Keuskupan Pusan sumbang hasil penjualan tanah bagi anak-anak migran

10/07/2017

Keuskupan Pusan sumbang hasil penjualan tanah bagi anak-anak migran thumbnail

Lokasi apartemen amal Katolik di Haeundae, Busan yang telah dijual untuk membantu membiayai anak-anak migran yang tidak berdokumen di Korea Selatan.

Komisi Sosial Pastoral Keuskupan Pusan di Korea telah mengalokasikan 150 juta won (sekitar US $ 130.000) untuk mendukung anak-anak migran yang tidak berdokumen.

Komisi tersebut akan menggunakan uang tersebut untuk membayar biaya hidup, kebutuhan sehari-hari dan biaya pengobatan untuk keluarga yang terpilih yang merawat anak-anak yang tidak berdokumen di daerah Busan, Ulsan dan Gimhae.

Anak-anak migran, bahkan yang lahir di Korea Selatan, tidak dapat memperoleh kewarganegaraan kecuali salah orang tua mereka orang Korea. Saat ini, sekitar 200.000 anak migran, sekitar 20 persen tidak berdokumen dan tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan hak dasar seperti pendidikan.

Anggaran tersebut mulai tersedia setelah keuskupan Pusan menjual tanah apartemen amal yang dimiliki. Departemen sosial itu memutuskan untuk menyumbangkan uang sebesar 2,4 miliar won kepada orang miskin untuk menghidupkan kembali semangat cinta dan berbagi yang menentukan proyek kesejahteraan sosial pada tahun 1960an.

Apartemen amal Katolik dibangun dengan uang yang disumbangkan oleh Asosiasi Wanita Katolik Austria. Selain blok apartemen, keuskupan tersebut membangun 198 rumah amal untuk orang miskin. Keuskupan tersebut memiliki tanah sedangkan penduduknya memiliki rumah-rumah tersebut.

ucanews.com




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Delegasi India ingin berbagi pengalaman iman di AYD Yogyakarta
  2. Surat Dari Roma: Pemecatan prefek Kongregasi Ajaran Iman
  3. Aktivis kecam Jokowi terkait perintah menembak penyelundup norkoba
  4. PM Singapura ingatkan ancaman kelompok ekstrimis
  5. Warga Timor-Leste inginkan koalisi pemerintahan yang pro-rakyat
  6. Kardinal Zen kritik pengadilan yang mendiskualifikasi anggota parlemen
  7. Pendukung Mgr Hubertus Leteng meminta umat membela uskup
  8. Paus sumbang €25.000 untuk membantu warga di Afrika Timur
  9. Setelah kelompok teroris, ini target serangan Duterte berikutnya
  10. India memberikan pelatihan bagi jutaan PRT
  1. Setuju Aurel....Gereja semestinya menjadi teladan dalam transparansi dan akuntab...
    Said puji astuti on 2017-07-26 15:28:50
  2. Biarin aja dah bapak pastor terhormat. Gk usa ikut campur. Langakh yang bagus ka...
    Said Narfin on 2017-07-26 15:12:19
  3. Sebagai awam Katolik saya sangat prihati dengan kemelut yang tengah terjadi di ...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-07-26 07:00:27
  4. Syalom, semua saudara. Tolong baca baik-baik, Pal Alex Marwata tidak mengatakan ...
    Said Aurel on 2017-07-24 16:04:09
  5. KPK ingin audit Gereja ? Gak salah, ada udang dibalik batu, ada unsur politik bs...
    Said Bonbon on 2017-07-23 21:19:37
  6. KPK tentunya tak berwenang mengaudit keuangan lembaga agama seperti gereja karen...
    Said Willy Nggadas on 2017-07-23 16:22:59
  7. Apapun undang-undangnya, soal perbuatan baik dalam hal ini gereja bebas korupsi...
    Said Alexander on 2017-07-23 07:02:14
  8. Good morning...
    Said Bienvenhu on 2017-07-23 05:19:23
  9. Pandangan yg rasional bila keterbukaan itu di mulai dari Gereja Katolik seperti ...
    Said Matias on 2017-07-22 21:51:12
  10. Sudah saatnya gereja accountable. https://www.naulinovation.com:8443/onebody/...
    Said Leonard on 2017-07-22 17:15:48
UCAN India Books Online