Aktivis Kecam Jokowi Terkait Perintah Menembak Penyelundup Narkoba

26/07/2017

Aktivis Kecam Jokowi Terkait Perintah Menembak Penyelundup Narkoba thumbnail

Polisi Indonesia berjaga setelah menahan lima awak kapal motor dari kapal "Wanderlust" yang diduga mengangkut satu ton methaphetamin di Batam, 16 Juli. Penangkapan itu terjadi setelah seorang warga Taiwan ditembak mati polisi pada 12 Juli. (Sei Ratifa/AFP)

Presiden Indonesia Joko Widodo mendapat kecaman dari kelompok hak asasi manusia atas pernyataannya meminta penegak hukum untuk menembak di tempat penyelundup narkoba dari luar negeri yang memasuki Indonesia.

Dalam sebuah pidato pada tanggal 21 Juli, Jokowi meminta penegak hukum untuk bersikap tegas, ditembak dan tidak diberi ampun terutama kepada penyelundup narkoba dari luar negeri  yang melawan ketika ditangkap.

Dia mengatakan bahwa perdagangan narkoba sekarang merupakan keadaan darurat nasional.

Komentar tersebut disampaikan menyusul penembakan warga Taiwan di sebuah pelabuhan di provinsi Banten pada 13 Juli.

Pria itu terbunuh saat polisi berusaha menangkap empat pria Taiwan yang diduga berusaha menyelundupkan satu ton methamphetamine melalui pelabuhan itu.

“Pernyataan tegas pemerintah [terhadap obat-obatan terlarang] patut mendapat apresiasi, namun tidak berarti dapat melanggar hak asasi manusia,” kata Pastor Paulus Christian Siswantoko, sekretaris eksekutif Komisi Keadilan dan Perdamaian Konfrensi Waligereja Indonesia (KWI), kepada ucanews.com. 24 Juli

Dia mengatakan bahwa komentar Jokowi akan membuka jalan bagi penegak hukum untuk melakukan premanisme.

“Tampaknya Presiden Jokowi mengikuti jejak Presiden Filipina Rodrigo Duterte, yang melakukan pembunuhan, lalu apa bedanya keduanya?”

Dia juga mempertanyakan hasil perang Duterte terhadap narkoba. “Benarkah sukses dan bahwa Filipina sekarang bebas dari narkoba? Kita tidak tahu pasti.”

Perang narkoba Duterte di Filipina telah menewaskan setidaknya 8.000 orang.

Alan Christian Singkali, sekretaris jenderal Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, menyebut pernyataan Jokowi tidak masuk akal.

“Bagaimana penegak hukum bisa menembak seorang penjual narkoba jika dia tidak tahu pasti apakah orang tersebut benar-benar penjual narkoba?” katanya.

Liona Nanang Supriatna dari pakar hukum dari salah universitas Katolik dan Intelektual Indonesia mengatakan bahwa komentar tersebut sepenuhnya bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum.

“Apa yang terjadi dengan praduga tak bersalah?” katanya.

“Perdagangan narkoba harus ditangani dengan serius, namun pendekatan yang tidak adil hanya akan menghasilkan ketidakadilan yang lebih banyak,” tambahnya.

Phelim Kine, wakil direktur Divisi Asia Human Rights Watch, juga mengecam komentar Jokowi.

“Presiden Jokowi harus mengirimkan pesan yang jelas dan terbuka kepada polisi bahwa upaya untuk mengatasi masalah narkoba dan kriminalitas yang kompleks mengharuskan pasukan keamanan untuk menghormati hak dasar setiap orang, bukan untuk menghancurkannya,” katanya.

Menurut komisi orang hilang dan korban kekerasan 32 tersangka pedagang narkoba telah ditembak mati oleh pihak berwenang sejak Januari tahun lalu.

ucanews.com

2 Comments on "Aktivis Kecam Jokowi Terkait Perintah Menembak Penyelundup Narkoba"

  1. Narfin on Wed, 26th Jul 2017 3:12 pm 

    Biarin aja dah bapak pastor terhormat. Gk usa ikut campur. Langakh yang bagus kalau di tembak mati. Greja juga gk bisa ngapa2in kan kalau generasinya terjerat narkoba.

  2. Jenny Marisa on Wed, 2nd Aug 2017 9:55 am 

    Fin, kedua-duanya tidak dapat disalahkan.. memang ada alasan yang kuat bagi keduanya.. Menembak: mau menghabisi adanya narkoba.. Tidak menembak (kecaman terhadap tindakan mematikan): Melindungi hak hidup yang HANYA adalah hak Tuhan.. Melindungi Tuhan? Bukan.. hanya menegakkan hak hidup yang datang dari Tuhan… Rumit? kejahatan yang dibuat manusia yang rumit.. sudah dilindungi masih berbuat jahat juga.. Salam bagimu Fin, masih peduli memikirkannya..




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup Militer Ajak Anggota TNI/POLRI Katolik Wujudkan Nilai-nilai Kristen
  2. Uskup: Rencana Keterlibatan Amerika Memperburuk Konflik Mindanao
  3. Uskup Korea Mendorong Pihak yang Bertikai Menahan Diri
  4. Renungan Hari Minggu XX Tahun A – 20 Agustus 2017
  5. Caritas Memberi Bantuan kepada Korban Banjir
  6. Timor-Leste Berjuang Membentuk Pemerintahan Baru
  7. Demo Menuntut Keadilan bagi Papua Berujung Penangkapan
  8. PBB Berlaku Tidak Adil Terhadap Pengungsi Kristen di Bangkok
  9. HUT RI Ke-72, Ormas Katolik Ajak Masyarakat Mengamalkan Pancasila
  10. Gereja dan Aktivis Indonesia Prihatin dengan PRT di Bawah Umur
  1. Saya ingin dapatkan versi Bahasa Indonesia buku panduan Legionis Maria( Legion o...
    Said Maria Ithaya Rasan on 2017-08-15 14:22:31
  2. Visitator Apostolik itu tugasnya adalah mengunjungi pihak-pihak yang dianggap me...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-14 11:40:48
  3. Ada asap PASTI karna ada api... Tontonlah film 'Spotlight' yg brdasarkn kisah n...
    Said RESI Kurniajaya on 2017-08-12 22:38:30
  4. Teman-teman saudara-saudariku yang ada di dan berasal dari Keuskupan Ruteng. Saa...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-12 15:12:04
  5. Berita menggembirakan, shg para imam tak memberi eks komunikasi bagi yang berce...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 20:10:43
  6. Permasalahan di Keuskupan Ruteng sampai mencuat seperti ini, tentu tidak main ma...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 16:19:26
  7. Keberadaan uskup bukan seperti presiden hingga kepala desa, yang dilakukan melal...
    Said aloysius on 2017-08-11 10:53:19
  8. sebaiknya umat bersabar dan berdoa agar kemelut ini segera berakhir. kendatipun...
    Said yohanes on 2017-08-11 10:21:16
  9. Pembuktian kebenaran jika ada proses pengadilan/tribunal. Sebagai pemimpin Gerej...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-11 06:54:24
  10. Umat Katholik dimana saja. Jangan bicara tentang uang di Gereja yang anda telah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-11 06:48:21
UCAN India Books Online