UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Tuduhan pelecehan seksual terhadap imam di India ‘sebuah jebakan politik’

Juli 14, 2017

Tuduhan pelecehan seksual terhadap imam di India ‘sebuah jebakan politik’

Imam Katolik Leo D'Souza (tengah) ditahan polisi setelah dilaporkan melakukan pelecehan seksual terhadap seorang siswa. Orang-orang Kristen setempat mengatakan tuduhan tersebut sebagai jebakan untuk menjatuhkan citra sekolah-sekolah Kristen.

Pemimpin Kristen mengatakan bahwa seorang imam Katolik yang ditangkap atas tuduhan melakukan pelecehan terhadapĀ seorang anak di negara bagian Madhya Pradesh, India adalah jebakan untuk menjatuhkan komunitas Kristen di negara bagian yang dikuasai partai pro-Hindu.

Kepolisian pada 10 Juli menangkap Pastor Leo D’Souza, 56, setelah ada laporanĀ dari orang tua anak laki-laki kelas delapan Sekolah Amar Jyoti yang dikelola gereja di distrik Dindori yang didominasi oleh masyarakat adat.

Imam itu adalah manajer sekolah yang dikelola Keuskupan Jabalpur.

Dalam laporannya orangtua anak itu mengatakan bahwa imam itu memanggil anak laki-laki mereka ke kamarnya pada 9 Juli malam dan mencoba melakukan pelecehan.

Pemimpin gereja setempat mengatakan bahwa polisi menahan pastor tersebut tanpa penyelidikan awal. Mereka mengatakan bahwa ini adalah upaya untuk menodai citra orang-orang Kristen yang mengelola tiga sekolah terbaik di distrik itu.

Uskup Gerald Almeida dari Jabalpur mengatakan tuduhan dan penangkapan tersebut “mengejutkan” keuskupan. Dia mengatakan kelompok garis keras Hindu sebelumnya telah mencoba menciptakan masalah bagi orang-orang Kristen dengan menuduh mereka mengkonversi orang-orang kesukuan menjadi Kristen.

Undang-undang negara bagian Madhya Pradesh membatasi konversi agama dan menjadi tindak pidana bagi siapa pun untuk mengubah agama melalui kekerasan, bujukan atau melalui cara-cara curang. Mengubah agama seseorang tanpa memberitahu pemerintah juga merupakan pelanggaran yang dapat dihukum, menurut undang-undang tersebut.

“Kebencian seperti itu bisa menjadi salah satu alasan untuk tuduhan keji ini,” katanya.

“Kami tidak tahu apa yang terjadi dan siapa yang benar dan siapa yang salah,” kata uskup tersebut, ia menambahkan bahwa anak laki-laki itu, yang mengeluh karena pastor tersebut, bergabung dengan sekolah tersebut baru 10 hari yang lalu.

“Kami memiliki asrama untuk anak laki-laki dan perempuan dan tidak pernah ada keluhan seperti itu,” kata uskup tersebut.

Inspektur polisi distrik Simala Prasad mengatakan kepada ucanews.com bahwa pastor tersebut ditahan di bawah peraturan Perlindungan Anak dan Pelanggaran Seksual. Dia dituduh menyentuh tubuh anak itu dengan niat seksual. Jika terbukti, pastor tersebut menghadapi hukuman penjara hingga lima tahun dan denda.

Petugas polisi itu mengatakan bahwa gambaran yang jelas akan muncul setelah penyelidikan yang tepat.

“Kami juga akan mengambil pernyataan dari anak-anak lain untuk memastikan apakah terdakwa mempunyai kebiasaan seperti itu,” katanya.

Aman Singh Porthe, seorang penduduk lokal dan pemimpin Partai Gondwana Ganatantra, sebuah organisasi politik masyarakat adat, mengatakan kepada ucanews.com bahwa dia mencurigai penangkapan tersebut merupakan bagian dari “sebuah persekongkolan untuk menargetkan sekolah Kristen yang bekerja dengan baik di daerah tersebut.”

Penangkapan imam bahkan tanpa penyelidikan awal adalah indikasi yang jelas bahwa imam tersebut “dijebak atas perintah aktivis sayap kanan Hindu,” katanya.

Orang-orang Kristen di negara bagian tersebut telah mengeluhkan ratusan kasus kekerasan terhadap mereka termasuk pemerkosaan dan pembunuhan di tangan kelompok garis keras Hindu yang bekerja untuk menjadikan India sebagai negara Hindu.

Sayap politik mereka, Partai Bharatiya Janata, yang mengelola pemerintah negara bagian diam-diam mendukung kekerasan tersebut dengan polisi yang mengambil bagian dari kelompok tersebut, kata pemimpin Kristen.

Sebelumnya, Richard James, petugas hubungan masyarakat untuk Rashtriya Isai Mahasangh, sebuah forum Kristen di negara bagian tersebut, mengatakan “polisi dan aktivis sayap kanan Hindu dipersenjatai.”

Bersama-sama, mereka “telah melepaskan teror teror terhadap kelompok minoritas, terutama orang-orang Kristen” sejak Partai Komunis Bharatiya Janata yang pro-Hindu berkuasa di negara tersebut 13 tahun yang lalu, katanya.

Orang-orang Kristen sekitar 0, 3 persen dari 73 juta orang di Madhya Pradesh.

ucanews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi