21) dari Paroki St Theresia dari Kanak-kanak Yesus di Rangga, Lembor, Manggarai Barat mengatakan, selama pelatihan ini, wawasannya bertambah, khususnya terkait masalah-masalah ekologi dan masalah sosial lainnya.

“Saya juga makin menyadari tanggung jawab iman saya sebagai pemudi Katolik,” katanya.

Ia menyatakan, akan berupaya mempraktekkan apa yang ia peroleh selama pelatihan, terutama untuk mengatasi persoalan human trafficking di wilayahnya.

Sementara itu Martinus Abar (22) dari Paroki St Arnoldus Jansen, Ponggeok, menyebut ia dilatih untuk makin dewasa, “terutama untuk mampun menjadi pemimpin untuk diri saya dan masyarakat.”

ucanews.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi