UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Universitas Yesuit pertama di India mulai beroperasi

Juli 12, 2017

Universitas Yesuit pertama di India mulai beroperasi

Kepala Menteri Bengal Barat Mamata Banarjee berharap agar Kolese St. Xavier, Kolkata suatu saat akan menjadi seperti Harvard dan Oxford.

Kolese St. Xavier yang dikelola Yesuit di Kolkata menandai perubahannya sebagai universitas Yesuit pertama di India saat membuka tahun ajaran baru pada tanggal 7 Juli, enam bulan setelah mendapat status baru.

Kepala Menteri Negara Bagian Benggala Barat, Mamata Banerjee, meresmikan gedung baru tersebut beserta konglomerat bisnis Lakshmi Mittal, mantan mahasiswa Kolese St. Xavier yang mendanai bangunan tersebut.

Banerjee mengatakan bahwa dia memiliki impian bahwa suatu saat universitas tersebut akan menjadi seperti Harvard dan Oxford.

Uskup Agung Thomas D’Souza dari Calcutta memberkati patung marmer St. Xavier setelah berdoa singkat di pintu masuk, menandai pembukaan sesi akademik pertama universitas tersebut.

Kolese Xavier’s yang berusia 157 tahun diizinkan untuk membangun sebuah universitas di New Town, sebuah kota satelit Kolkata, Desember lalu ketika badan legislatif negara bagian Benggala Barat dengan suara bulat menyetujui peraturan khusus untuk universitas ini.

Pastor Felix Raj, wakil ketua universitas, mengatakan bahwa mereka tidak dapat mencapai tonggak sejarah ini tanpa dukungan banyak orang.

“Kami akan mencoba yang terbaik untuk mendidik mereka menjadi pria dan wanita yang siap untuk orang lain. Ini hanyalah awal dan perlahan kita akan tumbuh.”

Mittal, yang memiliki perusahaan baja multi-miliar dolar yang berbasis di Inggris, presiden dan CEO ArcelorMittal, perusahaan pembuat baja terbesar di dunia, berbagi pengalamannya ‘yang tak terlupakan’ ketika bersama beberapa profesor Yesuit dan memuji pendidikan yang dia terima di perguruan tinggi tersebut.

Dia membantu mendanai bangunan akademis enam tingkat di kampus seluas 6,8 hektar yang dibuka bersamaan dengan tahun ajaran baru.

Perguruan tinggi tersebut juga berencana untuk memiliki dua tempat tinggal (hostel) terpisah untuk pria dan wanita, masing-masing dengan kapasitas menampung 1.000 siswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi