Gereja Indonesia, LSM dukung Resolusi PBB akhiri pernikahan anak

17/07/2017

Gereja Indonesia, LSM dukung Resolusi PBB akhiri pernikahan anak thumbnail

Seorang artis (kiri) memerankan Giorgia, 10 tahun, yang dipaksa menikah dengan Paolo, 47, dalam sebuah acara yang diselenggarakan Amnesty International untuk memerangi pernikahan anak pada 27 Okt. 2016 di Roma. (AFP/Gabriel Bouys)

Gereja Katolik Indonesia dan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat mendesak pemerintah Indonesia untuk mendukung resolusi Perserikatan Bangsa Bangsa tentang pernikahan anak dan segera mengakhiri praktek tersebut.

Dewan Hak Asasi PBB mengadopsi resolusi itu pada 22 Juni untuk mengakhiri pernikahan anak dan perkawinan paksa, karena itu melanggar hak asasi manusia.

“Gereja Katolik mendukung resolusi PBB untuk melindungi perempuan dan anak-anak,” kata Pastor Hibertus Hartana, MSF, Sekretaris Ekseskutif Komisi Keluarga Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Ada sekitar 80 LSM telah mengajukan petisi mendesak pemerintah untuk mendukung resolusi tersebut.

“Indonesia merupakan negara tertinggi ketujuh di dunia untuk kasus pernikahan anak. Karena itu pemerintah harus mendukung resolusi itu,” demikian bunyi petisi mereka.

Menurut UNICEF lebih dari 700 juta perempuan di seluruh dunia menikah pada saat mereka masih di bawah umur (anak-anak).

Pernikahan dini mengakibatkan resiko kesehatan terutama jika anak-anak itu akhirnya hamil dan melahirkan, kata Pastor Hartana.

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Delegasi India ingin berbagi pengalaman iman di AYD Yogyakarta
  2. Surat Dari Roma: Pemecatan prefek Kongregasi Ajaran Iman
  3. Aktivis kecam Jokowi terkait perintah menembak penyelundup norkoba
  4. PM Singapura ingatkan ancaman kelompok ekstrimis
  5. Warga Timor-Leste inginkan koalisi pemerintahan yang pro-rakyat
  6. Kardinal Zen kritik pengadilan yang mendiskualifikasi anggota parlemen
  7. Pendukung Mgr Hubertus Leteng meminta umat membela uskup
  8. Paus sumbang €25.000 untuk membantu warga di Afrika Timur
  9. Setelah kelompok teroris, ini target serangan Duterte berikutnya
  10. India memberikan pelatihan bagi jutaan PRT
  1. Setuju Aurel....Gereja semestinya menjadi teladan dalam transparansi dan akuntab...
    Said puji astuti on 2017-07-26 15:28:50
  2. Biarin aja dah bapak pastor terhormat. Gk usa ikut campur. Langakh yang bagus ka...
    Said Narfin on 2017-07-26 15:12:19
  3. Sebagai awam Katolik saya sangat prihati dengan kemelut yang tengah terjadi di ...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-07-26 07:00:27
  4. Syalom, semua saudara. Tolong baca baik-baik, Pal Alex Marwata tidak mengatakan ...
    Said Aurel on 2017-07-24 16:04:09
  5. KPK ingin audit Gereja ? Gak salah, ada udang dibalik batu, ada unsur politik bs...
    Said Bonbon on 2017-07-23 21:19:37
  6. KPK tentunya tak berwenang mengaudit keuangan lembaga agama seperti gereja karen...
    Said Willy Nggadas on 2017-07-23 16:22:59
  7. Apapun undang-undangnya, soal perbuatan baik dalam hal ini gereja bebas korupsi...
    Said Alexander on 2017-07-23 07:02:14
  8. Good morning...
    Said Bienvenhu on 2017-07-23 05:19:23
  9. Pandangan yg rasional bila keterbukaan itu di mulai dari Gereja Katolik seperti ...
    Said Matias on 2017-07-22 21:51:12
  10. Sudah saatnya gereja accountable. https://www.naulinovation.com:8443/onebody/...
    Said Leonard on 2017-07-22 17:15:48
UCAN India Books Online