UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

‘Katekese adalah panggilan pelayanan, bukan sebuah pekerjaan’

Juli 13, 2017

‘Katekese adalah panggilan pelayanan, bukan sebuah pekerjaan’

Paus Fransiskus menegaskan bahwa katekis dipanggil mewartakan Injil melalui tindakan nyata daripada memperlakukannya sebagai sebuah pekerjaan (AFP/Alberto Pizzoli)

Katekis dipanggil untuk menjalankan misi mereka sebagai sebuah pelayanan, dengan mewartakan Injil melalui tindakan nyata daripada memperlakukannya sebagai sebuah pekerjaan saja, kata Paus Fransiskus.

Seperti Santo Fransiskus, yang mewartakan Injil melalui perbuatannya, “panggilan dan tugas katekis” menjadi nyata ketika “kita mengunjungi orang miskin, membantu anak-anak dan memberi makanan kepada orang miskin,” kata paus kepada peserta sebuah konferensi tentang katekese di negara asalnya Argentina

“Sebenarnya, menjadi katekis adalah panggilan pelayanan di gereja, sesuatu yang telah diterima sebagai pemberian dari Tuhan yang pada gilirannya harus diberikan kepada orang lain,” katanya dalam pesan yang diterbitkan oleh Vatikan, 12 Juli.

Pesan tersebut ditujukan kepada Uskup Agung Ramon Dus dari Resistencia, Argentina, Ketua Komisi Kateketik Waligereja Argentina.

Komisi tersebut menyelenggarakan simposium internasional tentang katekese yang berlangsung di Universitas Kepausan Katolik Argentina di Buenos Aires, 11-14 Juli.

Dalam suratnya, paus mengatakan bahwa agar para katekis dapat secara efektif mewartakan Injil, mereka harus terus-menerus kembali ke pewartaan pertama atau ‘kerygma’ yang merupakan karunia yang mengubah hidup mereka.

“Kerygma” adalah sebuah kata bahasa Yunani yang berarti “memberitakan Injil,” yang “tidak hanya digaungkan lagi dan lagi dalam kehidupan Kristen, tapi terlebih lagi pada diri mereka yang dipanggil untuk mewartakan dan mengajarkan iman,” kata paus.

“Pewartaan ini harus menyertai iman yang sudah ada dalam religiusitas masyarakat kita,” kata paus. Dengan berbuat demikian, karunia iman dapat bertumbuh sehingga tindakan dan kata-kata mencerminkan anugerah menjadi murid Yesus.

Seorang katekis, lanjut paus, tidak memulai dari gagasan dan seleranya sendiri melainkan berjalan dari dan bersama Kristus.

ucanews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi