UCAN Indonesia Catholic Church News

Pakar pendidikan Katolik merumuskan pedoman menangkal radikalisme di Indonesia

11/07/2017

Pakar pendidikan Katolik merumuskan pedoman menangkal radikalisme di Indonesia thumbnail

Pastor Vinsensius Darmin Mbula, OFM, Ketua Majelis Nasional Pendidikan Katolik

Pakar pendidikan Katolik di Indonesia saat ini tengah merancang sebuah pedoman yang baru bagi sekolah-sekolah untuk menangkal intoleransi dan radikalisme yang meningkat di sekolah.

Panduan ini diharapkan siap dalam beberapa bulan ke depan dan diterapkan di sekolah-sekolah Katolik ketika tahun ajaran berikutnya dimulai.

“Apa yang kami lakukan adalah tanggapan terhadap situasi saat ini, di mana radikalisme begitu kuat, termasuk di kalangan remaja,” kata Pastor Vinsensius Darmin Mbula, OFM, Ketua Majelis Pendidikan Katolik kepada ucanews.com, pada 10 Juli.

“Untuk membendung ini, kami yakin salah satu solusinya adalah melalui pendidikan,” katanya.

Pastor Darmin merujuk pada sebuah survei Setara Institute tahun 2015 di 171 sekolah di Jakarta dan Bandung, Jawa Barat yang mengungkapkan bahwa 9,5 persen siswa mendukung kekerasan yang dilakukan oleh kelompok radikal, termasuk kelompok negara Islam yang disebut.

Survei sebelumnya oleh Lembaga Studi Islam dan Perdamaian mengungkapkan bahwa hampir 50 persen siswa mendukung gagasan radikal.

Darmin mengatakan bahwa jika ini diabaikan, Indonesia akan terus dihantui oleh kehancuran.

Dia mengatakan bahwa pihaknya akan berkonsultasi dan meminta saran dari para ahli dan pemikir Islam serta agama lain.

Dia juga mengatakan bahwa pedoman tersebut akan dipresentasikan kepada pemerintah, dan berharap agar dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum utama.

“Dalam kurikulum saat ini tidak ada perhatian khusus yang diberikan pada upaya untuk menumbuhkan kesadaran tentang keragaman dan toleransi.”

Pedoman tersebut, tidak hanya menggabungkan nilai Pancasila tapi juga dokumen Paus Fransiuskus tentang “Mengajarkan Dialog Antarbudaya di Sekolah Katolik: Hidup dalam Harmoni untuk Peradaban Kasih.”

Prudentia, seorang dosen di Universitas Indonesia dan bagian dari tim yang menyusun panduan tersebut mengatakan bahwa para pendidik juga ingin mengenalkan program dimana siswa mengunjungi tempat ibadah, situs budaya dan pertemuan keagamaan lainnya yang dihadiri oleh penganut agama lain.

“Apa yang ingin kita capai adalah proses interaksi dalam lingkungan sosial tempat mereka tinggal,” katanya.

Ahmad Nurcholish, ketua divisi pendidikan keragaman dan perdamaian ICRP mengatakan bahwa para siswa harus memiliki pemahaman agama yang inklusif dan kontekstual.

“Masih banyak yang hanya percaya pada ‘kebenaran’ agama mereka yang menganggap keyakinan orang lain salah dan salah arah,” katanya.

“Sikap seperti itu membuat sulit untuk menerima keberadaan orang yang berbeda,” kata Nurcholish.

Kelompok radikal semakin kuat karena mereka lebih solid, sementara pendidikan agama baik di institusi formal maupun informal hanya menekankan aspek kesalehan ritual, bukan kesalehan sosial, kata Nurcholish.




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pastor China Dipenjara Kasus Pencurian, Umat Mengatakan Dia Dijebak
  2. Diduga Karena Tekanan, Pemerintah Menutup Sebuah Misi Katolik di India
  3. Gempa Meksiko Menewaskan 11 Orang Saat Acara Pembaptisan
  4. Renungan Hari Minggu XXV Tahun A – 24 Sept 2017
  5. Partai Khunto Mundur, Timor-Leste Dipimpin Koalisi Minoritas
  6. Mgr Adrianus Sunarko Ditahbiskan Uskup Pangkalpinang Akhir Pekan Ini
  7. Paus Ingatkan Uskup Jepang agar Tidak Melupakan Martir
  8. Tidak Diperhatikan, Milisi Ancam Tutup Perbatasan RI-Timor Leste
  9. Uskup Hong Kong Beberkan Cara Menghadapi China
  10. Pastor Salesian Ini Mengisahkan Penangkapan dan Pembebasannya
  1. Terima kasih atas masukannya Romo. Salam hangat...
    Said cnindonewsletter on 2017-09-18 16:37:16
  2. Koreksi: Sejak Oktober 2016, Superior Generale CDD bukan lagi R.P. Jhon Cia, ...
    Said Yustinus CDD on 2017-09-18 11:19:22
  3. Suster, perkenalkan saya Dame. Saya berumur 25 tahun dan saya sudah baptis katol...
    Said Parningotanna Dameria Siahaan on 2017-09-15 14:17:52
  4. kalau ada pohon yang tumbang sebab angin kencang, maka jangan salahkan angin yan...
    Said mursyid hasan on 2017-09-13 00:02:54
  5. Salam Kenal Sahabat seiman, Nama sy Antonius, tinggal di Jakarta Indonesia. Sy...
    Said Antonius on 2017-09-10 21:25:14
  6. Selamat siang Romo Indra Sanjaya. Di Wahyu 13:1 kitab deuterokanonik ada salah t...
    Said agus eko on 2017-09-10 14:04:11
  7. Infonya sangat bermanfaat. Semoga umat Katolik makin mencintai kitab suci.......
    Said Deo Reiki on 2017-09-07 08:31:09
  8. Selamat siang, Jika boleh saya meminta nomer telp ibu Angelic Dolly Pudjowati...
    Said Cornellia on 2017-09-04 15:26:00
  9. sejarah masa lalu, yang masih belum jelas keputusan dari Pemerintah, dan belum j...
    Said ANTONIUS NAIBAHO on 2017-09-02 17:16:52
  10. religius sendiri sangat erat kaitannya kepada seluruh kegiatan umat termasuk lin...
    Said ANTONIUS NAIBAHO on 2017-09-02 17:04:35
UCAN India Books Online