UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Paus Fransiskus menyetujui jalan keempat menjadi orang kudus

Juli 13, 2017

Paus Fransiskus menyetujui jalan keempat menjadi orang kudus

Paus Fransikus merestui jalan keempat menuju kesucian

Paus Fransiskus telah menyetujui jalur keempat untuk kemungkinan menjadi orang kudus, yakni memberikan hidup dalam tindakan sebagai pahlawan demi melayani orang lain.

Dalam sebuah surat apostolik yang baru, paus menyetujui norma-norma baru yang memungkinkan kandidat dipertimbangkan untuk menjadi orang suci karena cara heroik yang secara bebas mempertaruhkan nyawa mereka dan meninggal sebelum waktunya karena “tindakan cinta kasih yang luar biasa.”

Dokumen tersebut, yang disebut “motu proprio” (berdasarkan inisiatifnya pribadi) mulai berlaku pada hari yang sama pada tanggal 11 Juli, dengan judul “Maiorem hac dilectionem,” yang berasal dari Injil Yohanes (15:13): Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seseorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya”.

Uskup Agung Marcello Bartolucci, sekretaris Kongregasi untuk Penganugerahan Orang kudus Vatikan, mengatakan penambahan itu dimaksudkan untuk “mempromosikan kesaksian heroik Kristen, [yang telah] sampai sekarang tanpa proses yang spesifik, Justru karena hal itu tidak sepenuhnya sesuai dengan kasus kemartiran atau keutamaan heroik.”

Selama berabad-abad, pertimbangan untuk proses kesucian mensyaratkan bahwa umat Allah secara heroik menjalani kehidupan berdasarkan nilai Kristiani atau telah menjadi martir karena iman. Cara ketiga, yang kurang umum, disebut kanonisasi ekuivalen atau setara: bila ada bukti devosi yang kuat yang dilakukan umat beriman kepada seorang santa atau santo, paus dapat melakukan penyelidikan kanonik formal yang panjang dan dapat memberi wewenang penghormatan kepada mereka sebagai orang-orang kudus.

Ketiga jalan untuk menjadi orang kudus ini tetap tidak berubah, tidak memadai “untuk menafsirkan semua kemungkinan kasus” kekudusan, kata uskup agung disurat kabar Vatikan, L’Osservatore Romano, pada 11 Juli.

Menurut surat apostolik, setiap alasan untuk beatifikasi sesuai dengan jalur baru “persembahan hidup” harus memenuhi kriteria berikut:

-dengan bebas menawarkan hidup untuk seseorang dan menerima tindakan heroik, karena cinta, kematian yang awal; Tindakan heroik karena cinta kasih dan kematian dini memiliki hubungan.

– Bukti yang menunjukkan mempraktekan nilai Kristiani – setidaknya dengan cara biasa dan tidak harus heroik – sebelum menawarkan hidup untuk orang lain dan sampai kematiannya.

– Bukti reputasi kekudusan, setidaknya setelah kematian.

– Sebuah keajaiban karena pengantaraan calon diperlukan untuk beatifikasi.

Uskup Agung Bartolucci menulis bahwa norma-norma baru yang muncul dari konggregasi penggelaran kudus ingin melihat pertanyaan apakah pria dan wanita yang “terinspirasi oleh teladan Kristus, dengan bebas dan rela menawarkan dan mengorbankan hidup mereka” untuk orang lain “dalam tindakan cinta kasih tertinggi, yang merupakan penyebab kematian langsung, “patut dibeatifikasi. Misalnya, sepanjang sejarah ada orang Kristen yang dengan rela menempatkan diri pada risiko dan meninggal karena infeksi atau penyakit karena membantu dan melayani orang lain, tulisnya.

Paus Fransiskus menyetujui kongregasi tersebut melakukan studi mendalam mengenai usulan baru tersebut pada awal tahun 2014, tulis uskup agung itu.

Setelah masukan ekstensif, diskusi dan karya para ahli, para Kardinal dan uskup anggota Kongregasi Penggelaran Kudus menyetujui pada tahun 2016 “jalur baru untuk beatifikasi orang-orang yang menawarkan kehidupan mereka dengan alasan eksplisit dan diakui orang Kristen”.

Uskup Agung Bartolucci menulis bahwa ketentuan baru tidak melakukan apapun untuk mengubah doktrin gereja mengenai kekudusan Kristen yang mengarah pada kesucian dan prosedur tradisional untuk beatifikasi.

Sebaliknya, penambahan tersebut menawarkan pengembangan, dia menulis, dengan “cakrawala dan kesempatan baru untuk pembangunan umat Allah, yang pada orang-orang kudus mereka melihat wajah Kristus, kehadiran Allah dalam sejarah dan penerapan teladan dari Injil.”

ucanews.com

One response to “Paus Fransiskus menyetujui jalan keempat menjadi orang kudus”

  1. Jenny Marisa says:

    Banyak orang awam yang berkarya dg pengorbanan, baiklah mereka juga dihargai. Hanya.. litanie kita semakin panjang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi